BPBD Kabupaten Probolinggo Bergerak Cepat Tangani Rumah Warga Terdampak Angin Kencang

0
BPBD Kabupaten Probolinggo Bergerak Cepat Tangani Rumah Warga Terdampak Angin Kencang
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Cuaca ekstrem kembali berdampak pada permukiman warga di Kabupaten Probolinggo. Kali ini, rumah milik Jumadin, warga Dusun Krajan 2 RT 004 RW 002, Desa Bimo, Kecamatan Pakuniran, mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, bagian atap rumah yang roboh membuat penghuni membutuhkan penanganan dan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Merespons kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan assessment sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga terdampak pada Minggu (20/9/2026).

Bantuan yang disalurkan berupa satu buah terpal, satu box paket perlengkapan makan, satu box makanan lauk pauk, satu buah selimut, satu box hygiene kit, satu box perlengkapan kebersihan, satu paket lansia serta satu buah matras.

Dalam penanganan tersebut, BPBD Kabupaten Probolinggo berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Camat Pakuniran serta Kepala Desa Bimo.

Koordinasi lintas unsur tersebut dilakukan untuk memastikan proses assessment dan pendistribusian bantuan berjalan dengan baik sekaligus mengetahui kebutuhan lanjutan warga yang terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, assessment dilakukan untuk mengetahui kondisi warga dan dampak kerusakan akibat bencana angin kencang.

“Assessment dilakukan untuk memastikan kondisi korban dan kebutuhan yang diperlukan setelah rumah terdampak angin kencang. Bantuan logistik kami distribusikan agar kebutuhan dasar korban dapat segera terpenuhi,” katanya.

Menurut Oemar, penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pendataan kerusakan, tetapi juga memastikan warga terdampak mendapatkan dukungan sesuai kebutuhannya.

“Yang terpenting adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan dan bantuan sesuai kondisi di lapangan. Kami juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait dalam penanganan kejadian bencana,” terangnya.

Kejadian angin kencang berlangsung pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan atap rumah Jumadin roboh.

Oemar mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.

“Masyarakat diharapkan segera melaporkan kejadian bencana kepada pemerintah desa atau petugas terkait,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!