Wali Kota Probolinggo Tinjau Langsung Infrastruktur Perbatasan, Ajukan Dukungan ke Kementerian PUPR
Probolinggo, Radarpatroli.com
Pembangunan infrastruktur yang terencana menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Probolinggo dalam mendorong konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi. Untuk memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi riil di lapangan, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin memimpin langsung survei menyusuri batas terluar wilayah kota, Rabu (8/7/2026) sore.

Sebelum turun ke lapangan, Wali Kota Aminuddin bersama jajaran perangkat daerah terlebih dahulu mencermati Peta Jaringan Jalan Kota guna memastikan kondisi serta status ruas-ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Probolinggo. Setelah itu, rombongan menyusuri jalur batas luar kota sepanjang kurang lebih 14 kilometer untuk melihat langsung kondisi infrastruktur di lapangan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Probolinggo, Gofur Effendy menjelaskan, survei tersebut merupakan arahan langsung dari wali kota agar seluruh perangkat daerah memahami secara menyeluruh kondisi wilayah perbatasan Kota Probolinggo.
“Ini merupakan arahan Bapak Wali Kota agar seluruh jajaran mengetahui secara langsung batas luar Kota Probolinggo, mulai dari sisi timur, selatan hingga barat. Tadi kami menyusuri jalur sepanjang kurang lebih 14 kilometer,” ujar Gofur.
Survei dimulai dari kawasan perbatasan timur Kota Probolinggo dengan Kabupaten Probolinggo. Rombongan kemudian melintasi Jalan KH. Rizal menuju selatan hingga Jalan Sunan Kudus, dilanjutkan meninjau kawasan perbatasan timur sebelum bergerak ke selatan melalui Jalan Sunan Giri hingga bertemu Jalan KH. Genggong yang menjadi akses utama menuju Kabupaten Lumajang.
Perjalanan berlanjut menuju Jalan Sunan Gunung Jati yang mengarah ke kawasan Sekolah Rakyat, kemudian melewati jalan makadam menuju Jalan Sunan Prawoto. Dari lokasi tersebut, rombongan kembali memasuki jalan utama menuju Jalan Sunan Drajat, melintasi Jembatan Gantung Kedungasem hingga tembus ke Jalan Ir. Sutami atau Jalur Lingkar Selatan (JLS).

Peninjauan diakhiri setelah rombongan menyusuri kawasan Kedung Galeng di sisi selatan dan kembali menuju Rumah Dinas Wali Kota. Dalam perjalanan tersebut, rombongan melintasi sejumlah kelurahan, di antaranya Wiroborang, Sukoharjo, Sumber Taman, Kedungasem, Pakistaji, Kedung Galeng, Jrebeng Kidul, hingga Sumber Wetan.
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menegaskan, hasil survei lapangan akan menjadi acuan dalam menentukan arah pembangunan infrastruktur Kota Probolinggo ke depan. Selain meningkatkan kualitas jalan yang ada, Pemerintah Kota juga akan mengajukan dukungan pendanaan kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk pelebaran sejumlah ruas jalan strategis.
“Nanti kita akan mengajukan anggaran jalan kepada Kementerian PUPR untuk pelebaran jalan. Kalau ada jalan yang berlubang akan kita perbaiki sehingga kualitas infrastruktur semakin baik dan bisa dijadikan event-event menarik dilakukan di sini, seperti marathon 10K maupun 15K,” kata Dokter Aminuddin.
Berdasarkan hasil peninjauan, kondisi rata-rata ruas jalan di sepanjang batas luar Kota Probolinggo dinilai sudah cukup baik. Namun demikian, masih terdapat beberapa titik yang memerlukan penyempurnaan agar infrastruktur semakin aman, nyaman, serta mampu mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Kota Probolinggo juga memastikan sejumlah ruas jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, seperti Jalan Suroyo, Jalan Sunan Ampel, dan kawasan Wonoasih, akan mulai dieksekusi perbaikannya pada tahun 2026. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di seluruh kawasan Kota Probolinggo.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
