Banjir Meluas Di Kabupaten Probolinggo, BPBD Terjunkan Tim Ke Sejumlah Kecamatan

0
WhatsApp-Image-2026-01-18-at-19.44.28-1536x1152
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Banjir meluas di sejumlah kecamatan di Kabupaten Probolinggo setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu malam. Hingga Minggu (18/1/2026) pukul 02.30 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat genangan air dan kerusakan infrastruktur terjadi di berbagai titik, sehingga upaya pemantauan dan penanganan terus ditingkatkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menyampaikan bahwa sejak awal kejadian, pihaknya telah mengerahkan tim ke lapangan untuk melakukan asesmen cepat guna memastikan kondisi warga serta mendata dampak banjir yang terjadi.

“Hujan deras yang terjadi sejak Sabtu malam mengakibatkan genangan air di sejumlah wilayah, bahkan di beberapa titik menyebabkan kerusakan rumah warga dan infrastruktur. Tim BPBD bersama unsur terkait sudah berada di lapangan untuk melakukan pendataan dan penanganan awal,” ujarnya.

Di wilayah Kecamatan Kraksaan, genangan air dilaporkan terjadi di Kelurahan Kraksaan Wetan dan Kelurahan Sidomukti. Sementara di Kecamatan Gading, air meluap hingga ke pelataran rumah warga di Desa Mojolegi. Dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan, masing-masing rumah milik Ariyati di Dusun Krajan RT 01 RW 01 dengan kategori rusak sedang dan rumah milik Seniati di RT 02 RW 01 dengan kategori rusak ringan. Selain itu, genangan juga terjadi di Dusun Sumbercangkelek Desa Wangkal serta kerusakan jembatan penghubung Blok Gedangan–Krajan di Desa Prasi.

Dampak banjir cukup luas terjadi di Kecamatan Krejengan. Sekitar 50 rumah warga di Dusun Sumber Banger RT 01 dan RT 03 Desa Opo-opo terendam genangan air setinggi kurang lebih 50 sentimeter. Genangan juga terjadi di Jalan Dusun Krajan I Desa Jatiurip, Pondok Pesantren Darut Tauhid Desa Tanjungsari, serta permukiman warga di Dusun Krajan dan Dusun Tempolong yang berdampak pada sekitar 100 rumah.

Selain itu, sejumlah wilayah lain di Kecamatan Krejengan seperti Dusun Jatian Krajan Desa Kamalkuning, Dusun Timur Desa Sumberkatimoho, serta Dusun Krajan dan Dusun Pette Desa Rawan juga mengalami genangan. Meski demikian, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut pada malam hari.

“Di beberapa wilayah air sudah mulai surut, namun kami tetap siaga karena potensi hujan susulan masih ada. Prioritas kami adalah keselamatan warga dan memastikan tidak ada korban jiwa,” jelas Oemar.

Sementara di Kecamatan Maron, banjir menyebabkan putusnya jembatan penghubung antara Desa Brani Wetan dan Desa Sumbersecang serta genangan di wilayah Desa Satreyan. Di Kecamatan Dringu, banjir menggenangi Desa Kalirejo dan Desa Dringu, khususnya di Dusun Pesisir dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter.

Wilayah Kecamatan Besuk juga terdampak banjir, tepatnya di Desa Matekan. Air menggenangi permukiman warga di Dusun Krajan RT 01 RW 01 dan Dusun Utara RT 12 RW 03 dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter.

Di Kecamatan Sumberasih, banjir terjadi di Desa Lemahkembar, Jangur, Banjarsari, dan Sumberbendo. Di Dusun Bibis Desa Lemahkembar, air dilaporkan mulai surut sejak pukul 23.15 WIB, meskipun masih terdapat sejumlah rumah warga yang tergenang.

Dampak signifikan juga tercatat di Kecamatan Tongas. Di Desa Sumendi, banjir merendam Dusun Tabata/Juri dan Dusun Jangglengan dengan total sekitar 40 kepala keluarga terdampak. Di Desa Dungun, banjir terjadi di Dusun Sumberan yang berdampak pada 30 KK. Desa Tambakrejo menjadi wilayah dengan dampak terbesar, meliputi Dusun Wringinan (150 KK), Dusun Krajan (70 KK), Dusun Gerdu (20 KK), dan Dusun Prapatan (80 KK).

Sementara itu, di Desa Bayeman, genangan air terjadi di Dusun Bayeman Tengah (130 KK), Dusun Jaringan (30 KK), Dusun Krajan (25 KK), dan Dusun Talang (15 KK). Selain itu, dapur rumah warga di Dusun Winong Desa Pamatan dilaporkan roboh serta jembatan penghubung antar dusun di Desa Sumberkramat ambrol.

Oemar menegaskan BPBD Kabupaten Probolinggo terus berkoordinasi dengan OPD terkait, pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, serta relawan guna memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat.

“Kami terus melakukan koordinasi lintas sektor. Bantuan darurat akan disesuaikan dengan hasil asesmen di lapangan, sementara untuk kerusakan infrastruktur akan kami laporkan untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing. “Keselamatan adalah yang utama. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!