BPTD Kelas II Jawa Timur Laksanakan Rampcheck Bus Pariwisata Di Kawasan Wisata Bromo Jelang Nataru 2025–2026
Probolinggo, Radarpatroli
Pada Hari Jumat (26/12/2025). Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, melaksanakan kegiatan rampcheck bus pariwisata dalam rangka pengamanan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Nomor, UM.207/65/1/DJPD/2025 perihal Rapat Koordinasi Rencana Operasi Rampcheck Periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pelaksanaan rampcheck dilakukan dengan penyesuaian jadwal dan lokasi sesuai ketetapan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, yakni di Pasar Sukapura serta Rest Area Oleh-oleh Alia Bromo yang berada di Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi titik strategis pergerakan bus pariwisata menuju kawasan wisata Gunung Bromo.
Kegiatan rampcheck ini dihadiri oleh berbagai unsur terkait, di antaranya Wasatpel Terminal Tipe A Bayuangga Kota Probolinggo Budihardjo, Kasubdit Kementerian Perhubungan Darat Heri Prabowo, S.T., M.T., Kasi LLJSDP Iwan Prasetyo, Kanit Cegah Tindak Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim AKP Yulita Rahmawati, S.H., M.M., Penyidik Pegawai Sipil Bidang LLAJ Kabupaten Probolinggo Windardi, Penguji Kendaraan Bermotor Ambar Kusbijantoro, Kepala Cabang Jasa Raharja Probolinggo Syarif Mohammad Syafiq, Kanit Patroli Satlantas Polres Probolinggo Ipda Zaenal, serta perwakilan BPTD Kelas II Jawa Timur Kadek Gita.

Kegiatan diawali dengan apel bersama seluruh petugas, kemudian dilanjutkan dengan pengecekan bus pariwisata di Rest Area Oleh-oleh Alia Bromo. Selain pemeriksaan teknis kendaraan, Jasa Raharja juga memberikan layanan cek kesehatan gratis kepada para pengemudi bus pariwisata guna memastikan kondisi fisik dan kesehatan pengemudi tetap prima selama bertugas. Setelah itu, kegiatan rampcheck dilanjutkan di Pasar Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Kasubdit Kementerian Perhubungan Darat, Heri Prabowo, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan rampcheck merupakan agenda rutin yang dilaksanakan pada momentum tertentu, khususnya pada masa libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, pemeriksaan kendaraan sebenarnya dilakukan setiap hari di terminal, namun pada periode liburan dilakukan peningkatan intensitas dan perluasan titik pemeriksaan hingga ke kawasan wisata.
“Kalau di terminal, rampcheck itu kegiatan harian. Namun pada momentum liburan seperti sekarang, jumlah titik pemeriksaan kita tambah, termasuk di kawasan wisata seperti Gunung Bromo dan beberapa daerah lainnya di Jawa Timur. Tujuannya agar pengawasan lebih masif,” jelas Heri Prabowo.

Ia juga menyoroti tantangan utama yang masih menjadi perhatian, yakni keterbatasan jumlah pengemudi dibandingkan dengan armada yang tersedia. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada penugasan pengemudi yang belum sepenuhnya mumpuni.
“Harapan kami ke depan, para operator transportasi sudah memahami siklus kegiatan ini dan menyiapkan armada serta pengemudi jauh-jauh hari. Yang kami khawatirkan saat momen liburan adalah pengemudi yang ditugaskan belum cukup kompeten,” ujarnya.
Sementara itu, Kanit Cegah Tindak Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jawa Timur, AKP Yulita Rahmawati, S.H., M.M., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan rampcheck tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan angkutan pariwisata selama masa liburan.
“Kami dari Ditlantas Polda Jatim memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap angkutan pariwisata berjalan sesuai harapan, tidak terjadi kecelakaan lalu lintas, dan angka lakalantas selama liburan tidak meningkat,” ungkapnya.

AKP Yulita menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi seperti SIM dan STNK, serta kondisi teknis kendaraan, termasuk alat pemadam api ringan (APAR), palu pemecah kaca, pintu darurat, dan perlengkapan keselamatan lainnya. Dalam kegiatan tersebut, masih ditemukan beberapa kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan, seperti SIM dan STNK yang masa berlakunya telah habis.
“Untuk kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan, kami akan berkoordinasi untuk melakukan penindakan. Kendaraan tersebut dinyatakan tidak layak jalan dan tidak diperbolehkan beroperasi. Pihak PO diwajibkan menyediakan bus pengganti,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Cabang Jasa Raharja Probolinggo, Syarif Mohammad Syafiq, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan rampcheck sebagai upaya pencegahan kecelakaan dan perlindungan terhadap penumpang angkutan umum. Jasa Raharja juga memastikan kepatuhan perusahaan angkutan terhadap kewajiban iuran wajib sesuai Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964.
“Kami memastikan masa berlaku iuran wajib Jasa Raharja aktif, dan alhamdulillah hasil pengecekan hari ini semuanya tertib. Selain itu, kami melakukan penempelan stiker imbauan agar penumpang berani mengingatkan pengemudi apabila berkendara secara ugal-ugalan,” jelas Syarif.

Selain itu, Jasa Raharja juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi pengemudi, kenek, dan penumpang, bekerja sama dengan tenaga medis. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi pengemudi dalam keadaan fit sebelum melakukan perjalanan.
“Pelayanan kesehatan gratis ini kami lakukan untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima. Minimal tensi darah normal dan tidak pusing, sehingga perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman,” pungkasnya.
Melalui sinergi lintas instansi ini, diharapkan pelaksanaan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Jawa Timur, khususnya menuju kawasan wisata Gunung Bromo, dapat berlangsung aman, tertib, dan selamat bagi seluruh pengguna jasa transportasi.
Penulis : Sayful
Editor : Yuril
