Budaya Literasi Menguat, Pondokkelor Pintar Sabet Juara 1 Lomba Perpustakaan Desa

0
IMG-20260622-WA0035
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Komitmen dalam membangun budaya literasi di tingkat desa kembali membuahkan hasil membanggakan. Perpustakaan “Pondokkelor Pintar” Desa Pondokelor, Kecamatan Paiton berhasil meraih juara pertama dalam ajang Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan Terbaik Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo.

Pengumuman pemenang disampaikan secara resmi dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Jabung 1 Kantor Bupati Probolinggo, Senin (22/6/2026). Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh dewan juri dan dihadiri Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas bersama para finalis perpustakaan desa dan kelurahan terbaik tahun 2026.

Keberhasilan Perpustakaan Pondokkelor Pintar menjadi juara menunjukkan bahwa pengelolaan perpustakaan desa tidak hanya berfokus pada penyediaan buku, tetapi juga mampu menghadirkan ruang belajar, inovasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis literasi.

Dalam kompetisi tersebut, posisi juara kedua diraih oleh Perpustakaan “Aqila” Desa Krejengan, Kecamatan Krejengan. Sementara juara ketiga diraih Perpustakaan “Jendela Dunia” Desa Tegalsiwalan, Kecamatan Tegalsiwalan. Adapun kategori harapan pertama diraih Perpustakaan “Alas Tengah” Desa Alas Tengah, Kecamatan Paiton dan harapan kedua diraih Perpustakaan “Harapan Bangsa” Desa Bulujaran Lor, Kecamatan Tegalsiwalan.

Penilaian lomba dilakukan secara menyeluruh dengan mengacu pada delapan komponen utama, yakni koleksi perpustakaan, sarana dan prasarana, layanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan perpustakaan, pengelolaan, inovasi dan kreativitas serta dampak perpustakaan terhadap masyarakat.

Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas memberikan apresiasi kepada seluruh desa yang berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, keikutsertaan para peserta menjadi bukti nyata adanya semangat untuk terus menumbuhkan budaya baca dan literasi di tengah masyarakat.

“Dari total 325 desa dan 5 kelurahan di Kabupaten Probolinggo, sebanyak 11 desa berhasil mengikuti seluruh tahapan lomba perpustakaan desa. Semangat dan dedikasi para peserta menjadi modal penting dalam membangun perpustakaan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ulfi menjelaskan seluruh peserta telah melewati proses panjang yang membutuhkan persiapan, kreativitas dan kerja sama berbagai pihak. Hal tersebut menjadi bentuk nyata komitmen desa dalam menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat.

Ia menambahkan, penyelenggaraan lomba perpustakaan desa dan kelurahan tahun 2026 mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Perpustakaan Nasional sehingga program tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau wilayah yang lebih luas.

Lebih lanjut, Ulfi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan pemerintah kecamatan dalam proses pembinaan dan pendampingan kepada desa-desa.

“Ke depan kami berharap kecamatan juga menjadi bagian penting dalam penguatan perpustakaan desa. Kecamatan dapat memberikan motivasi dan pembinaan kepada desa-desa di bawah naungannya sehingga kualitas perpustakaan terus meningkat dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Ulfi menegaskan seluruh peserta sesungguhnya telah menjadi pemenang karena telah menjalani proses pembelajaran dan pengembangan yang berdampak bagi masyarakat.

“Menang atau tidak menang dalam sebuah lomba adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah proses yang sudah dilalui. Semua peserta telah berusaha menyiapkan inovasi, menunjukkan dedikasi dan memberikan yang terbaik bagi perpustakaan desanya,” tegasnya.

Kepada lima desa terbaik, Ulfi menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan agar prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Dispersip Kabupaten Probolinggo juga memastikan pembinaan dan monitoring terhadap perpustakaan desa akan terus dilakukan, termasuk melakukan kunjungan langsung ke desa-desa berprestasi agar capaian yang diraih tidak berhenti setelah lomba selesai.

“Lomba ini hanya sarana untuk memacu semangat. Yang paling penting adalah keberlanjutan program dan manfaatnya bagi masyarakat. Kami akan terus melakukan pembinaan dan melihat langsung perkembangan perpustakaan desa agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!