BPBD Kabupaten Probolinggo Bergerak Cepat Tangani Dampak Cuaca Ekstrem Di Desa Pohsangit Leres
Probolinggo, Radarpatroli
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu sore (7/2/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, bahkan sejumlah fasilitas umum turut terdampak akibat kuatnya terpaan angin yang datang secara tiba-tiba.

Kejadian ini membuat warga setempat panik karena hujan deras berlangsung cukup lama dengan disertai angin kencang yang merusak atap rumah, merobohkan bagian bangunan, serta menumbangkan beberapa pepohonan di sekitar permukiman. Kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir memang meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat menindaklanjuti kejadian tersebut. Setelah menerima laporan dari masyarakat, BPBD melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) langsung berkoordinasi dengan aparat desa, relawan kebencanaan, serta unsur terkait lainnya untuk melakukan asesmen awal di lokasi terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan bahwa langkah cepat ini dilakukan guna memastikan kondisi warga serta mengetahui secara pasti tingkat kerusakan rumah dan fasilitas umum yang terdampak.
“BPBD segera menurunkan tim untuk melakukan pendataan serta asesmen dampak cuaca ekstrem di Desa Pohsangit Leres. Fokus kami saat ini adalah memastikan keselamatan warga terdampak, sekaligus mengidentifikasi kerusakan rumah maupun fasilitas umum,” ujar Oemar.
Berdasarkan rekap sementara BPBD, kerusakan paling banyak terjadi di wilayah Dusun Bringin dan Dusun Kukun RT 9 RW 4. Di Dusun Bringin, satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat bagian atap dan struktur bangunan yang roboh. Sementara beberapa rumah lainnya mengalami kerusakan sedang hingga ringan, terutama pada bagian genteng yang beterbangan diterpa angin.
Sedangkan di Dusun Kukun RT 9 RW 4, sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Meski tidak sampai merobohkan bangunan, namun beberapa rumah mengalami kerusakan pada bagian atap serta dinding yang retak.
Tidak hanya rumah warga, fasilitas umum juga turut terdampak. BPBD mencatat beberapa bangunan penting mengalami kerusakan, di antaranya Musholla Sirojulfalah serta bangunan SPPG. Tim di lapangan saat ini masih melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan darurat.
Oemar menegaskan bahwa dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Namun demikian, pihaknya tetap meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini proses asesmen masih berlangsung dan akan kami laporkan kembali apabila ada perkembangan lebih lanjut,” tegasnya.
BPBD Kabupaten Probolinggo juga mengimbau warga agar segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas BPBD jika terjadi bencana serupa, seperti angin kencang, pohon tumbang, maupun banjir akibat curah hujan tinggi. Pelaporan cepat dinilai penting agar proses penanganan bisa segera dilakukan dan dampak bencana dapat diminimalisir.
Selain itu, BPBD terus melakukan pemantauan perkembangan cuaca serta bersiaga bersama relawan kebencanaan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi di musim penghujan ini.
Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan asesmen pasca hujan deras dan angin kencang di Desa Pohsangit Leres Kecamatan Sumberasih
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
