Habib Hasyim Bin Yahya dan Habib Muhammad Al Habsy Isi Tausiyah Peringatan 10 Muharram di Desa Mentor
Probolinggo, Radarpatroli.com
Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo menggelar Pengajian Umum yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada 27 anak yatim piatu. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Kepala Desa Mentor, Hasan, pada Sabtu (27/06/2026) malam itu berjalan dengan khidmat, penuh kekeluargaan, dan dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai kalangan.

Peringatan 10 Muharram yang dikenal sebagai Hari Asyura tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Desa Mentor untuk meningkatkan keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Mentor Hasan, Habib Hasyim Bin Yahya dari Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Habib Muhammad Al Habsy dari Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta ratusan jamaah yang memadati lokasi pengajian sejak selepas salat Isya.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan dengan penuh penghayatan oleh Ainul Yakin. Lantunan ayat-ayat suci tersebut membuat suasana semakin syahdu dan mengantarkan jamaah memasuki rangkaian pengajian yang dipenuhi lantunan shalawat, doa bersama, serta tausiyah keagamaan yang sarat makna.

Dalam tausiyahnya, Habib Hasyim Bin Yahya menyampaikan bahwa pergantian tahun Hijriah bukan sekadar perubahan angka dalam penanggalan Islam, melainkan momentum bagi setiap muslim untuk melakukan introspeksi diri serta memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak.
Menurutnya, datangnya Tahun Baru Islam hendaknya menjadi penyemangat untuk meninggalkan segala kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.
“Memperingati 10 Muharram ini yang perlu kita sampaikan adalah dengan datangnya Tahun Baru Islam, kita memohon kepada Allah SWT agar di tahun 1448 Hijriah ini kita menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Harapan kita semua adalah menjadi manusia yang lebih bermanfaat, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan dan masyarakat yang kurang mampu,” ujar Habib Hasyim Bin Yahya.

Ia juga mengingatkan bahwa salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Muharram adalah menyantuni anak yatim. Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim merupakan bentuk nyata dari ajaran Rasulullah SAW yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Semoga kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi acara seremonial tahunan, tetapi benar-benar menjadi budaya masyarakat untuk saling berbagi, saling membantu, dan memperkuat rasa persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Habib Muhammad Al Habsy dalam tausiyahnya mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak muhasabah diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan yang penuh dengan berbagai tantangan.
Menurutnya, setiap pergantian tahun menjadi pengingat bahwa usia manusia terus bertambah dan kesempatan untuk beramal semakin berkurang. Oleh sebab itu, setiap muslim hendaknya memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk memperbanyak amal saleh, menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, serta memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Memasuki Tahun Baru Hijriah ini, semangat kita adalah lebih banyak bermuhasabah. Bertambahnya usia berarti kita semakin dekat dengan kematian, sehingga kita harus menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Mari kita perkokoh ukhuwah, dekat dengan para ulama, dan terus berbuat baik kepada sesama. Insya Allah, dengan membahagiakan orang lain, hati kita juga akan dipenuhi kebahagiaan. Yang paling utama adalah menumbuhkan cinta kepada Rasulullah SAW,” tutur Habib Muhammad Al Habsy.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan, melainkan terus menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Mentor Hasan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Menurutnya, pengajian umum dan santunan anak yatim merupakan agenda yang diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai religius sekaligus membangun kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, para donatur, serta seluruh warga Desa Mentor yang telah bergotong royong menyukseskan acara tersebut.
“Momentum 10 Muharram ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan keimanan, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim piatu. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Mentor dan menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT,” ujar Hasan.
Ia berharap tradisi memperingati 10 Muharram dengan kegiatan keagamaan dan santunan kepada anak yatim dapat terus dilestarikan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus implementasi nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Usai rangkaian tausiyah dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 27 anak yatim piatu. Santunan diserahkan secara langsung oleh Kepala Desa Mentor Hasan bersama Habib Hasyim Bin Yahya, Habib Muhammad Al Habsy, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Prosesi santunan berlangsung penuh haru. Satu per satu anak yatim menerima bantuan dengan wajah ceria dan penuh rasa syukur. Kehangatan suasana begitu terasa ketika para jamaah turut memberikan doa dan semangat kepada anak-anak agar tetap optimis dalam menjalani kehidupan serta mampu meraih masa depan yang lebih baik.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para habaib, memohon keberkahan, keselamatan, kesehatan, serta kemakmuran bagi seluruh masyarakat Desa Mentor, Kabupaten Probolinggo, dan bangsa Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan semangat berbagi, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Pengajian umum dan santunan anak yatim ini pun menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial masih terjaga dengan baik di Desa Mentor, sehingga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya dalam memperingati momen penuh berkah di bulan Muharram.
Penulis : Sayful
Editor : Yuris
