DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo Gelar Aksi Bersih Pasar Peringati HUT ke-26 DWP dan Hari Ibu ke-97
Probolinggo, Radarpatroli
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, DWP Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan pasar tradisional selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (29–31/12/2025).

Kegiatan bertajuk “Pasar Bersih, Lingkungan Asri” ini dipimpin langsung oleh Ketua DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo, Bekti Sugeng Wiyanto. Aksi tersebut melibatkan pengurus DWP DKUPP bersama petugas kebersihan pasar setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan pasar tradisional.
Aksi bersih pasar dilaksanakan secara bergilir di tiga lokasi, yakni Pasar Semampir Kecamatan Kraksaan pada Senin (29/12), Pasar Krucil Kecamatan Krucil pada Selasa (30/12), serta Pasar Sukapura Kecamatan Sukapura pada Rabu (31/12). Ketiga pasar tersebut dipilih sebagai representasi pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain membersihkan area pasar dari tumpukan sampah, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi langsung kepada para pedagang. Edukasi tersebut menekankan pentingnya peran pedagang dalam menjaga kebersihan, mulai dari memungut sampah di sekitar lapak hingga membiasakan diri membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Ketua DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo, Bekti Sugeng Wiyanto, menyampaikan bahwa keterlibatan DWP dalam kegiatan ini merupakan bagian dari peran edukatif, khususnya melalui bidang pendidikan.
“Program ini masuk bidang pendidikan, karena kita mengedukasi pedagang-pedagang untuk merasa memiliki pasar. Mereka mencari nafkah di sini, jadi sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga kebersihannya,” ujarnya.
Menurut Bekti, DWP DKUPP tidak memposisikan diri sebagai pihak utama yang bertanggung jawab atas kebersihan pasar, melainkan sebagai penggerak dan teladan bagi pedagang maupun pengelola pasar.
“Bukan kita sebenarnya yang membersihkan, kita hanya memberi contoh dan pendidikan bahwa sampah itu adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, DWP DKUPP juga mendorong pengaktifan kembali paguyuban pedagang di setiap pasar sebagai sarana edukasi yang berkelanjutan. Melalui paguyuban, diharapkan pesan-pesan tentang kebersihan pasar dapat tersampaikan secara rutin dan lebih efektif.
“Kita ingin menghidupkan paguyuban di tiap pasar. Nantinya, DWP DKUPP akan datang secara rutin untuk memberikan edukasi di setiap pertemuan paguyuban,” tambahnya.
Bekti menambahkan, pemilihan pasar sebagai lokasi utama kegiatan merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT DWP dan Hari Ibu. Pasar Semampir, misalnya, dipilih karena dinilai sebagai salah satu pasar yang sudah cukup bersih di Kabupaten Probolinggo dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi pasar lainnya.
Untuk tahap awal, kegiatan bersih-bersih ini dilaksanakan di tiga pasar. Ke depan, program tersebut akan dibuat berkelanjutan dengan rencana kegiatan rutin.
“Tahun 2026 nanti, kita rencanakan program jangka panjang. Dua bulan sekali kita akan rutin turun ke pasar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bekti menerangkan bahwa kebersihan pasar sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat sekaligus berdampak pada peningkatan perekonomian daerah. Pasar yang bersih dan nyaman diyakini dapat menarik minat masyarakat untuk berbelanja.
“Kalau pasarnya bersih, masyarakat akan senang berbelanja dan pada akhirnya pendapatan daerah juga meningkat,” tuturnya.
Ia berharap, menjaga kebersihan pasar dapat tumbuh menjadi budaya bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala pasar dan petugas kebersihan, tetapi juga para pedagang.
“Pedagang juga memiliki kewajiban membersihkan pasar karena mereka hidup dan berpenghasilan di sini,” tegasnya.
Bekti menargetkan dalam satu hingga dua tahun ke depan, pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo dapat menjadi pasar yang bersih dan sehat, sekaligus menjadi percontohan bagi daerah lain serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Harapan saya cuma satu, pedagang punya empati dan tanggung jawab. Setelah buka dan tutup lapak, sampahnya diambil sendiri dan dimasukkan ke tong sampah. Kita ingin membudayakan pasar bersih,” pungkasnya.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
