FGD Pemberdayaan Masyarakat Digelar, Dorong Curah Grinting Dukung Program Bersolek 2026

0
WhatsApp Image 2026-03-10 at 11_54_08
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Upaya memperkuat peran masyarakat dalam menjaga lingkungan terus digencarkan Pemerintah Kota Probolinggo. Salah satunya melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Masyarakat yang melibatkan berbagai unsur warga Kelurahan Curah Grinting pada Selasa (10/3) di Hall Bremi, Hotel Bromo View.

Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi sekaligus sarana menghimpun berbagai gagasan dari masyarakat untuk mendukung terwujudnya visi pembangunan Kota Probolinggo Bersolek 2026 yang berorientasi pada kebersihan lingkungan, pemberdayaan warga, dan penguatan ekonomi lokal.

Lurah Curah Grinting, Rois Siswanto menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menggali berbagai ide dan masukan dari masyarakat terkait pengelolaan lingkungan, khususnya dalam pengolahan sampah melalui konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat implementasi Program Kampung Iklim (Proklim) di wilayah Kelurahan Curah Grinting.

Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Dengan adanya diskusi bersama ini, diharapkan muncul berbagai inovasi dari warga dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatan lingkungan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa FGD ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk mendukung terwujudnya program Kota Probolinggo Bersolek. Ia menjelaskan bahwa Bersolek merupakan akronim dari Bersih, Elok, Ramah, Sejahtera, Organik, Lestari, Edukatif, dan Kreatif.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi landasan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada penataan lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai potensi yang dimiliki daerah.

“Lingkungan yang bersih dan ramah akan mendorong masyarakat luar untuk berkunjung sehingga dapat menggerakkan perekonomian warga, termasuk melalui pengembangan UMKM, kegiatan seni budaya, hingga potensi wisata berbasis masyarakat,” ujarnya.

Selain pengelolaan sampah, masyarakat juga didorong untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat lingkungan melalui konsep urban farming. Warga diajak memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menanam berbagai tanaman pangan seperti cabai, sayuran, maupun tanaman produktif lainnya yang dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendukung Program Kampung Iklim yang menekankan pada adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis masyarakat.

Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diajak untuk terus menjaga kebersihan lingkungan melalui program ASRI (Aksi Bersih-bersih). Melalui gerakan tersebut, warga diharapkan dapat rutin melaksanakan kerja bakti bersama, baik di lingkungan permukiman, fasilitas umum, maupun di titik-titik yang rawan menjadi lokasi pembuangan sampah liar.

“Gerakan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk melawan persoalan sampah sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman,” jelasnya.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh berbagai unsur masyarakat di tingkat kelurahan, di antaranya para ketua RT dan RW, Ketua Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat, serta Bhabinkamtibmas setempat.

Melalui FGD ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, kelembagaan masyarakat, dan warga dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Kelurahan Curah Grinting pun diharapkan mampu menjadi contoh kelurahan yang mandiri, tangguh menghadapi perubahan iklim, serta berdaya secara ekonomi melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!