Gas Mass Gending Dorong Siswa Bangun Budaya Peduli Lingkungan Sejak Dini

0
IMG-20261004-WA0001
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya membangun budaya peduli lingkungan sejak usia sekolah terus dilakukan di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Melalui Gerakan Atasi Sampah Masyarakat Asri Sehat Sejahtera (Gas Mass), para siswa didorong untuk mulai membiasakan diri menjaga kebersihan, memilah sampah hingga melakukan penghijauan di lingkungan sekolah.

Program yang dikemas melalui Kelas Inspirasi Edukasi Lingkungan Gas Mass! tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kecamatan Gending, PT Sasa Inti Gending, Komunitas Alam Hijau serta sejumlah sekolah yang dipersiapkan maupun dikembangkan sebagai Sekolah Adiwiyata.

Kegiatan berlangsung mulai 12 Agustus hingga 1 Oktober 2026 dengan menyasar enam sekolah di Kecamatan Gending. Keenam sekolah tersebut yakni SMAN 1 Gending, SMKN 1 Gending, SMPN 1 Gending, SMPN 2 Gending, SDN Gending 1 dan SDN Gending 2.

Camat Gending Winda Permata Erianti mengatakan, Gas Mass tidak sekadar memberikan pemahaman mengenai kebersihan dan pengelolaan sampah, tetapi diarahkan untuk membentuk kebiasaan positif yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Kelas Inspirasi Edukasi Lingkungan Gas Mass! (Gerakan Atasi Sampah Masyarakat Asri Sehat Sejahtera) bertujuan untuk mendorong warga Kecamatan Gending beserta siswa untuk menjaga lingkungan bersih sehingga menjadi kebiasaan baik dan menjadi budaya sehari-hari yang bisa diterapkan di sekolah Adiwiyata,” katanya.

Menurut Winda, siswa mendapatkan edukasi mengenai pengolahan dan pemilahan sampah. Edukasi tersebut kemudian dipadukan dengan kegiatan penghijauan agar kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya berhenti pada materi, tetapi diwujudkan melalui kegiatan nyata.

“Edukasi juga dipadukan dengan kegiatan penghijauan sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di sekolah,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaannya, para siswa diberikan sosialisasi mengenai cara mengolah dan memilah sampah berdasarkan jenisnya. Mereka juga diajak memahami pentingnya menjaga ekosistem melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan, penghijauan, penanaman tanaman obat keluarga (TOGA), hingga tanaman yang mendukung ketahanan pangan.

“Melakukan edukasi dan sosialisasi gerakan pengolahan dan pemilahan sampah serta penghijauan sebagai budaya dan perilaku baik di sekolah calon Adiwiyata maupun sekolah Adiwiyata di wilayah Kecamatan Gending,” jelasnya.

Winda menambahkan, kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa maupun guru terhadap persoalan sampah di lingkungan sekolah. Salah satu perubahan perilaku yang menjadi sasaran utama adalah membiasakan warga sekolah tidak membuang sampah sembarangan dan mulai melakukan pemilahan sesuai jenisnya.

“Kegiatan integrasi lintas sektor ini meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa siswi di sekolah dan guru terhadap pengolahan sampah agar tidak membuang sembarang dan mulai melakukan pemilahan sampah di sekolah,” terangnya.

Dukungan terhadap pelaksanaan Gas Mass juga datang dari PT Sasa Inti Gending. Setiap sekolah yang menjadi sasaran program mendapatkan bantuan berupa 40 bibit tanaman, enam unit tempat sampah serta satu unit keranjang tempat sampah botol.

Bantuan tersebut diharapkan semakin memperkuat penerapan edukasi lingkungan di masing-masing sekolah. Dengan adanya sarana pendukung, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah dan penghijauan, tetapi juga memiliki fasilitas untuk mempraktikkannya secara langsung.

Winda menegaskan, Gas Mass tidak akan berhenti pada pelaksanaan program tahun 2026. Pemerintah Kecamatan Gending telah menyiapkan keberlanjutan program pada 2027 dengan cakupan sasaran yang lebih luas.

“Gas Mass yang sudah kami kerjakan pada tahun 2026 ini akan berlanjut pada tahun 2027 dengan rencana berkeliling di 12 sekolah SD/MI, MTs, MA di wilayah Kecamatan Gending untuk memastikan keberlanjutan program secara kontinue dan penerapan perubahan perilaku terhadap lingkungan sejak usia sekolah,” pungkasnya.

Keberlanjutan tersebut diharapkan mampu memperluas gerakan peduli lingkungan di Kecamatan Gending. Dengan membangun kebiasaan sejak bangku sekolah, pengelolaan sampah dan penghijauan diharapkan tidak sekadar menjadi program sesaat, melainkan tumbuh menjadi budaya bersama di lingkungan sekolah maupun kehidupan masyarakat.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!