Puskesmas Pajarakan Luncurkan GITA CEKATAN, Deteksi Dini TBC Anak Meningkat

0
IMG-20260412-WA0000
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com –

Terobosan inovatif di bidang kesehatan kembali lahir dari UPT Puskesmas Pajarakan melalui program GITA CEKATAN (Gizi Balita Kurang Tanggap Cek TBC Anak) yang berhasil mengintegrasikan deteksi dini Tuberkulosis (TBC) pada anak dengan pemantauan status gizi balita secara terpadu.

Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan deteksi kasus Tuberkulosis (TBC) pada anak sekaligus memperbaiki status gizi balita. Inovasi tersebut menjadi langkah strategis dalam pengendalian TBC anak dengan menggabungkan skrining kesehatan dan pemantauan gizi dalam satu layanan.

Dalam pelaksanaan skrining pada Jumat (10/4/2026), sebanyak 41 balita menjadi sasaran pemeriksaan, yang terdiri dari balita gizi kurang, gizi buruk serta balita dengan berat badan stagnan atau menurun selama dua bulan berturut-turut.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Pajarakan Dian Sudarmono bersama Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Maulida Rachmani serta jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Pajarakan.

Skrining dilakukan secara kolaboratif oleh Pelaksana Program TBC Sumiyati dan Pelaksana Program Gizi Ika Melinatini. Kegiatan ini dikemas dalam layanan skrining kesehatan balita sebagai bagian dari percepatan eliminasi TBC tahun 2030 sekaligus upaya penanganan stunting.

Ketua TP PKK Kecamatan Pajarakan Dian Sudarmono menyatakan dukungannya terhadap program ini. Penanganan balita gizi kurang akan lebih optimal jika penyebab utamanya, termasuk kemungkinan TBC dapat terdeteksi dan diobati sejak dini.

“Balita sehat, bebas TBC dan bebas stunting menjadi harapan kita bersama. Kami akan terus mengedukasi para ibu untuk aktif melakukan skrining di posyandu maupun puskesmas,” ujarnya.

Sementara Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Maulida Rachmani menghimbau para orang tua agar tidak ragu memeriksakan anaknya, terutama jika berat badan tidak mengalami kenaikan dalam dua kali penimbangan berturut-turut.

“Segera lakukan skrining ke puskesmas, khususnya skrining TBC agar jika terdeteksi bisa segera ditangani dan kondisi anak dapat kembali normal,” ungkapnya.

Sedangkan Pelaksana Program TBC Puskesmas Pajarakan Sumiyati mengungkapkan inovasi GITA CEKATAN telah dijalankan secara rutin sejak tahun 2025 dengan pendekatan terpadu antara deteksi TBC dan pemantauan gizi.

“Ini langkah strategis untuk percepatan eliminasi TBC 2030 sekaligus penanganan stunting. Kami menyasar balita berisiko agar intervensi bisa tepat sasaran,” katanya.

Hasilnya cukup signifikan, pada tahun 2025 capaian penemuan kasus TBC anak berhasil melampaui target. Dari target 18 kasus, ditemukan 19 kasus atau mencapai 106 persen. Angka ini meningkat drastis dibanding tahun 2024 yang hanya mencapai 7 kasus atau 41 persen dari target.

Tak hanya itu, program ini juga berdampak pada perbaikan status gizi balita. Seluruh pasien TBC anak yang ditangani menunjukkan peningkatan berat badan minimal 10 persen dari berat awal, bahkan sebagian berhasil kembali ke status gizi normal.

“Deteksi dini sangat penting. Semakin cepat ditemukan penyebabnya, maka penanganan akan lebih mudah dan hasilnya lebih optimal,” tambahnya.

Melalui inovasi GITA CEKATAN, Puskesmas Pajarakan berharap upaya penanggulangan TBC anak dapat berjalan lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan balita di Kabupaten Probolinggo secara berkelanjutan.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!