Ketapang Night Culture Festival 2026 Harmoni Budaya, Wisata, dan Ekonomi Di Kota Probolinggo

0
IMG-20260412-WA0038
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com –

Ketika banyak daerah berlomba mencari formula penguatan ekonomi dan identitas di tengah perubahan zaman, Kelurahan Ketapang justru menghadirkan jawaban melalui pendekatan budaya. Ketapang Night Culture Festival 2026 Season 2 menjadi contoh konkret bagaimana tradisi tidak hanya dipertahankan, tetapi diolah menjadi kekuatan strategis yang mampu menggerakkan pariwisata sekaligus ekonomi kerakyatan. Dari ruang lokal, gaungnya menjalar sebagai inspirasi pembangunan berbasis budaya di tingkat nasional. Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin bersama Ketua TP PKK Dokter Evariani.

Kemeriahan dimulai dengan pawai budaya yang bergerak dari Kelurahan Ketapang menuju panggung utama di Jalan Argopuro, Perum Kopian. Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias berjejer, larut dalam suasana hangat penuh kebersamaan sembari menikmati ragam suguhan seni yang ditampilkan.

Setibanya di lokasi utama, festival memasuki puncak kemeriahan. Penampilan tari dan busana kreasi warga dari RW 1 hingga RW 5 menjadi bukti bahwa budaya lokal tidak hanya lestari, tetapi juga berkembang secara kreatif dan adaptif. Setiap pertunjukan menghadirkan cerita, identitas, serta kebanggaan masyarakat Kelurahan Ketapang yang dikemas dengan sentuhan modern.

Dalam sambutannya, Dokter Aminuddin menegaskan bahwa festival ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam melestarikan seni dan budaya lokal. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai penguatan identitas daerah sekaligus pintu gerbang pengembangan pariwisata.

“Ketapang Night Culture Festival ini menandai komitmen kita bersama dalam melestarikan seni dan budaya lokal. Ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga penguatan identitas daerah sebagai pusat kebudayaan dan pintu gerbang pariwisata,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan festival yang melibatkan ratusan peserta ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para pelaku seni menjadi kunci utama terselenggaranya acara secara meriah dan sukses.

Denyut festival tidak hanya terasa di panggung seni. Di sisi lain, geliat ekonomi lokal tumbuh signifikan. Deretan stan UMKM Kelurahan Ketapang dipadati pengunjung sejak awal acara. Berbagai produk seperti makanan, minuman, hingga sembako murah menjadi daya tarik tersendiri, bahkan sebagian besar dagangan ludes terjual.

Efek berantai (multiplier effect) dari festival ini pun dirasakan luas. Tidak hanya pelaku UMKM, tetapi juga pedagang kaki lima, penyedia jasa parkir, hingga pelaku ekonomi informal lainnya turut merasakan manfaat dari tingginya aktivitas ekonomi selama acara berlangsung.

Wali Kota berharap festival ini terus memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan, tetapi juga menjaga eksistensi budaya lokal agar tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Lurah Ketapang Gunawarman Tri Pambudhi menegaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi budaya sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

“Ketapang Night Culture Festival ini kami laksanakan sebagai langkah nyata dalam menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal, sekaligus memberikan ruang edukasi kepada masyarakat agar semakin mencintai warisan tradisinya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan ratusan peserta dalam kegiatan ini memiliki tujuan strategis dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Festival ini menjadi media bagi UMKM lokal untuk tumbuh dan berkontribusi dalam memperkuat stabilitas ekonomi di wilayah Kelurahan Ketapang.

Dengan harmoni antara seni, partisipasi masyarakat, dan perputaran ekonomi, Ketapang Night Culture Festival 2026 Season 2 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan strategi nyata dalam membangun kota yang berbudaya, berdaya saing, serta semakin menarik di mata wisatawan.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!