Pemkot Probolinggo Perkuat Layanan Darurat PSC 112 Lewat Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

0
IMG_20260410_124548
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com –

Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan penanganan kondisi darurat melalui penguatan kompetensi para petugas lapangan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi tenaga kesehatan, pengemudi ambulans, serta petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo, Jumat (10/4), di Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung optimalisasi layanan Public Safety Center (PSC) 112 yang menjadi garda terdepan dalam penanganan keadaan darurat di wilayah Kota Probolinggo. Melalui pelatihan ini diharapkan setiap petugas yang terlibat dalam sistem layanan darurat memiliki keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama yang cepat dan tepat.

Pembukaan pelatihan dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin yang didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Rey Suwigtyo. Turut hadir Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Probolinggo dr. Trinandika Ardhana, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Probolinggo Nursamsu, Kepala Satpol PP, serta para camat se-Kota Probolinggo.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peserta dalam memberikan Bantuan Hidup Dasar sekaligus memperkuat kemampuan mereka dalam menangani kondisi kegawatdaruratan medis secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Pelatihan ini juga menjadi sarana membangun koordinasi serta sinergi yang efektif antara tenaga kesehatan, pengemudi ambulans, dan petugas Satpol PP, sehingga respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara terpadu dan optimal,” ujarnya.

Sebanyak 64 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang terdiri dari tenaga kesehatan, pengemudi ambulans, dan petugas Satpol PP. Mereka mendapatkan materi langsung dari narasumber dan instruktur berkompeten di bidang kegawatdaruratan medis dan Bantuan Hidup Dasar yang berasal dari IDI dan PPNI Kota Probolinggo.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa kemampuan memberikan Bantuan Hidup Dasar merupakan keterampilan penting yang dapat menjadi penentu keselamatan seseorang dalam kondisi darurat.

“Bantuan hidup dasar adalah pertolongan pertama yang sangat menentukan sebelum penanganan lanjutan dilakukan. Tanpa tindakan awal yang tepat, kondisi darurat bisa berujung fatal,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan ketenangan petugas saat menghadapi situasi kritis di lapangan. Menurutnya, respons cepat yang disertai pengetahuan dan prosedur yang benar akan sangat membantu dalam menyelamatkan nyawa.

“Jangan sampai ada kebingungan ketika menghadapi kondisi yang tidak terduga. Semua harus dilakukan dengan ilmu dan prosedur yang benar agar tidak memperparah keadaan,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari penguatan sistem layanan darurat, Pemerintah Kota Probolinggo juga menyiapkan mobil Siap Aksi Langsung Digas (SIGAS) yang nantinya akan standby di Gedung Meteor. Kendaraan multiguna tersebut dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan penanganan darurat, mulai dari evakuasi pasien, korban bencana, hingga pengangkutan jenazah.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan dan simulasi penanganan kasus kegawatdaruratan. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Aminuddin turut meninjau langsung jalannya simulasi, di mana para peserta dilatih memastikan keamanan situasi serta melakukan tindakan medis sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.

Salah satu peserta pelatihan, Rizky (35), pengemudi ambulans, mengaku kegiatan Bantuan Hidup Dasar ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus kepercayaan dirinya ketika menghadapi kondisi darurat di lapangan.

“Kami jadi lebih paham langkah pertolongan pertama yang cepat dan tepat, sehingga tidak lagi bingung ketika menghadapi situasi genting,” ujarnya.

Ia menilai materi yang disampaikan serta simulasi yang dilakukan sangat relevan dengan tugas sehari-hari petugas di lapangan. Rizky pun berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala agar para petugas semakin siap, sigap, dan profesional dalam memberikan pelayanan serta menyelamatkan nyawa masyarakat.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!