Dorong Pengembangan Wisata Dan Ekonomi, DPRD Kota Probolinggo Usulkan Jogging Track dan Penataan Kawasan Sungai

0
b4f45b66-ffc2-4f47-b97b-555af760875e (1)
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah terus dilakukan oleh DPRD Kota Probolinggo melalui berbagai gagasan pembangunan yang dinilai mampu membuka ruang aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata. Salah satunya melalui rencana pembangunan jogging track dan penataan kawasan sungai yang diharapkan menjadi pusat aktivitas baru bagi warga. Kamis (02/04/2026).

Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo dari Fraksi PPP, Robit Riyanto, menyampaikan bahwa sejumlah ide pembangunan yang saat ini mulai diwacanakan sebenarnya berangkat dari aspirasi tokoh masyarakat dan para pecinta Kota Probolinggo yang menginginkan adanya pengembangan kawasan kota yang lebih produktif dan menarik.

Ia menjelaskan bahwa salah satu gagasan yang tengah didorong adalah pembangunan kawasan “jogging track” yang berada di sepanjang aliran sungai. Rencananya, jalur tersebut akan membentang dari kawasan Gladak Serang hingga ke arah timur sampai kawasan Randu Makam Besar.

“Sebetulnya ide ini muncul dari tokoh-tokoh masyarakat, khususnya masyarakat pecinta Kota Probolinggo. Pembangunan jogging track ini memang sangat kita perlukan,” ujarnya.

Robit menyebutkan, proyek tersebut bahkan sudah mulai dikerjakan secara bertahap. Apabila jalur jogging track tersebut terealisasi sepenuhnya, dampak positifnya diyakini akan terasa bagi masyarakat, khususnya dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.

Tidak hanya menjadi sarana olahraga dan ruang publik bagi warga, kawasan tersebut juga direncanakan akan dilengkapi dengan fasilitas bagi pelaku UMKM. Nantinya, di atas kawasan sungai akan dibangun area khusus sepanjang puluhan meter yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat berjualan bagi para pedagang kecil.

“Di atasnya nanti akan dibuat area bagi UMKM untuk berjualan. Jadi masyarakat tidak hanya menikmati fasilitas olahraga, tetapi juga ada pergerakan ekonomi yang bisa dirasakan langsung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Robit menegaskan bahwa DPRD memiliki peran penting dalam memberikan masukan serta dorongan kepada pemerintah daerah agar setiap program pembangunan benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“Dewan memberikan saran dan masukan kepada pemerintah supaya ekonomi masyarakat bisa semakin hidup. Harapannya Kota Probolinggo ke depan semakin berkembang,” katanya.

Selain pembangunan jogging track, kawasan tersebut juga direncanakan akan dikembangkan menjadi destinasi wisata air. Dengan memanfaatkan potensi sumber air yang ada, nantinya dapat dihadirkan wahana wisata seperti perahu wisata yang dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan.

Konsep tersebut diyakini mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjadikan kawasan sungai sebagai daya tarik baru bagi sektor pariwisata Kota Probolinggo.

Di sisi lain, Robit juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo bersama DPRD saat ini tengah aktif melakukan lobi kepada para investor guna mendorong pengembangan sejumlah destinasi wisata, termasuk Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) atau kebun binatang Probolinggo.

Ia mengatakan, ada kemungkinan pihak ketiga yang tertarik untuk berinvestasi dalam pengembangan kawasan tersebut. Salah satu rencana yang sedang dibahas adalah perluasan area kebun binatang ke arah utara sekitar 2,5 hektare.

“Kami sedang berupaya melobi investor untuk pengembangan TWSL. Insyaallah ada pihak ketiga yang berminat masuk. Rencananya area kebun binatang akan diperluas sekitar dua setengah hektare,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan kebun binatang di Kota Probolinggo memiliki nilai strategis, mengingat fasilitas serupa di Jawa Timur tidak banyak selain yang ada di Surabaya.

Oleh karena itu, pengembangan TWSL dinilai penting untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Robit menambahkan, berbagai upaya pembangunan dan pengembangan ekonomi tersebut juga menjadi bagian dari langkah jangka panjang agar Kota Probolinggo mampu lebih mandiri secara fiskal.

Ia menilai bahwa bantuan dari pemerintah pusat dari tahun ke tahun cenderung mengalami penurunan. Karena itu, daerah harus mampu menciptakan sumber-sumber pendapatan baru melalui inovasi pembangunan dan penguatan sektor ekonomi lokal.

“Harapan kita ke depan Kota Probolinggo bisa semakin mandiri, tidak terlalu bergantung pada bantuan dari pemerintah pusat, dan mampu meningkatkan pendapatan daerah seperti kota-kota besar lainnya,” pungkasnya.

Penulis : Sayful

    Editor : Yuris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!