Rutan Kraksaan Bekali Warga Binaan Edukasi Kesehatan Mental Cegah Relapse

0
IMG-20251216-WA0043
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan terus memperkuat pembinaan warga binaan melalui pendekatan kesehatan mental. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi bertema self efficacy sebagai langkah pencegahan perilaku mengulang pelanggaran atau relapse, Selasa (16/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan keyakinan diri warga binaan agar mampu mengendalikan emosi, mengambil keputusan positif serta membangun komitmen untuk berubah ke arah yang lebih baik. Melalui penguatan mental dan psikologis, warga binaan diharapkan siap menjalani kehidupan yang sehat, produktif dan bertanggung jawab setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Rutan Kraksaan Galih Setiyo Nugroho mengatakan penguatan self efficacy merupakan bagian strategis dari sistem pembinaan pemasyarakatan. Keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan mental dan mencegah perilaku menyimpang setelah masa pidana berakhir.

“Sosialisasi ini kami selenggarakan untuk membekali warga binaan dengan kepercayaan terhadap potensi dirinya. Dengan keyakinan tersebut, mereka diharapkan mampu menghindari pengulangan kesalahan dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas,” ujarnya.

Galih menambahkan, pembinaan di Rutan Kraksaan tidak hanya berorientasi pada kepatuhan aturan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan ketahanan mental. “Pendekatan psikologis menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kraksaan M. Yasin Zaini menyampaikan pihaknya berkomitmen memberikan layanan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya menyentuh aspek fisik dan administratif, tetapi juga aspek psikologis dan mental.

“Melalui pemahaman self efficacy, warga binaan diharapkan mampu mengenali potensi diri, mengelola tekanan serta memiliki kesiapan mental untuk mencegah relapse saat kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, tekanan psikologis sering menjadi faktor pemicu seseorang kembali melakukan kesalahan. Oleh sebab itu, pembekalan mental sejak dini selama menjalani masa pembinaan menjadi langkah preventif yang sangat penting. Edukasi kesehatan mental juga membantu warga binaan membangun kesadaran diri dan motivasi internal untuk berubah.

“Melalui penguatan self efficacy ini diharapkan tumbuh kesadaran, kepercayaan diri serta motivasi internal untuk berubah. Ke depan kegiatan ini diharapkan mampu membantu warga binaan membangun masa depan yang lebih sehat, mandiri dan berdaya guna saat kembali ke tengah masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!