Angin Puting Beliung Mengamuk, BPBD Probolinggo Fokuskan Penanganan Di Leces
Probolinggo, Radarpatroli
Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Jumat (16/1/2025) sore memicu angin puting beliung di sejumlah kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) guna melakukan penanganan darurat di wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, angin puting beliung terjadi sekitar pukul 15.20 WIB setelah hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Leces dan bergerak ke arah timur hingga beberapa kecamatan lainnya.
“Begitu menerima laporan, TRC PB BPBD Kabupaten Probolinggo langsung turun ke lapangan untuk melakukan asesmen awal, pemotongan pohon tumbang, serta pembersihan material yang menutup akses jalan maupun menimpa rumah warga,” ujarnya.
Penanganan awal difokuskan di wilayah Kecamatan Leces yang menjadi titik awal kejadian. Di wilayah tersebut, BPBD mencatat empat pohon besar dan belasan pohon kecil tumbang. Sebagian pohon tumbang menimpa rumah warga dan fasilitas umum.
“Selain Kecamatan Leces, TRC PB BPBD Kabupaten Probolinggo juga melakukan penanganan di Kecamatan Banyuanyar, Besuk, Gending, Gading, dan Pakuniran,” jelas Oemar.
Dalam upaya penanganan di lapangan, BPBD Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan berbagai unsur terkait. Selain TRC PB BPBD, penanganan juga melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, TNI-Polri, Damkar/Satpol PP, pemerintah desa, staf kecamatan, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, hingga malam hari seluruh kejadian dapat tertangani dengan baik berkat kolaborasi lintas sektor. Akses jalan yang sempat tertutup akibat pohon tumbang sudah kembali normal dan material sisa bencana telah dibersihkan,” terangnya.
Oemar menambahkan, hingga saat ini masih terdapat satu pohon besar di wilayah Kecamatan Banyuanyar yang membutuhkan penanganan lanjutan. Hal tersebut disebabkan karena posisi pohon berada dekat jaringan listrik sehingga memerlukan peralatan khusus.
“Untuk satu pohon besar di Kecamatan Banyuanyar, kami masih menunggu dukungan dari PLN karena membutuhkan alat skywalker. Penanganan harus dilakukan dengan hati-hati demi keselamatan petugas dan masyarakat,” tambahnya.
Selain melakukan penanganan fisik di lapangan, BPBD Kabupaten Probolinggo juga melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak. Pendataan ini dilakukan sebagai dasar penentuan langkah tindak lanjut, termasuk kemungkinan pemberian bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
BPBD Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat yang disertai angin kencang dan puting beliung. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila terjadi kejadian darurat agar dapat segera ditangani.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika terjadi bencana. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam upaya penanggulangan bencana,” pungkas Oemar.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
