Jelang Nyepi Dan Idul Fitri, Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

0
230f86c7-998c-46a3-ba25-6cec21d45a64
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Dalam rangka menjaga kekhusyukan ibadah serta memperkuat nilai toleransi antarumat beragama, akses wisata menuju Gunung Bromo di wilayah Kabupaten Probolinggo akan ditutup sementara. Penutupan yang dimulai dari Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Raya Nyepi serta menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Kebijakan tersebut merujuk pada Surat Edaran Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo Nomor 604/SE/PHDI-KAB/II/2026. Penutupan dijadwalkan berlangsung mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB.

Selama periode tersebut, seluruh aktivitas wisata menuju kawasan Gunung Bromo dihentikan total. Hal ini dilakukan guna menghormati masyarakat Tengger yang menjalankan Hari Raya Nyepi dengan penuh kekhusyukan. Selain itu, momentum ini juga memberikan ruang bagi umat Muslim, khususnya para pelaku wisata, untuk melaksanakan ibadah Idul Fitri serta bersilaturahmi bersama keluarga.

Penutupan akses ini turut dijaga oleh sejumlah petugas gabungan guna memastikan tidak ada aktivitas wisata yang berlangsung selama waktu yang telah ditentukan.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Her Mulyadi melalui Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Umi Subiyantiningsih, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk nyata toleransi antarumat beragama sekaligus upaya menjaga ketenangan dalam beribadah.

“Penutupan akses wisata ini adalah bentuk penghormatan terhadap masyarakat Tengger yang melaksanakan Hari Raya Nyepi agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk. Di sisi lain, kami juga memberikan kesempatan bagi para pelaku wisata yang merayakan Idul Fitri untuk melaksanakan ibadah dan berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.

Umi juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak berkunjung selama masa penutupan karena seluruh akses dipastikan tidak dapat dilalui untuk kegiatan wisata.

“Bagi wisatawan yang berencana berkunjung setelah pembukaan kembali pada 21 Maret 2026 siang, kami sarankan untuk melakukan pemesanan tiket secara online jauh-jauh hari, karena biasanya terjadi lonjakan kunjungan pasca penutupan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap masyarakat dapat memaknai momentum Nyepi dan Idul Fitri sebagai sarana memperkuat toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman.

“Semoga momen suci ini membawa kedamaian, mempererat rasa saling menghormati serta memberikan keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!