Program MBG Jadi Fondasi Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045 Di Pemkot Probolinggo 

0
WhatsApp Image 2026-02-13 at 08_53_24
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Suasana ceria tampak di TK Tunas Harapan Kota Probolinggo pada Jumat (13/2) pagi. Dalam rangka memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal, Bunda PAUD Kota Probolinggo dr. Evariani yang juga Ketua TP PKK turun langsung melakukan visitasi sekaligus memberikan edukasi gizi kepada anak-anak dan wali murid. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung tumbuh kembang generasi sehat sejak usia dini.

Setibanya di lokasi, Bunda Evariani langsung menyapa anak-anak Kelompok A1 yang tengah bersiap menyantap MBG dengan menu nasi putih, ayam kremes, tempe bacem, tumis buncis dan baby corn, jeruk ponkam serta susu. Suasana penuh kehangatan terlihat saat ia berinteraksi dengan para siswa yang antusias menikmati makanan bergizi tersebut.

Bunda Eva sapaan akrabnya, tidak hanya hadir memantau, tetapi juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar gemar makan makanan sehat demi mendukung pertumbuhan fisik dan kecerdasan. Kegiatan serupa kemudian dilanjutkan ke kelas Kelompok A2 dan A3, dengan pendekatan yang sama penuh perhatian dan semangat.

Dalam arahannya di hadapan wali murid di pendapa sekolah, Bunda Eva menegaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci utama pada periode emas perkembangan otak anak hingga usia 8 tahun.

“Pemberian makanan bergizi sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada periode emas. Orang tua perlu memahami kembali konsep gizi seimbang, mengenalkan berbagai jenis makanan sejak dini serta menghindari gula, garam berlebih dan penyedap rasa agar anak mengenal rasa alami makanan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memantau status gizi anak melalui pengukuran berat dan tinggi badan, imunisasi serta memastikan daya tahan tubuh anak tetap baik. Edukasi di rumah, lanjutnya, harus selaras dengan program sekolah, termasuk membiasakan disiplin, membatasi penggunaan gawai dan membangun kebiasaan makan bersama keluarga.

Menurutnya, jika anak menolak makanan tertentu, orang tua tidak boleh menyerah. Pendekatan kreatif seperti melibatkan anak dalam proses memasak dapat menumbuhkan rasa memiliki dan ketertarikan untuk mencoba makanan tersebut.

“Kalau anak tidak suka, jangan langsung berhenti mengenalkan. Ajak mereka memasak bersama, biarkan mereka menyentuh dan mengolahnya. Dari situ akan tumbuh kebanggaan dan minat mencoba,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala PAUD Tunas Harapan Ngatim menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan arahan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa program MBG telah berjalan sejak 19 Agustus 2025 dan hingga kini tidak menemui kendala berarti.

“Alhamdulillah pelaksanaan MBG berjalan lancar. Masukan terkait pendataan preferensi makanan anak akan segera kami tindak lanjuti untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” tutur Ngatim.

Menu MBG setiap Senin hingga Jumat meliputi nasi, protein nabati, protein hewani, sayur, buah dan terkadang susu. Khusus Sabtu, siswa menerima goodie bag berisi roti, susu, telur rebus dan buah. Sekolah juga rutin melakukan pemantauan kualitas makanan, kebersihan serta evaluasi sisa makanan sebagai bahan tindak lanjut bersama orang tua.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Eka Pujiyanti menegaskan pentingnya keberlanjutan edukasi gizi di tingkat PAUD serta integrasinya dengan program MBG.

“Edukasi gizi merupakan bagian dari peran Bunda PAUD dan dapat diintegrasikan dengan MBG untuk mendukung monitoring dan evaluasi. Dengan integrasi ini, diharapkan ada variasi menu yang lebih sehat dan bergizi serta masukan bagi penyusunan menu ke depan,” jelasnya.

Ia menilai secara kurikulum TK Tunas Harapan telah berjalan baik. Berdasarkan diskusi dengan wali murid, pemahaman tentang konsep “Isi Piringku” dan prinsip 4 sehat 5 sempurna juga sudah cukup baik. Ke depan, diharapkan anak-anak semakin mengenal beragam variasi makanan sehat tanpa paksaan.

Program MBG sendiri diharapkan menjadi fondasi dalam mencetak generasi sehat, cerdas dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Sinergi antara sekolah, orang tua dan pemerintah menjadi kunci utama dalam mengawal tumbuh kembang anak secara optimal.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!