Panen Bawang Merah Kareng Lor Capai 20,9 Ton per Hektare, Wali Kota Probolinggo Apresiasi Sekolah Lapang GAP

0
WhatsApp Image 2025-12-22 at 15_49_16
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin turun langsung ke lahan pertanian bawang merah di Jalan Barito, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Senin (22/12), untuk mengikuti panen hasil Sekolah Lapang Good Agriculture Practices (GAP) yang berhasil mencatat produktivitas hingga 20,9 ton per hektare umbi basah.

Wali kota menyambut baik capaian para petani bawang merah Kareng Lor. Ia mengaku tidak menyangka bahwa di tengah musim hujan, pertanian bawang merah di wilayah tersebut justru menunjukkan kemajuan yang signifikan. Menurutnya, ke depan pengembangan bawang merah tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengemasan dan penguatan branding agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. “Nilainya akan semakin meningkat dan harga di tingkat petani juga akan naik,” ujar Aminuddin.

Aminuddin menambahkan, pengembangan komoditas bawang merah juga berkontribusi dalam pengendalian inflasi daerah serta sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Upaya ini juga mendukung penguatan Koperasi Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan bawang merah dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPPP) Kota Probolinggo Fitriawati menjelaskan bahwa bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi sekaligus penyumbang inflasi selain cabai rawit. Oleh karena itu, bawang merah menjadi komoditas strategis yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Probolinggo, yang juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil bawang merah di Jawa Timur.

“Untuk mendukung peningkatan produksi bawang merah, khususnya di Kelurahan Kareng Lor, pemerintah memberikan pendampingan, bantuan sarana produksi pertanian, serta alat dan mesin pertanian bagi petani,” jelas Fitriawati.

Ia menambahkan, Sekolah Lapang GAP bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani dalam menerapkan budidaya bawang merah yang baik dan benar sesuai spesifik lokasi. Melalui program ini, diharapkan biaya produksi dapat ditekan, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan petani semakin baik.

Kegiatan Sekolah Lapang GAP diikuti oleh 15 orang petani bawang merah, Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kota Probolinggo, Ketua Gapoktan Kecamatan Kedopok, penyuluh pertanian, serta petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT) se-Kota Probolinggo. Total peserta yang terlibat sekitar 25 orang dari berbagai unsur dan stakeholder bidang pertanian.

Sekolah Lapang GAP dilaksanakan pada kawasan pertanaman bawang merah seluas total 3 hektare yang berada di Jalan Barito dan Jalan Progo. Peserta dibatasi usia 18–50 tahun dengan jumlah 15 petani. Kegiatan ini dilaksanakan dalam lima kali pertemuan dengan materi meliputi budidaya, pengendalian organisme pengganggu tanaman, panen, dan pascapanen. Program dimulai pada 22 Agustus 2025 dengan pemateri dari BRIN, POPT, serta penyuluh pertanian.

Dalam program tersebut, petani menerima paket bantuan sarana produksi pertanian berupa bibit bawang merah varietas Biru Lancur sebanyak 3 ton, pupuk organik 8,4 ton, pupuk NPK 750 kilogram, serta kapur dolomit 1,5 ton. Selain itu, bantuan alat pertanian juga diberikan berupa satu unit cultivator dan satu unit kendaraan roda tiga. Bantuan ini dinilai sangat membantu petani, terutama di tengah tingginya harga bawang merah dan bibit.

Penanaman awal dilakukan pada 25 Oktober 2025 dengan panen awal pada 14 Desember 2025. Hingga Senin (22/12), tercatat 13 dari 15 petani penerima bantuan telah melaksanakan panen bawang merah.

Berdasarkan hasil ubinan di lahan milik Hermanto, panen pada umur 55 hari setelah tanam (HST) menghasilkan 20,9 ton per hektare umbi basah yang setelah penyusutan sekitar 30 persen menjadi 14,6 ton per hektare umbi kering siap jual. Sementara itu, di lahan milik Karim, panen pada umur 53 HST menghasilkan 20,4 ton per hektare umbi basah atau setara 14,3 ton per hektare umbi kering.

Panen raya bawang merah ini turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, Staf Ahli Perekonomian dan Pembangunan Wawan Soegiyantono, Kepala BPS Kota Probolinggo Mouna Sri Wahyuni, Camat Kedopok Dwi Hermanto, serta Lurah Kareng Lor Akbar.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!