Abdussalam Resmi Dilantik Jadi Pj Kades Bulupandak, Amanah Baru Di Tengah Tantangan Anggaran
Probolinggo, Radarpatroli.com –
Suasana Pendopo Kecamatan Gading, Senin (30/3/2026), dipenuhi nuansa khidmat saat Penjabat (Pj) Kepala Desa Bulupandak, Abdussalam, resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Camat Gading, Erwin Yulianto. Momen tersebut menjadi awal tanggung jawab baru dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

Pelantikan tersebut mengacu pada Keputusan Bupati Probolinggo Nomor 400.10.2/159/426.32/2026 tentang pengangkatan Pj Kepala Desa Bulupandak tertanggal 30 Maret 2026.
Acara ini dihadiri unsur Forkopimka Gading, Kabid Bina Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Probolinggo Ofie Agustin, Ketua Paguyuban Kades Kecamatan Gading, BPD, hingga perangkat Desa Bulupandak.
Rangkaian pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah janji, penandatanganan berita acara, serta penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati Probolinggo. Tak berhenti di situ, prosesi dilanjutkan dengan serah terima jabatan (sertijab) dari pejabat sebelumnya kepada Abdussalam.
Momen itu seperti pergantian nahkoda di tengah lautan kapal tetap harus melaju, ombak tetap harus ditaklukkan.

Dalam arahannya, Camat Gading Erwin Yulianto menegaskan bahwa jabatan Pj Kepala Desa bukan sekadar formalitas. Tanggung jawabnya setara dengan kepala desa definitif berat, tapi harus dipikul dengan penuh kesadaran.
“Tugas Penjabat Kepala Desa sama dengan Kepala Desa definitif. Bagaimana bisa bersinergi, mengayomi masyarakat serta menjalin koordinasi dengan perangkat desa, BPD, LKD dan tokoh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi aktif dengan semua pihak, termasuk Pendamping Desa dan Forkopimka. Menurutnya, roda pemerintahan desa hanya akan berjalan mulus jika semua elemen bergerak dalam irama yang sama.
“Sinergi dan koordinasi menjadi kunci agar ketertiban, keamanan dan pelayanan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Tak lupa, apresiasi diberikan kepada penjabat sebelumnya atas dedikasi yang telah diberikan. Sebuah penghormatan sederhana, namun penuh arti—seperti jejak langkah yang tak boleh dilupakan.
Erwin juga mengajak seluruh perangkat desa dan masyarakat untuk ikut mengawal kepemimpinan baru. Adaptasi, katanya, bukan soal cepat atau lambat tapi soal kebersamaan.
“Kalau ada yang kurang pas, tolong diingatkan. Demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Bulupandak,” imbuhnya.
Ajakan itu terasa seperti jembatan—menghubungkan harapan pemerintah dengan suara masyarakat di akar rumput.
Sementara itu, Abdussalam menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang sudah berjalan. Ia tak ingin memulai dari nol, tapi memperbaiki apa yang perlu diperbaiki.
“Insya Allah saya akan meneruskan apa yang sudah dilaksanakan oleh penjabat yang lama, tentunya yang terbaik,” ungkapnya.
Namun, ia juga tak menutup mata terhadap tantangan yang menghadang. Pemangkasan anggaran menjadi salah satu batu besar di jalan yang harus dilalui, sementara kebutuhan pembangunan desa masih terus mengetuk.
“Tantangannya tentu banyak, terutama terkait pemangkasan anggaran. Sementara kebutuhan pembangunan di desa masih cukup banyak,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan itu, Abdussalam sadar kepemimpinan bukan soal berjalan sendiri.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus dikoordinasikan dengan masyarakat. Harapan saya ada dukungan dari semua pihak,” pungkasnya.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
