Cari Solusi Kemacetan, Dishub Kabupaten Probolinggo Gelar Forum Bersama Terkait Di Kawasan RSU Wonolangan
Probolinggo, Radarpatroli.com
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) pengelolaan lalu lintas di ruas Jalan Nasional depan RSU Wonolangan, Kamis. Forum tersebut menjadi wadah mencari solusi atas berbagai persoalan lalu lintas yang selama ini dikeluhkan masyarakat, khususnya terkait kemacetan, parkir di badan jalan, serta aktivitas kendaraan di kawasan rumah sakit. Kamis (09/07/2026).

Rakor dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo, Taufik, S.Sos., M.Si. Turut hadir Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kabupaten Probolinggo Bambang Singgih Hartadi, S.Sos., M.Si., Kanit Kamsel Satlantas Polres Probolinggo Aiptu M. Arif, S.H., perwakilan PG Wonolangan Hermawan, pihak RSU Wonolangan yang diwakili drg. Roosnindiyah, M.M., Direktur CV Keda Parking Agus Supriyanto, serta perwakilan Aliansi Legam dan Aliansi Madura Indonesia (AMI).

Dalam sambutannya, Sekretaris Dishub Kabupaten Probolinggo Taufik menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar rapat koordinasi, melainkan forum bersama yang dibentuk untuk menyelesaikan berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi lalu lintas di sejumlah kawasan, khususnya di sekitar RSU Wonolangan.
“Alhamdulillah, melalui forum ini kita sudah menemukan titik temu. Semua pihak, baik yang menyampaikan keluhan maupun yang menjadi objek keluhan, memiliki komitmen bersama untuk menindaklanjuti berbagai persoalan demi menghadirkan rasa aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat saat berlalu lintas di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Ia berharap hasil kesepakatan tersebut dapat segera diwujudkan melalui langkah-langkah nyata sehingga kondisi lalu lintas di Kabupaten Probolinggo semakin tertib dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

Sementara itu, Anggota Aliansi Legam Didit Laksana menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya forum tersebut. Menurutnya, berbagai investasi yang masuk ke Kabupaten Probolinggo patut didukung karena mampu menggerakkan roda perekonomian daerah. Namun demikian, investasi juga harus memperhatikan dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas.
Didit menilai sejumlah titik kemacetan masih memerlukan penataan yang lebih serius, terutama aktivitas kendaraan besar yang melakukan bongkar muat di tepi jalan. Ia juga mengusulkan adanya petugas pengatur lalu lintas pada jam-jam sibuk agar arus kendaraan tetap lancar dan potensi kecelakaan dapat diminimalkan.
Selain itu, ia menyoroti perlunya evaluasi terhadap akses keluar masuk kendaraan di beberapa lokasi usaha yang berada di sepanjang Jalan Nasional agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Hal senada disampaikan Anggota Aliansi Legam Muhyidin. Ia mengaku sebagai pengguna jalan yang hampir setiap hari melintasi kawasan tersebut dan sering merasakan kemacetan, terutama di depan RSU Wonolangan.
“Kami berharap ada langkah nyata agar arus lalu lintas tidak lagi terganggu. Kemacetan yang terjadi di depan rumah sakit sangat dirasakan masyarakat, terutama pengguna kendaraan roda empat,” tegasnya.

Sementara itu, Pembina Aliansi Madura Indonesia (AMI), Ferdi, menyoroti keberadaan pembatas parkir (tong) di depan rumah sakit yang dinilai turut mempersempit ruang gerak kendaraan.
Menurutnya, area depan pintu masuk rumah sakit harus benar-benar steril agar kendaraan yang membawa pasien, terutama dalam kondisi darurat, dapat keluar masuk tanpa hambatan. Ia juga meminta pihak rumah sakit mengoptimalkan peran petugas keamanan untuk membantu mengatur arus kendaraan ketika terjadi kepadatan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, perwakilan PG Wonolangan Hermawan menjelaskan bahwa pihak perusahaan selama ini telah berupaya mengurangi dampak kemacetan dengan menyediakan area parkir dan mengarahkan kendaraan agar tidak berhenti terlalu lama di badan jalan.
Ia juga menyatakan kesiapan perusahaan untuk terus berkoordinasi dengan Dishub maupun kepolisian dalam meningkatkan pengaturan lalu lintas, termasuk memperkuat kemampuan petugas keamanan dalam membantu kelancaran arus kendaraan.

Sementara itu, mewakili RSU Wonolangan, drg. Roosnindiyah, M.M. mengakui persoalan parkir di depan rumah sakit menjadi perhatian serius pihak manajemen. Menurutnya, rumah sakit telah berupaya mengarahkan seluruh kendaraan pengunjung agar masuk ke area parkir yang tersedia.
Namun, masih banyak pengunjung yang memilih berhenti di tepi jalan meskipun telah diarahkan oleh petugas. Selain itu, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) juga dinilai turut mempersempit akses menuju rumah sakit.
“Kami sudah beberapa kali bersurat kepada instansi terkait mengenai penataan PKL. Kami juga akan menindaklanjuti masukan dalam rapat ini, termasuk mengevaluasi keberadaan pembatas parkir di depan rumah sakit agar akses kendaraan menjadi lebih lancar,” jelasnya.

Direktur CV Keda Parking Agus Supriyanto menambahkan bahwa pihaknya selama ini hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan parkir di dalam area rumah sakit. Petugas parkir, kata dia, selalu mengarahkan kendaraan untuk masuk ke lokasi parkir resmi dan tidak pernah meminta kendaraan parkir di badan jalan.
“Kami justru sering mengimbau pengendara agar masuk ke area parkir rumah sakit. Kendaraan yang parkir di luar area merupakan di luar kewenangan kami,” ungkap Agus.

Rakor tersebut menghasilkan sejumlah komitmen bersama, di antaranya meningkatkan koordinasi antarinstansi, mengoptimalkan pengaturan lalu lintas pada jam-jam sibuk, mengevaluasi fasilitas pendukung di sekitar rumah sakit, serta memperkuat pengawasan terhadap parkir di badan jalan. Seluruh pihak berharap langkah-langkah tersebut dapat menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Penulis : Sayful
Editor : Yuris
