Pencarian Hari Ketiga, BPBD Kabupaten Probolinggo Sisir Muara Sungai Hingga Jembatan Bayeman
Probolinggo, Radarpatroli
Upaya pencarian seorang anak berusia 2 tahun asal Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo yang dilaporkan hilang terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bersama Camat Tongas Dan unsur TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan masyarakat setempat masih menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menjelaskan bahwa laporan awal terkait hilangnya anak tersebut diterima dari masyarakat pada Selasa (03/02/2026). Setelah menerima laporan, pihak BPBD langsung berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan langkah cepat pencarian.
“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa seorang anak usia dua tahun hilang pada hari Selasa. Begitu laporan masuk, kami langsung bergerak bersama unsur terkait,” ujar Oemar Sjarief.
Ia menjelaskan, pada hari Selasa (04/02/2026) sekitar pukul 05.30 hingga 21.30 WIB, tim gabungan mulai melakukan penyisiran awal. Pencarian dilakukan bersama warga, Polsek setempat, serta didukung oleh personel Koramil. Pada saat yang bersamaan, tim Basarnas Jember yang kebetulan sedang melakukan kegiatan offshore di wilayah Gili Ketapang turut bergabung membantu proses pencarian.
“Penyisiran pertama kami lakukan dari titik lokasi kejadian hingga ke arah Jembatan Bayeman. Kegiatan ini berlangsung hingga sekitar pukul 10.00 WIB,” jelasnya.

Namun hingga penyisiran tahap awal tersebut selesai, korban belum berhasil ditemukan. Tim kemudian melanjutkan pencarian pada hari yang sama dengan cakupan area yang lebih luas, termasuk sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi jalur hanyut korban.
Oemar menambahkan, pencarian kembali dilanjutkan pada pagi hari berikutnya dengan kekuatan personel yang lebih lengkap. Selain Basarnas Jember, pencarian juga diperkuat oleh relawan dari potensi SAR BPBD, relawan Songa, relawan perkalian, serta masyarakat Desa Sumendi dan Desa Bayeman.
“Pada malam hari seluruh unsur lengkap, mulai dari Polsek, Koramil, BPBD, hingga relawan. Pagi harinya juga tetap dilanjutkan dengan tambahan kekuatan dari Basarnas Jember,” katanya.
Penyisiran dilakukan secara menyeluruh dari pagi hingga sore hari, yakni hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Tim menyisir area sungai, bantaran sungai, serta titik-titik rawan yang memungkinkan korban tersangkut apabila benar-benar terjatuh dan tenggelam di aliran sungai.
Memasuki hari Kamis (05/02/2026), pencarian kembali dilanjutkan dengan strategi yang lebih terfokus. Tim dibagi menjadi dua kelompok untuk menyisir area dari titik awal kejadian hingga ke muara sungai.
“Hari ini kami lanjutkan pencarian dengan membagi tim menjadi dua. Satu tim menyisir dari titik awal, satu tim menyisir hingga ke muara,” terang Oemar.

Dalam pencarian kali ini, tim juga membawa peralatan tambahan berupa gergaji mesin (senso). Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila korban tersangkut di tumpukan bambu, semak, atau material lain yang berada di sepanjang aliran sungai.
“Kami membawa senso karena dikhawatirkan jika memang korban tenggelam di sungai, bisa saja tersangkut di barongan bambu atau material lain,” tambahnya.
Hingga siang hari, hasil pencarian masih belum membuahkan hasil. Meski demikian, tim gabungan tetap melanjutkan upaya pencarian secara maksimal dengan mempertimbangkan aspek keselamatan seluruh personel yang terlibat.
Oemar menegaskan bahwa pencarian akan terus dilakukan berdasarkan hasil evaluasi harian yang dilakukan bersama Basarnas dan pihak kepolisian. Setiap hari terdapat batasan dan tahapan pencarian yang harus dievaluasi secara teknis dan profesional.
“Setiap hari kami melakukan evaluasi bersama Basarnas dan Polsek. Apakah pencarian dilanjutkan atau ada penyesuaian metode, itu berdasarkan hasil evaluasi lapangan,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Probolinggo juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta turut membantu dengan memberikan informasi apabila menemukan petunjuk yang berkaitan dengan keberadaan korban.
“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak. Jika ada warga yang mengetahui atau menemukan hal-hal mencurigakan di sekitar lokasi pencarian, segera laporkan kepada petugas,” pungkas Oemar Sjarief.
Upaya pencarian ini menjadi wujud sinergi dan kepedulian bersama antara pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat kemanusiaan di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Penulis : Sayful
Editor : Yuris
