DPRD Gerindra Dan GSN Dampingi Penyaluran Becak Listrik Dari Presiden Untuk Tukang Becak

0
DPRD Gerindra Dan GSN Dampingi Penyaluran Becak Listrik Dari Presiden Untuk Tukang Becak
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Probolinggo dari Fraksi Gerindra sekaligus Koordinator Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Heri Poniman, memberikan penjelasan lengkap terkait penyerahan bantuan 100 unit Becak Listrik (BCL) dari Presiden Republik Indonesia kepada para tukang becak di Kota Probolinggo. Program ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku transportasi tradisional sekaligus mendukung modernisasi layanan transportasi ramah lingkungan. Jum’at (12/12/2025).

Dalam penyampaiannya, Heri Poniman menjelaskan bahwa Kota Probolinggo mendapat jatah 100 unit becak listrik yang disalurkan langsung kepada tukang becak berusia 55 tahun ke atas. Kriteria usia ini ditetapkan agar bantuan dapat benar-benar dirasakan oleh para tukang becak senior yang secara fisik sudah mulai mengalami keterbatasan dalam mengayuh becak konvensional.

“Usia 55 tahun ke atas itu karena kita ingin membantu mereka yang sudah tidak kuat lagi untuk ‘manca’, tidak kuat mengayuh. Dengan becak listrik ini, mereka bisa tetap bekerja dan mendapatkan penghasilan, tanpa terbebani secara fisik,” ujar Heri Poniman.

Program becak listrik ini merupakan bagian dari skema nasional yang disampaikan melalui jalur perjuangan politik Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang kini menjabat Presiden Republik Indonesia. Seluruh kota/kabupaten besar di Indonesia mendapatkan unit yang sama rata sebagai tahap awal.

Heri Poniman juga menyampaikan harapan agar becak listrik ini tidak hanya menjadi alat mata pencaharian harian, tetapi juga berkembang menjadi becak wisata yang mendukung sektor pariwisata Kota Probolinggo.

“Kami berharap ke depan becak listrik ini bisa difungsikan sebagai becak wisata, terutama untuk melayani wisatawan kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Tembaga. Becak listrik dengan tampilan modern bisa menjadi daya tarik tersendiri,” jelasnya.

Kecamatan-kecamatan di Kota Probolinggo telah memiliki beberapa kelompok becak yang nantinya dapat dikoordinasikan untuk kebutuhan wisata, termasuk sebagai transportasi pendamping bagi turis yang datang secara berkelompok.

Becak listrik yang diberikan kepada para tukang becak sudah dilengkapi dengan nama penerima yang tertera resmi, sehingga tidak dapat dialihkan, digadaikan, atau dijual dalam bentuk apa pun.

“Tidak boleh dijual, tidak boleh digadaikan. Jika itu dilanggar, ada konsekuensi hukum. Karena ini bantuan negara, bukan barang komersial,” tegas Heri Poniman.

Aturan tersebut diberlakukan agar bantuan benar-benar dipergunakan sesuai tujuan: meningkatkan kesejahteraan tukang becak, bukan diperjualbelikan.

Heri Poniman juga menambahkan bahwa program ini kemungkinan besar akan kembali diperjuangkan untuk tahun depan, agar tukang becak lain yang belum mendapatkan manfaat juga memperoleh kesempatan yang sama.

“Insyaallah tahun depan akan kami usulkan lagi, supaya abang-abang becak lainnya bisa memperoleh bantuan yang sama,” tuturnya.

Ia juga memberikan pesan khusus kepada seluruh penerima:

“Saya berharap teman-teman tukang becak yang menerima becak listrik hari ini bisa memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Rawat, jaga, gunakan untuk mencari nafkah, dan jadikan ini sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas hidup.”

Dengan adanya program bantuan becak listrik ini, Pemerintah Pusat bersama DPRD Kota Probolinggo dan Yayasan GSN berharap dapat membuka jalan menuju modernisasi transportasi tradisional, mendukung pariwisata lokal, serta meningkatkan kesejahteraan para tukang becak senior.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa perhatian terhadap masyarakat kecil tetap menjadi prioritas, sekaligus menandai transformasi baru dalam dunia perbecakan di Kota Probolinggo.

Penulis : Sayful

   Editor : Yuris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!