Milad Ke-113 Muhammadiyah, Wali Kota Aminuddin Tegaskan Sinergi Pendidikan Dan Pemerintah

0
IMG-20251220-WA0009
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Resepsi Milad Ke-113 Muhammadiyah menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran organisasi Islam modern tersebut dalam pembangunan bangsa. Mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, kegiatan ini digelar di Green Campus Institut Ahmad Dahlan (IAD), Jalan Mahakam, Kedopok, Sabtu (20/12), dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah, akademisi, serta tokoh masyarakat.

Dalam suasana penuh khidmat, Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya sebagai gerakan pencerahan yang konsisten berkiprah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat. Momentum milad ini juga dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi dan dialog strategis antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan.

Rektor Institut Ahmad Dahlan Probolinggo, Benny Prasetiyo, menyampaikan bahwa saat ini IAD tengah menjalani proses transformasi menjadi Universitas Ahmad Dahlan Jawa Timur. Ia pun menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Kota Probolinggo kepada IAD untuk menyusun kajian penurunan dan penanggulangan kemiskinan.

“Terima kasih kami dipercaya membuat kajian penurunan penanggulangan kemiskinan yang biasanya dilakukan oleh universitas lain di Jawa Timur. Alhamdulillah, kajian tersebut telah selesai kami kerjakan,” ungkap Benny.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyatakan bahwa pelibatan akademisi lokal merupakan langkah strategis karena mereka memahami karakter sosial, budaya, serta kondisi lingkungan Kota Probolinggo. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi telah memberikan dampak positif yang nyata.

“Angka kemiskinan yang awalnya berada di 6,2 persen, melalui diskusi dan kebijakan berbasis kajian ilmiah, alhamdulillah berhasil turun sebesar 0,49 persen. Ini capaian luar biasa dan menunjukkan potensi sumber daya manusia Kota Probolinggo yang sangat kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aminuddin menekankan bahwa perubahan pola pikir dan budaya masyarakat membutuhkan waktu yang panjang. Namun, proses tersebut dapat dipercepat melalui pendidikan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Probolinggo saat ini fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Muhammadiyah memiliki peran besar dalam proses pendidikan di Kota Probolinggo. Kerja sama antara pemerintah dan lembaga pendidikan, termasuk Muhammadiyah, akan terus diperluas dan disinergikan agar pendidikan inklusif benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terang Aminuddin.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Hidayatullah, memaparkan sejarah singkat berdirinya Muhammadiyah dan kontribusinya bagi bangsa. Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah saat ini memiliki enam pilar utama sebagai dasar gerakan organisasi.

“Pada abad pertama, Muhammadiyah mengusung trilogi pendidikan, kesehatan, dan sosial. Memasuki abad kedua, ditambah dengan Lazismu, MDMC, dan pemberdayaan masyarakat. Seluruh gerakan Muhammadiyah tidak hanya untuk organisasi, tetapi untuk masyarakat luas, bangsa, dan negara, bahkan kemanusiaan semesta,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Probolinggo, Dawam Ichsan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana alam. Ia menyerukan penggalangan dana lintas komunitas dan lintas iman.

“Saya mengajak seluruh komunitas, baik umat Islam maupun lintas iman, untuk melakukan penggalangan dana dengan semangat *One For All – All For One*, satu untuk semua dan semua untuk satu, yakni bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!