Bupati Haris Dorong Literasi Tak Berhenti Pada Membaca, Tapi Berlanjut pada Berkarya

0
WhatsApp-Image-2026-09-22-at-15.29.40-1-1024x682
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Budaya literasi terus didorong Pemerintah Kabupaten Probolinggo sebagai bagian dari upaya meningkatkan wawasan, kreativitas dan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Festival Literasi 2.0 Kabupaten Probolinggo yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo di Kantor Dispersip Kabupaten Probolinggo, Selasa (22/9/2026).

Festival tersebut mengusung tema “Literasi Membumi, Probolinggo Mandiri: Merajut Budaya Baca Menuju Masyarakat Kabupaten Probolinggo SAE.” Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat budaya membaca sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat, pelajar dan komunitas untuk menampilkan karya serta kreativitasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ, Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas serta jajaran pejabat dan pegiat literasi. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Perpustakaan, dilanjutkan doa dan pembukaan. Suasana festival semakin semarak dengan penampilan Tari Saman dari SDIT Permata serta penampilan para pemenang Lomba Bertutur. 

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Literasi Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris turut memberikan motivasi literasi bertema “Membaca Itu Asyik.” Ia mengajak masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, membangun kebiasaan membaca dengan cara yang menyenangkan.

Menurut Ning Marisa, membaca tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga mampu membuka wawasan dan mendorong lahirnya kreativitas. Karena itu, kebiasaan membaca perlu terus ditumbuhkan sejak dini agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. 

Ia juga menekankan bahwa membangun budaya literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Keluarga, sekolah, pemerintah, perpustakaan, komunitas dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kebiasaan membaca. 

Puncak pembukaan Festival Literasi 2.0 ditandai dengan sambutan sekaligus peresmian oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris. Usai membuka kegiatan, Bupati Haris bersama rombongan berkeliling mengunjungi sejumlah stand yang menampilkan berbagai program, karya dan inovasi literasi. 

Salah satu stand yang menarik perhatian menampilkan foto-foto sejarah Kabupaten Probolinggo dan arsip lama, termasuk dokumentasi perjalanan daerah pada masa pemerintahan Banger di era kolonial Belanda.

Bupati Haris melihat langsung berbagai dokumentasi tersebut. Keberadaan arsip lama menjadi salah satu bagian menarik dalam festival karena memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal kembali perjalanan Kabupaten Probolinggo melalui rekaman visual dan dokumen yang tersimpan. 

Bupati Haris menegaskan bahwa literasi memiliki cakupan yang luas. Literasi tidak sebatas aktivitas membaca buku, tetapi juga bagaimana masyarakat memperoleh pengetahuan, memahami informasi, menggali berbagai sumber pengetahuan dan mengenal sejarah daerahnya.

“Literasi bukan hanya tentang membaca buku. Literasi adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pengetahuan, memahami informasi dan kemudian mampu menggunakannya untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Karena itu, gerakan literasi harus terus kita dorong bersama,” ujarnya. 

Bupati Haris juga mendorong agar perpustakaan terus berkembang menjadi ruang belajar dan kreativitas masyarakat. Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyimpan maupun membaca buku, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar, berkegiatan, berkarya dan mengembangkan berbagai potensi.

Semangat tersebut terlihat dari beragam kegiatan yang disiapkan dalam Festival Literasi 2.0. Di antaranya Membaca Nyaring atau Read Aloud Outdoor, Sekolah Literasi Melukis Menggunakan Ampas Kopi, pelatihan konten kreator bagi penyandang disabilitas serta Wisata Perpustakaan. 

Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas menjelaskan bahwa Festival Literasi 2.0 merupakan bagian dari upaya memperkuat Gerakan Kabupaten Probolinggo Membaca. Menurutnya, festival tidak dirancang hanya sebagai kegiatan seremonial maupun perlombaan, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap pengembangan literasi.

“Festival Literasi 2.0 ini kami hadirkan sebagai ruang bersama untuk menggerakkan budaya membaca sekaligus memberikan ruang kepada masyarakat untuk berkreativitas. Kami ingin literasi hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya melalui buku, tetapi juga melalui kegiatan yang edukatif, kreatif dan menyenangkan,” jelasnya. 

Ulfiningtyas berharap semangat literasi dapat terus tumbuh mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, desa hingga masyarakat. Perpustakaan juga diharapkan semakin terbuka dan mampu menjadi ruang inklusif bagi masyarakat untuk belajar sekaligus mengembangkan potensi.

“Harapan kami, apa yang dilakukan hari ini tidak berhenti setelah festival selesai. Budaya membaca harus terus dilanjutkan dan menjadi kebiasaan. Perpustakaan juga harus terus hadir sebagai ruang belajar, berkarya dan berinteraksi bagi masyarakat,” tambahnya. 

Selain menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif, Festival Literasi 2.0 juga menjadi momentum pemberian apresiasi kepada peserta dan pengelola perpustakaan yang telah menunjukkan prestasi dalam berbagai bidang literasi.

Dalam Lomba Perpustakaan Desa, Juara I diraih Perpustakaan Desa Pondokkelor Pintar, Juara II Perpustakaan Desa Aqila Krejengan dan Juara III Perpustakaan Desa Jendela Dunia Tegalsiwalan. Sementara Harapan I diraih Perpustakaan Desa Alastengah Kecamatan Paiton dan Harapan II Perpustakaan Desa Bulujaran Lor. 

Pada Lomba Bertutur, Juara I diraih Moh. Hasan Reza Pratama Abas dari SDN Temenggungan Kecamatan Krejengan, Juara II Keenara Aghna Khutbi Malika dari SDN Sebaung Kecamatan Gending dan Juara III Nanda Syarifatun Nisak dari SDN Dungun 1 Kecamatan Tongas.

Sementara Lomba Resensi Buku TK/SMP/MTs menempatkan Lailatul Hikmah sebagai Juara I, Veronica Tri Zulfa Maisyaroh Juara II dan Ahmad Athallah Putra Arif Wijaya Juara III.

Untuk Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan TK/SMA/MA, Juara I diraih Qurrota Ayyunin Affu, Juara II M. Zidan Faisal dan Juara III Wildyan Yudistra. Sedangkan Lomba Video Konten Literasi menempatkan Junainatul Mufidah sebagai Juara I, Vivi Elviana Rosa Juara II dan Iswatul Maisuroh Juara III. 

Penghargaan juga diberikan kepada Bunda Literasi Teraktif dalam pendampingan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Penghargaan tersebut diraih Kecamatan Paiton, Kecamatan Tegalsiwalan dan Kecamatan Krejengan. 

Tidak hanya bidang literasi, Festival Literasi 2.0 juga memberikan penghargaan dalam bidang Pengawasan Kearsipan Internal Perangkat Daerah. Untuk kelompok bagian, Bagian Umum Setda Kabupaten Probolinggo meraih peringkat I dengan kategori A atau Memuaskan.

Sementara untuk kelompok Perangkat Daerah, peringkat I diraih Dinas Kesehatan, peringkat II Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, peringkat III Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, peringkat IV Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia serta peringkat V UOBK RSUD Waluyo Jati. 

Rangkaian Festival Literasi 2.0 menunjukkan bahwa gerakan literasi Kabupaten Probolinggo terus berkembang dalam berbagai bentuk. Literasi tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas membaca buku, tetapi juga bertutur, membuat konten, melukis, mengikuti kegiatan kreatif hingga mengenal arsip dan sejarah daerah. 

Pada akhirnya, literasi bukan sekadar tentang seberapa banyak buku yang dibaca. Lebih jauh, literasi menjadi bagian dari proses untuk membuka cara pandang, meningkatkan pengetahuan, melahirkan kreativitas dan membuat masyarakat semakin mengenal lingkungan serta daerahnya.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, perpustakaan, sekolah, keluarga, komunitas dan masyarakat, Gerakan Kabupaten Probolinggo Membaca diharapkan semakin membumi dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. 

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!