Armo Eko Purwanto Serap Aspirasi Warga Dalam Reses Tahap Kedua DPRD Kabupaten Probolinggo
Probolinggo, Radarpatroli
Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PKB, Armo Eko Purwanto, S.Sos, menggelar Reses Tahap Kedua Masa Persidangan 2 Tahun Sidang 2 DPRD Kabupaten Probolinggo pada Senin (02/03/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari agenda rutin DPRD untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.

Dalam forum dialog yang berlangsung terbuka, warga menyampaikan sejumlah usulan prioritas, terutama terkait perbaikan jalan kabupaten, pembangunan dan perbaikan jembatan, serta kebutuhan sarana ibadah berupa musholla di lingkungan masing-masing desa.
Menanggapi hal tersebut, Armo Eko Purwanto menegaskan bahwa dirinya memiliki kewajiban untuk membawa seluruh aspirasi masyarakat ke tingkat kabupaten agar dapat dibahas bersama eksekutif.
“Kalau itu jalan kabupaten, nanti saya usulkan kepada Bupati. Tugas saya adalah menyampaikan aspirasi masyarakat supaya bisa masuk dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa beberapa titik jalan yang dikeluhkan warga sebenarnya sudah masuk dalam daftar usulan sebelumnya. Bahkan, untuk wilayah Dek Timur, usulan tersebut telah diperjuangkan sejak tiga tahun lalu.
“Sudah saya perjuangkan sejak beberapa tahun lalu. Insya Allah tahun ini bisa mulai digarap. Memang kondisi anggaran daerah saat ini terbatas, jadi semua harus menunggu tahapan dan prioritas,” jelasnya.

Selain infrastruktur jalan, persoalan jembatan juga menjadi perhatian warga karena dinilai penting untuk mendukung akses ekonomi dan mobilitas masyarakat. Tak hanya itu, pembangunan musholla sebagai sarana ibadah dan kegiatan keagamaan turut disampaikan dalam forum tersebut.
Armo memastikan seluruh aspirasi dicatat dan akan dikawal sesuai mekanisme yang berlaku. Ia juga mengingatkan bahwa wilayah dapilnya mencakup 37 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Sumberasih, Tongas, dan Lumbang, sehingga pemerataan pembangunan harus menjadi pertimbangan utama.
“Reses ini dilaksanakan setiap empat bulan sekali. Jadi silakan masyarakat terus menyampaikan kebutuhan dan perkembangan di lapangan. Kita kawal bersama-sama,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun demikian, menurutnya pembangunan harus tetap mengedepankan kebersamaan tanpa membeda-bedakan latar belakang pilihan politik masyarakat.
Kegiatan reses tersebut diakhiri dengan diskusi lanjutan dan komitmen untuk terus menjalin komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat, agar program pembangunan di Kabupaten Probolinggo dapat berjalan sesuai kebutuhan dan harapan warga.
Penulis : Sayful
Editor : Yuris
