Saat Seorang Wartawan Mewawancarai Dan Mendengarkan Peran Profesional Yang Berimbang

0
Saat Seorang Wartawan Mewawancarai Dan Mendengarkan Peran Profesional Yang Berimbang
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Saat seorang wartawan mewawancarai dan mendengarkan, di situlah esensi profesionalisme jurnalistik diuji. Wawancara bukan sekadar aktivitas bertanya dan mencatat jawaban, melainkan proses menggali fakta dengan sikap terbuka, adil, dan penuh tanggung jawab. Dari proses mendengarkan inilah seorang wartawan mampu memahami persoalan secara utuh, bukan hanya dari satu sudut pandang.

Profesionalisme wartawan tercermin dari kemampuannya menjaga keberimbangan. Setiap peristiwa memiliki lebih dari satu sisi, dan tugas wartawan adalah menghadirkan berbagai perspektif agar publik mendapatkan informasi yang objektif. Berita yang baik bukanlah opini sepihak, melainkan hasil verifikasi, konfirmasi, dan perbandingan fakta dari semua pihak yang berkepentingan.

Mendengarkan dengan saksama juga membantu wartawan menghindari prasangka dan penilaian dini. Dengan memberi ruang kepada narasumber untuk menjelaskan, wartawan dapat menangkap konteks, latar belakang, serta substansi persoalan yang sebenarnya. Sikap ini penting agar berita yang disajikan tidak menyesatkan dan tidak menggiring opini publik ke arah tertentu.

Dalam praktik jurnalistik, berita opini yang hanya bersumber dari satu pihak berpotensi mengaburkan fakta dan merugikan kepentingan publik. Oleh karena itu, wartawan profesional selalu menjunjung tinggi prinsip cover both sides, melakukan klarifikasi, dan memastikan akurasi sebelum berita dipublikasikan. Kode etik jurnalistik menjadi pedoman utama agar informasi yang disampaikan tetap berimbang dan dapat dipercaya.

Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya penyebaran berita, tantangan bagi wartawan semakin besar. Namun, dengan memegang teguh prinsip mendengarkan, memverifikasi, dan menyajikan fakta secara adil, wartawan dapat menjaga marwah profesinya. Karena pada akhirnya, peran wartawan bukan untuk menghakimi atau menggiring opini, melainkan menghadirkan kebenaran yang utuh, objektif, dan berpihak pada kepentingan publik.

Penulis : Sayful

    Editor : Yuris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!