125 Tokoh Masyarakat Kota Probolinggo Berkumpul Dalam Rakor Percepatan Penanganan Stunting

0
WhatsApp Image 2025-11-27 at 15_48_58
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo kembali memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan stunting melalui penyelenggaraan Optimalisasi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanganan Stunting yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (27–28/11), bertempat di Puri Manggala Bhakti. Sebanyak 125 peserta hadir, terdiri dari para camat, lurah, ketua LPM, perwakilan ketua RW, tokoh Karang Taruna, serta unsur masyarakat strategis lainnya dari berbagai kelurahan di Kota Probolinggo.

Rakor tersebut dirancang sebagai upaya memperkuat fondasi gerakan keluarga dalam menurunkan angka stunting melalui peningkatan peran ayah di tengah keluarga. Selama ini, berbagai program intervensi stunting lebih banyak menyoroti peran ibu—baik dalam pemenuhan gizi, pola asuh, maupun kesehatan kehamilan. Namun, Dinas Kesehatan P2KB memandang bahwa keberhasilan upaya percepatan stunting akan lebih optimal apabila seluruh anggota keluarga terlibat, terutama ayah sebagai figur pengambil keputusan dan penjaga stabilitas emosi keluarga.

Kepala Dinkes P2KB Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, menegaskan bahwa persoalan stunting masih menjadi tantangan serius nasional, termasuk di tingkat daerah. Ia menjelaskan bahwa stunting bukan hanya masalah kekurangan gizi, tetapi juga menyangkut kualitas pengasuhan, stimulasi perkembangan anak, kesehatan keluarga, serta kesiapan lingkungan sosial. Oleh sebab itu, penanganannya tidak boleh parsial.

“Selama ini fokus intervensi stunting lebih banyak tertuju kepada ibu, baik ibu hamil, ibu menyusui maupun pola asuh. Padahal pengasuhan adalah tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga, terutama ayah,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa banyak ayah masih dipersepsikan sekadar pencari nafkah. Padahal, kehadiran ayah dalam bentuk dukungan emosional, pengambilan keputusan, hingga keterlibatan langsung dalam pengasuhan memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang optimal anak.

Menurut dr. Intan, pemahaman inilah yang melahirkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), sebuah program yang dirancang untuk memperkuat peran ayah sebagai pilar penting dalam pengasuhan anak. GATI menekankan keseimbangan antara peran ayah sebagai penyedia kebutuhan keluarga dan sebagai figur yang terlibat penuh dalam perkembangan anak secara fisik, emosional, dan sosial.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, yang hadir sekaligus memberikan arahan, menegaskan bahwa keberadaan ayah dalam setiap fase perkembangan anak memainkan peran signifikan dalam membentuk keluarga yang sehat dan resilien. Dalam momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, ia mengajak seluruh ayah di Kota Probolinggo untuk menjadi figur panutan atau role model bagi keluarganya.

Wali kota memaparkan empat pilar utama dalam konsep Gerakan Ayah Teladan Indonesia. Yakni,

1. nteraksi aktif sejak dini, yakni keterlibatan ayah dalam merangsang perkembangan anak sejak dalam kandungan hingga tumbuh besar.

2. Aksesibilitas, yaitu ayah harus hadir secara fisik maupun emosional dan mudah dijangkau oleh anak setiap kali dibutuhkan.

3. Tanggung jawab, mencakup keteladanan dalam menepati janji, menunjukkan disiplin, dan memberikan rasa aman bagi anak.

4. Keterlibatan tanpa mengambil alih, yaitu ayah mendampingi anak menghadapi persoalan tanpa menggantikan proses belajarnya, sehingga anak dapat mengembangkan kemandirian dan kepercayaan diri.

Dokter Amin mengungkapkan bahwa angka stunting Kota Probolinggo saat ini berada di kisaran 14% dan pemerintah menargetkan penurunan hingga di bawah 12%. Untuk mencapai target tersebut, ia meminta ketua RW, ketua LPM, tokoh masyarakat, serta seluruh peserta rakor untuk meningkatkan pemantauan tumbuh kembang anak di wilayah masing-masing, melakukan edukasi keluarga, dan memastikan program intervensi tepat sasaran.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama Gerakan Ayah Teladan Indonesia oleh para camat se-Kota Probolinggo, perwakilan Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820, Wali Kota Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, serta perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sofia Hanik. Sebagai narasumber, Sofia Hanik memaparkan materi mengenai implementasi Quick Win Kemendagri/BKKBN untuk mempercepat penurunan stunting secara terpadu.

Di sela kegiatan, salah satu peserta, Ketua RW 2 Sumber Taman, Rebudi (37), turut berbagi pengalaman menjadi ayah teladan di tengah rutinitasnya sebagai jurnalis. Ia menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam kegiatan sehari-hari anak. Setiap hari, ia menyempatkan waktu mengantar dan menjemput anak sekolah, mengatur penggunaan gadget agar tetap sehat dan seimbang, dan memastikan anak-anak memiliki waktu interaksi yang berkualitas.

“Jangan sampai gadget lebih dekat dengan anak daripada orang tuanya,” ujarnya. Rebudi juga membantu istrinya sejak pagi mulai dari membangunkan anak, memandikan, hingga memakaikan baju. Dengan dua anak kecil, ia berusaha hadir dalam setiap fase perkembangan mereka. “Menjadi ayah teladan bukan soal kata-kata, tapi soal konsistensi untuk hadir,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap semakin banyak ayah yang memahami perannya sebagai figur penting dalam pembentukan karakter, kesehatan, dan masa depan anak. Program GATI diharapkan menjadi gerakan yang tumbuh dari keluarga, diperkuat oleh komunitas, dan didukung penuh oleh pemerintah, sehingga mimpi besar menuju Kota Probolinggo bebas stunting dapat terwujud lebih cepat dan lebih kuat.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!