Respon Cepat Pemkab Probolinggo, Bupati Haris Tinjau Wilayah Di Dua Kecamatan Yang Terdampak Banjir

0
WhatsApp-Image-2026-01-18-at-15.12.59-1536x1152
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Probolinggo dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris turun langsung ke lokasi terdampak banjir di Kecamatan Sumberasih dan Kecamatan Tongas pada Minggu (18/1/2026), guna memastikan masyarakat memperoleh penanganan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Haris didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Sjaiful Effendi, Kepala Bapelitbangda Juwono Prasetijo Utomo, Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Hudan Syarifuddin, Kepala Pelaksana BPBD Oemar Sjarief, Kepala Dinas Perhubungan Edy Suryanto, Kepala Dinas PUPR Hengki Cahjo Saputra, Kepala Dinas Perkim Agus Budianto, Kepala Dinas Kesehatan dr. Hariawan Dwi Tamtomo, Kepala Dinas Sosial Rachmad Hidayanto, Kepala Satpol PP Taufik Alami, Kepala Disnaker Saniwar, Kepala Dinas Dikdaya Hary Tjahjono, Kepala DPMD Munaris serta Forkopimka Sumberasih.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Dusun Blibis Desa Lemah Kembar Kecamatan Sumberasih. Di tempat ini, Bupati Haris melihat secara langsung kondisi permukiman warga yang terdampak banjir serta menyapa masyarakat yang tengah bergotong royong membersihkan sisa lumpur dan material yang terbawa arus banjir.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke jembatan perbatasan Desa Sumberbendo dan Desa Ambulu. Rombongan juga menyusuri bantaran sungai di sekitar area penjemuran hasil pertanian serta permukiman warga di Desa Ambulu Kecamatan Sumberasih dan Desa Sumendi Kecamatan Tongas. Rangkaian kegiatan peninjauan ditutup di Gang Sampo Dusun Bayeman Tengah Desa Bayeman Kecamatan Tongas.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo sejak awal telah menyiapkan konsep besar penanggulangan bencana yang menitikberatkan pada kecepatan respons, akurasi asesmen, mitigasi dini, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

“Langkah-langkah ini sudah kami siapkan sejak awal, bagaimana pemerintah bisa merespons lebih cepat, melakukan asesmen yang lebih terarah, serta mitigasi yang dilakukan lebih awal dan berkelanjutan melalui kolaborasi,” ujarnya.

Menurut Bupati Haris, konsep tersebut disusun berdasarkan pengalaman Kabupaten Probolinggo yang kerap menghadapi bencana hidrometeorologi. Bahkan dalam beberapa kejadian sebelumnya, Kabupaten Probolinggo sempat kehilangan sekitar 13 jembatan akibat bencana alam. Kondisi tersebut diperparah dengan banjir yang kembali terjadi dalam satu hingga dua bulan terakhir akibat curah hujan yang sangat tinggi.

Ia menambahkan, tingginya intensitas hujan tidak hanya berdampak pada satu wilayah saja, melainkan hampir merata di kawasan rawan bencana, baik di wilayah barat, tengah, maupun timur Kabupaten Probolinggo.

“Kami minta kepada seluruh OPD terkait, terutama BPBD, untuk berkolaborasi dengan kecamatan dan desa agar asesmen bisa dilakukan secara akurat dan mitigasi dapat dilakukan lebih awal. Ke depan, sebelum bencana terjadi, BPBD harus sudah memiliki laporan dan rencana langkah yang jelas,” tegasnya.

Bupati Haris menekankan bahwa bencana alam memang tidak dapat dicegah sepenuhnya, namun dampaknya dapat diminimalisir melalui perencanaan yang matang dan sistem penanganan yang terintegrasi dari tingkat kabupaten hingga desa.

“Pemerintah ini adalah sebuah sistem. Mulai dari Bupati, Wakil Bupati hingga jajaran di bawah merupakan satu kesatuan. Mereka adalah kepanjangan tangan pemerintah untuk hadir dan bekerja di tengah masyarakat,” terangnya.

Dalam penanganan bencana, lanjut Bupati Haris, keterlibatan seluruh unsur menjadi kunci utama, mulai dari BPBD, OPD terkait, TNI-Polri, Damkar, Tagana, relawan, Forkopimka hingga pemerintah desa. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat melalui semangat gotong royong juga menjadi kekuatan penting dalam menghadapi situasi darurat.

“Ini tidak bisa kami lakukan sendiri. Pemerintah akan terus berupaya meminimalisir dampak bencana. Namun ketika bencana terjadi, kami berharap masyarakat juga bersama-sama melakukan gotong royong. Ini adalah konsep besar masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Bupati Haris berharap melalui asesmen yang terus diperbarui serta kolaborasi yang semakin solid, penanganan bencana ke depan dapat berjalan lebih tepat sasaran sehingga dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin. Ia menegaskan pemerintah daerah akan selalu hadir bersama masyarakat dalam kondisi darurat maupun pascabencana.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!