Affenextion Tampil Memukau di Semipro 2026, Bukti Breakdance Jadi Wadah Prestasi Generasi Muda Kota Probolinggo

0
fb9ec656-fc6c-4a84-968e-0c3067ebc8d7
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Semarak Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2026 tak hanya menghadirkan hiburan musik dan kuliner, tetapi juga menjadi panggung bagi kreativitas generasi muda. Salah satu penampilan yang sukses mencuri perhatian ribuan pengunjung pada Sabtu (4/7) malam di Stadion Bayuangga adalah aksi energik komunitas breakdance Affenextion, yang tampil memadukan seni tari modern dengan semangat sportivitas dan kreativitas.

Delapan anggota Affenextion tampil penuh percaya diri di atas panggung utama dengan gerakan breakdance yang dinamis dan atraktif, diiringi musik berirama cepat yang membuat suasana semakin semarak. Penampilan mereka mencapai puncaknya saat berkolaborasi dengan bintang tamu utama malam itu, DJ Maximoma, yang menghadirkan perpaduan musik elektronik dan koreografi modern sehingga sukses menghibur para pengunjung.

Dalam penampilannya, Affenextion membawakan lima lagu enerjik, dengan tiga lagu di antaranya dipersiapkan khusus untuk kolaborasi bersama DJ Maximoma. Kekompakan dan harmonisasi gerakan yang ditampilkan menjadi bukti bahwa setiap aksi di atas panggung merupakan hasil latihan rutin dan disiplin yang dilakukan selama ini.

Salah satu anggota Affenextion, Fira, mengungkapkan bahwa latihan rutin menjadi kunci utama untuk menjaga kualitas penampilan mereka. Menurutnya, seluruh anggota terus berupaya mengembangkan kemampuan melalui latihan mingguan yang dipandu oleh para senior komunitas.

“Kami biasanya latihan rutin setiap minggu sekali untuk menghafalkan gerakan-gerakan baru yang diajarkan kakak-kakak pembina. Dari situ kami terus belajar agar tampil semakin kompak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Safa, anggota baru yang telah bergabung selama delapan bulan. Siswi yang baru memasuki bangku SMP Negeri 5 Kota Probolinggo itu mengaku tantangan terbesar dalam breakdance bukan hanya menguasai gerakan, tetapi juga menjaga keselarasan tempo dan detail koreografi saat tampil bersama tim.

“Tantangannya kita harus menyamakan detail dan temponya supaya terlihat rapi dan bagus saat tampil di depan penonton,” katanya.

Bagi anggota lainnya, Nabila, breakdance bukan sekadar kegiatan untuk menyalurkan hobi. Seni tari modern tersebut justru membuka jalan meraih prestasi akademik. Berkat keberhasilannya bersama Affenextion meraih Juara II dalam kompetisi Semipro tahun lalu, sertifikat prestasi yang diperolehnya menjadi bekal untuk diterima di SMA Negeri 2 Kota Probolinggo melalui jalur prestasi.

“Tahun kemarin kami juara dua di lomba Semipro, dan sertifikat itu saya gunakan untuk masuk ke sekolah unggulan. Alhamdulillah sekarang saya diterima di SMA 2,” ungkapnya dengan bangga.

Kesuksesan Affenextion sendiri tidak datang secara instan. Komunitas tersebut lahir pada tahun 2011 sebagai kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 4 Kota Probolinggo. Setelah lebih dari satu dekade berkembang, sejak tahun lalu Affenextion resmi menjadi komunitas terbuka yang menerima anggota dari berbagai kalangan agar semakin banyak anak muda memiliki wadah untuk mengembangkan bakat di bidang breakdance.

Pendiri sekaligus pelatih Affenextion, Iza, mengatakan perubahan status tersebut dilakukan agar komunitas yang dibangunnya tetap berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak generasi muda.

“Saya ingin nama Affenextion tetap ada meskipun sudah lepas dari SMA 4. Karena itu kami membuka rekrutmen untuk anak SD, SMP, SMA hingga masyarakat umum yang ingin belajar dance dari nol,” jelasnya.

Meski harus menghadapi tantangan dalam menyatukan jadwal latihan para anggota yang berasal dari berbagai sekolah dan latar belakang, Iza tetap optimistis komunitas binaannya mampu menembus kompetisi tingkat nasional bahkan internasional.

Ia juga berharap penampilan di Semipro 2026 mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap breakdance. Menurutnya, dance bukan hanya hiburan semata, melainkan perpaduan antara seni, olahraga, disiplin, dan kreativitas yang mampu membentuk karakter generasi muda.

“Saya ingin menunjukkan bahwa dance adalah seni sekaligus olahraga. Saya berharap dance di Kota Probolinggo semakin dikenal luas dan tidak lagi dipandang sebelah mata,” tegasnya.

Penampilan Affenextion pun menuai apresiasi dari masyarakat. Salah seorang pengunjung Semipro, Eka, mengaku terkesan melihat kemampuan para remaja Kota Probolinggo yang mampu menyuguhkan pertunjukan berkualitas.

“Ini pertama kali saya melihat kreativitas luar biasa dari anak-anak muda Probolinggo melalui breakdance. Menurut saya ini bisa menjadi alternatif seni sekaligus olahraga yang sangat positif dan layak terus dikembangkan,” ujarnya.

Semipro 2026 sendiri berlangsung selama sepuluh hari, mulai 3 hingga 12 Juli 2026. Beragam hiburan, pertunjukan seni, festival kuliner, pameran UMKM, hingga berbagai aktivitas kreatif lainnya dihadirkan untuk memberikan pengalaman liburan yang meriah bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi talenta lokal untuk menunjukkan karya terbaiknya.

Melalui panggung Semipro 2026, Affenextion membuktikan bahwa semangat berkarya, disiplin berlatih, dan keberanian tampil mampu mengangkat nama Kota Probolinggo. Kehadiran komunitas ini menjadi inspirasi bahwa seni tari modern bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana membangun prestasi, karakter, dan masa depan generasi muda.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!