Petani Kertosuko Belajar Mandiri Produksi Pupuk Dan Pengendali Hama Ramah Lingkungan

0
IMG-20260116-WA0023
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan terus digalakkan di Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan pembuatan Jadam Sulfur (JS), Pupuk Organik Cair (POC), dan Jadam Microbial Solution (JMS) yang diikuti petani bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kertosuko sebagai sarana penunjang Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), Kamis (15/1/2026).

Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) merupakan program nasional dari Kementerian Pertanian yang bertujuan mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah tangga untuk menanam berbagai jenis sayuran dan buah bernutrisi. Melalui program ini, diharapkan keluarga mampu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara mandiri, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan dan membuka peluang tambahan pendapatan rumah tangga.

Di Desa Kertosuko, pelaksanaan Program P2B digerakkan secara kolaboratif oleh BUMDes Kertosuko bersama kelompok tani (poktan). Kegiatan ini mendapat pendampingan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Krucil serta Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perkebunan dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya. Pelatihan difokuskan pada praktik langsung pembuatan sarana produksi pertanian ramah lingkungan yang dapat diproduksi secara mandiri oleh masyarakat desa.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibimbing membuat Jadam Sulfur (JS) yang berfungsi sebagai pengendali hama dan penyakit tanaman, Pupuk Organik Cair (POC) untuk memperkaya nutrisi tanah dan tanaman, serta Jadam Microbial Solution (JMS) yang berperan meningkatkan populasi mikroorganisme baik di dalam tanah. Ketiga sarana ini dinilai efektif sebagai solusi alternatif dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan yang murah, mudah diaplikasikan, dan ramah lingkungan.

POPT Perkebunan, Ika Ratmawati, menekankan pentingnya perubahan pola budidaya menuju sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Menurutnya, pemanfaatan JS, POC, dan JMS mampu menekan serangan hama dan penyakit tanaman tanpa merusak keseimbangan agroekosistem.

“Pengendalian hama dan penyakit tanaman harus dilakukan secara bijak. Dengan memanfaatkan Jadam Sulfur, POC, dan JMS, petani tetap dapat memperoleh hasil optimal tanpa bergantung sepenuhnya pada bahan kimia sintetis yang berpotensi merusak lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator BPP Krucil, Agus Styagung, berharap kegiatan pelatihan ini tidak berhenti pada tahap praktik semata, tetapi dapat berlanjut secara berkesinambungan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara BUMDes dan kelompok tani agar kegiatan pemberdayaan masyarakat benar-benar memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian desa.

“Kami berharap BUMDes dan poktan terus bersinergi dan menyelaraskan program-program pemberdayaan agar mampu mendukung keberhasilan Program Pekarangan Pangan Bergizi serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Pengurus BUMDes Kertosuko, Alex Setyawan dan Bangkit Adi Sugiharto, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut. Mereka menilai kegiatan ini membuka wawasan baru bahwa sarana produksi pertanian yang berkualitas ternyata dapat dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan biaya yang relatif murah.

“Kegiatan seperti ini akan kami lanjutkan secara mandiri. Bahan-bahannya ternyata mudah, murah, dan tersedia di sekitar kita. Tinggal bagaimana kemauan kita untuk terus mempraktikkan dan mengaplikasikannya di lahan pertanian maupun pekarangan rumah,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, Desa Kertosuko diharapkan mampu mengembangkan pertanian pekarangan yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan dan gizi keluarga, serta mendorong kemandirian petani dalam mendukung keberhasilan Program Pekarangan Pangan Bergizi secara berkelanjutan.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!