Wali Kota Probolinggo Terima Kunjungan Bappenas dan Kedubes Australia, Perkuat Komitmen Kota Inklusif dan Ramah Disabilitas
Probolinggo, Radarpatroli.com
Komitmen Pemerintah Kota Probolinggo dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan mitra internasional. Hal itu ditandai dengan kunjungan lapangan tim Kementerian PPN/Bappenas bersama Kedutaan Besar Australia yang diterima langsung oleh Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin di Kantor Wali Kota Probolinggo, Selasa (23/6).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Bunda Inklusi Kota Probolinggo dr. Evariani, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, jajaran kepala perangkat daerah terkait serta perwakilan warga penyandang disabilitas.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa pembangunan di Kota Probolinggo harus memberikan ruang yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk kelompok disabilitas. Menurutnya, upaya menciptakan kota yang inklusif tidak hanya berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi juga memastikan keterlibatan aktif penyandang disabilitas dalam proses pembangunan.
“Di kota ini semua harus inklusif sehingga melibatkan semua, karena kita setara,” tegasnya.
Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, Pemkot Probolinggo telah mengarahkan seluruh kelurahan menjadi kelurahan ramah disabilitas. Penyandang disabilitas didorong untuk berpartisipasi dalam berbagai program dan aktivitas pembangunan daerah.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat payung hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024 tentang Disabilitas. Regulasi tersebut menjadi dasar kebijakan untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas, termasuk di sektor ketenagakerjaan.

Wali Kota Aminuddin menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan job fair diwajibkan menyediakan kuota minimal 1 persen bagi pekerja disabilitas.
“Saat ini melalui penyelenggaraan job fair, kami mewajibkan setiap perusahaan untuk memenuhi kuota 1 persen bagi pekerja disabilitas,” jelasnya.
Tidak hanya membuka akses pekerjaan, pemerintah daerah juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan keterampilan. Saat ini tersedia 14 jenis pelatihan yang mencakup bidang kuliner hingga peternakan sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.
“Yang sekarang ini kita tambah lagi ke depan yaitu menjadi 14, termasuk yang terakhir ini adalah menjadi peternak burung puyuh,” tambah Dokter Aminuddin.
Sementara itu, First Secretary Kedutaan Besar Australia dari Department of Foreign Affairs and Trade, Elena Martin Avila, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun di Kota Probolinggo antara pemerintah daerah, organisasi disabilitas dan sektor usaha.
Menurut Elena, kemitraan Indonesia dan Australia memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk melihat secara langsung bagaimana pemerintah daerah, organisasi disabilitas dan dunia usaha bekerja sama untuk memperluas kesempatan kerja bagi kelompok difabel,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Direktur Keluarga, Pengasuhan, Perempuan dan Anak Kementerian PPN/Bappenas, Qurrota Ayun. Ia menilai langkah-langkah yang dilakukan Kota Probolinggo dapat menjadi contoh praktik baik dalam pelaksanaan program inklusi di daerah.
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya melihat dampak nyata implementasi program inklusi yang menjadi bagian dari Prioritas Nasional dalam RPJMN 2025–2029.
“Kami ingin belajar dan melihat langsung praktik baik di Kota Probolinggo agar dapat dijadikan model yang nantinya bisa diterapkan di daerah-daerah lain di Indonesia,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Probolinggo, Retno Wandansari, menjelaskan bahwa fokus utama kunjungan lapangan kali ini adalah penguatan serta optimalisasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) bidang ketenagakerjaan.
Optimalisasi layanan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas akses dan meningkatkan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Kota Probolinggo.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu Direktur Program PPDiS Luluk Ariantini serta audiensi bersama perwakilan penyandang disabilitas untuk menyerap pengalaman, tantangan dan pembelajaran dari implementasi program inklusi yang telah berjalan di lapangan.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
