PMI Kabupaten Probolinggo Dan MAN 2 Gelar Laga Aksi Praja VII, Ratusan Anggota PMR Ikuti Pelatihan Dan Kreasi Kemanusiaan
Probolinggo, Radarpatroli.com – Semangat kemanusiaan dan jiwa sosial generasi muda tampak membara di lingkungan MAN 2 Probolinggo, Desa Karanggeger Kecamatan Pajarakan, saat ratusan anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari berbagai sekolah mengikuti Latihan Gabungan dan Ajang Kreasi PMR “Laga Aksi Praja” VII Tahun 2026, Sabtu hingga Minggu (16-17/5/2026).

Palang Merah Indonesia Kabupaten Probolinggo melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Timur berkolaborasi dengan MAN 2 Probolinggo menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat pembinaan karakter, keterampilan dan kepedulian sosial generasi muda melalui wadah PMR.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Kabupaten Probolinggo Sudjono didampingi Korwil Timur PMI Kabupaten Probolinggo Helman. Pembukaan Laga Aksi Praja VII ditandai dengan pemukulan gong serta penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan kontingen PMR.
Sebanyak 21 kontingen mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 11 kontingen PMR tingkat madya dan 10 kontingen PMR tingkat wira. Total peserta mencapai 403 orang dengan rincian 58 peserta laki-laki dan 254 peserta perempuan. Selain itu, kegiatan juga didukung oleh 42 pembina serta 30 panitia dan asisten panitia.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif mulai dari lomba pembuatan tandu darurat tingkat madya dan wira, lomba pembuatan logo, lomba sang juara, mini log Laga Aksi Praja, musikalisasi puisi, senam kreasi PMR hingga lomba kebersihan, kerapian dan kelengkapan tenda. Peserta juga mendapatkan materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) siswa.

Korwil Timur PMI Kabupaten Probolinggo Helman menyampaikan bahwa Laga Aksi Praja menjadi bagian dari pembinaan PMR dalam meningkatkan keterampilan, pengetahuan serta sikap kemanusiaan bagi para anggota.
“Latihan gabungan dengan pendekatan keterampilan hidup ini menjadi ajang pertemuan anggota PMR untuk saling berbagi, mengevaluasi serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan secara seimbang dalam suasana gembira dan partisipatif. Kegiatan ini menjadi sarana penerapan Tri Bakti PMR sekaligus pengembangan kapasitas sumber daya manusia PMI sejak usia pelajar,” ungkapnya.
Sementara Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Kabupaten Probolinggo Sudjono menilai keberadaan PMR memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi penerus PMI yang tangguh dan berjiwa sosial tinggi.
“Alhamdulillah, selama ini teman-teman di PMR bersama para pembina selalu siap melaksanakan berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun kegiatan bersama. Ini memiliki arti penting bagi kami para pengurus PMI karena ke depan akan ada calon-calon pengganti,” ujarnya.
Sudjono menjelaskan PMI tidak hanya bergerak di bidang donor darah, tetapi juga aktif dalam penanganan bencana, kekeringan serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
“Kehadiran PMI di masyarakat benar-benar dibutuhkan. Tidak hanya donor darah, tetapi juga kesiapan menangani bencana, kekeringan dan kegiatan sosial lainnya,” jelasnya.
Ia berharap melalui pembinaan PMR akan lahir pemimpin muda yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan siap menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan di masa depan.
“Mudah-mudahan nanti kita memiliki pemimpin-pemimpin yang berjiwa sosial, tangguh dan sanggup menghadapi segala sesuatu yang dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Sudjono, jiwa kepemimpinan tidak cukup dibangun melalui kemampuan akademik semata, tetapi juga harus ditanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini.
“PMR bukan tempat mencari sesuatu, tetapi tempat belajar sosial dan kepedulian. Prinsip-prinsip PMI mengajarkan nilai kemanusiaan agar mereka menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan dan sesama,” tambahnya.
Ke depan, PMI Kabupaten Probolinggo berharap semakin banyak sekolah membentuk PMR mulai tingkat mula, madya hingga wira guna mencetak generasi muda yang tangguh, peduli dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
