Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025, Radio Bromo FM Hadirkan Podcast Inspiratif Bersama Pertuni Kabupaten Probolinggo

0
IMG-20251213-WA0164-1536x864
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Dalam rangka memperingati momentum Hari Disabilitas Internasional 2025, Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Bromo FM menghadirkan podcast bertajuk “Inspirasi dari Sahabat Pertuni Kabupaten Probolinggo”. Kegiatan ini disiarkan langsung dari Studio Radio Bromo FM lantai dasar Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Sabtu (13/12/2025).

Podcast tersebut menghadirkan Ketua DPC Pertuni Kabupaten Probolinggo, Moh. Ansori, bersama dua anggota Pertuni, Arizky Perdana Kusuma dan Adam Putra Pratama. Perbincangan dipandu oleh penyiar Bromo FM, Vey, dengan suasana dialog yang hangat, komunikatif, dan sarat pesan inklusivitas.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber menekankan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap penyandang disabilitas serta mendorong kesetaraan sosial sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang inklusif di Kabupaten Probolinggo. Mereka sepakat bahwa disabilitas bukanlah keterbatasan untuk berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Arizky Perdana Kusuma menegaskan bahwa stigma yang selama ini melekat pada penyandang disabilitas harus segera diakhiri. Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki potensi, kompetensi, dan kemampuan yang setara untuk berperan aktif di berbagai bidang kehidupan.

“Narasi bahwa disabilitas adalah kelompok yang ‘tidak berdaya’ harus segera kita patahkan. Kampanye kesetaraan sosial dan sosialisasi pemahaman yang tepat tentang potensi disabilitas menjadi langkah krusial untuk membangun Kabupaten Probolinggo yang sepenuhnya inklusif,” ujarnya.

Sementara itu, Adam Putra Pratama memaparkan berbagai capaian Pertuni Kabupaten Probolinggo dalam mendorong kemandirian penyandang disabilitas, khususnya di bidang ketenagakerjaan. Ia menyebutkan bahwa Pertuni telah mendirikan Unit Layanan Ketenagakerjaan (ULK) sebagai penghubung antara penyandang disabilitas dan dunia industri.

“Melalui ULK, Pertuni Kabupaten Probolinggo berhasil menempatkan 30 penyandang disabilitas di perusahaan ternama seperti PT HM Sampoerna dan Pabrik Sasa Gending. Untuk mendukung adaptasi dan kesejahteraan kerja, kami juga menandatangani MoU dengan RS Rizani melalui layanan “Konco Konseling” sebagai dukungan mental dan psikososial,” tegas Adam.

Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi bukti nyata bahwa penyandang disabilitas memiliki kompetensi yang mumpuni dan layak memperoleh kesempatan yang setara di dunia kerja.

Di kesempatan yang sama, Ketua Pertuni Kabupaten Probolinggo, Moh. Ansori, menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah semakin memperkuat komitmen dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif, sejalan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional.

“Organisasi disabilitas berharap Pemerintah Daerah dapat mengintensifkan sosialisasi dan edukasi publik terkait hak serta kebutuhan spesifik penyandang disabilitas. Sosialisasi yang masif dan terarah menjadi prasyarat utama untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dan mempercepat terwujudnya masyarakat inklusif di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Upaya tersebut selaras dengan program Bupati Probolinggo dalam mewujudkan “Sae Disabilitas”, yakni pembangunan daerah yang ramah, adil, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, media, dan organisasi disabilitas, diharapkan kesadaran publik semakin meningkat dan ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas semakin terbuka luas.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!