Hari Kelima Pencarian, Ismail Korban Tenggelam di Perairan Kalibuntu Akhirnya Ditemukan di Paiton

0
Hari Kelima Pencarian, Ismail Korban Tenggelam di Perairan Kalibuntu Akhirnya Ditemukan di Paiton
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Setelah lima hari dilakukan pencarian secara intensif, upaya tim SAR gabungan untuk menemukan korban tenggelam di perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya membuahkan hasil. Korban yang diketahui bernama Ismail berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah perairan Paiton, Senin (5/10/2026).

Penemuan jenazah tersebut sekaligus mengakhiri pencarian yang selama beberapa hari terakhir dilakukan oleh berbagai unsur. Polairud Polres Probolinggo bersama Basarnas, BPBD, TNI Angkatan Laut, relawan, masyarakat nelayan serta keluarga korban terus bahu-membahu melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban.

Sejak hari pertama hingga memasuki hari kelima, proses pencarian tidak mudah. Kondisi wilayah perairan, luasnya area pencarian serta pergerakan arus laut menjadi sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh petugas dan seluruh relawan yang terlibat.

Meski demikian, seluruh unsur yang terlibat tetap melakukan pencarian secara maksimal. Penyisiran dilakukan dengan membagi sejumlah personel ke beberapa titik agar area yang dicurigai dapat diperiksa secara lebih luas.

Pada hari kelima, pencarian kembali dilakukan sejak pagi hari. Personel Polairud Polres Probolinggo bersama keluarga korban dan relawan berkumpul untuk melakukan apel dan persiapan pencarian. Di sisi lain, tim SAR gabungan juga melakukan persiapan dari wilayah berbeda untuk menyisir perairan secara bersama-sama.

Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP I Wayan Mulyana, SH, mengatakan bahwa pada Senin pagi pihaknya bersama anggota, keluarga korban dan relawan melakukan apel di wilayah Polairud sebelum bergerak melakukan pencarian dari sektor barat.

Sementara itu, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD dan TNI Angkatan Laut melakukan apel dari sektor timur, tepatnya di kawasan Pantai Duta.

“Pencarian hari ke-5 memang tadi pagi kita dari barat. Kita apelkan anggota bersama keluarga korban dan relawan. Sekitar jam 08.00 kita apel di Polair, dan rekan-rekan gabungan dari Basarnas, BPBD, Angkatan Laut itu apel di timur Pantai Duta,” ujar AKP I Wayan Mulyana.

Setelah apel dan pembagian tugas selesai dilakukan, seluruh tim kemudian bergerak melaksanakan pencarian sesuai sektor masing-masing. Penyisiran kembali dilakukan dengan harapan keberadaan korban dapat segera diketahui.

Pencarian tersebut berlangsung hingga menjelang siang. Tim terus berupaya mendapatkan informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan keberadaan korban. Selain melakukan pencarian langsung di perairan, informasi dari masyarakat juga menjadi salah satu bagian penting dalam proses pencarian.

Hingga akhirnya sekitar pukul 12.00 WIB, muncul informasi mengenai adanya penemuan jenazah di wilayah perairan Paiton.

Menariknya, informasi awal tersebut diketahui melalui media sosial TikTok. Salah satu anggota Polairud Polres Probolinggo yang tengah melakukan siaran langsung melalui akun TikTok mendapatkan informasi mengenai adanya penemuan mayat di wilayah Paiton.

Informasi tersebut kemudian segera diteruskan kepada tim SAR gabungan dan keluarga korban. Setelah dilakukan koordinasi, seluruh unsur pencarian kemudian mengarahkan fokus ke wilayah perairan Paiton untuk memastikan informasi tersebut.

“Sekitar jam 12.00 siang ada informasi lewat TikTok, di mana anggota saya juga live TikTok mendapat informasi ada penemuan mayat di daerah Paiton,” jelasnya.

Menurut AKP I Wayan Mulyana, setelah informasi tersebut diterima, pihaknya langsung menyampaikan kepada seluruh tim SAR serta keluarga korban. Koordinasi dilakukan dengan cepat agar proses pencarian dapat segera diarahkan ke lokasi penemuan.

“Setelah itu disampaikan kepada tim SAR dan keluarga untuk fokus pencarian di perairan Paiton,” lanjutnya.

Tim kemudian bergerak menuju lokasi yang diinformasikan. Harapan untuk menemukan Ismail yang selama lima hari menjadi sasaran pencarian akhirnya terjawab.

Setelah dilakukan pengecekan terhadap jenazah yang ditemukan, terdapat sejumlah ciri yang sesuai dengan identitas korban yang selama ini dicari.

Jenazah tersebut ditemukan menggunakan baju penyelam dan kacamata, sehingga semakin menguatkan dugaan bahwa jenazah tersebut merupakan korban yang dicari sejak beberapa hari sebelumnya.

Setelah dilakukan proses identifikasi berdasarkan ciri-ciri yang ada, pihak kepolisian memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Ismail, korban yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan.

“Alhamdulillah tadi sudah diketemukan jenazah dengan ciri-ciri yang sama menggunakan baju penyelam dan kacamata dan positif itu korban yang bernama Ismail,” tegas AKP I Wayan Mulyana.

Kabar ditemukannya korban tentunya menjadi jawaban bagi keluarga yang selama lima hari menanti kepastian. Sejak korban dinyatakan tenggelam, keluarga bersama petugas dan masyarakat terus berharap agar Ismail dapat segera ditemukan.

Selama proses pencarian berlangsung, berbagai unsur ikut terlibat dan memberikan dukungan. Tidak hanya aparat kepolisian dan tim SAR, masyarakat nelayan juga turut membantu melakukan penyisiran di wilayah perairan.

Keterlibatan masyarakat nelayan dinilai sangat membantu karena mereka memiliki pengetahuan mengenai kondisi perairan setempat, termasuk wilayah yang biasa dilalui nelayan serta kondisi arus di laut.

Pencarian yang dilakukan secara bersama-sama tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara aparat, tim SAR, relawan, masyarakat dan keluarga korban dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan.

Dengan ditemukannya korban pada hari kelima, proses pencarian yang selama beberapa hari dilakukan secara intensif akhirnya dihentikan. Selanjutnya, jenazah korban bersama tim dan relawan bergerak menuju Pelabuhan Probolinggo.

“Sekarang korban dan relawan perjalanan menuju Pelabuhan Probolinggo,” kata AKP I Wayan Mulyana.

Ditemukannya Ismail juga menjadi penutup dari rangkaian operasi pencarian yang dilakukan sejak korban dilaporkan tenggelam. Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan terus melakukan evaluasi dan menentukan titik-titik pencarian berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

Perubahan arus dan pergerakan air laut menjadi salah satu faktor yang membuat pencarian harus dilakukan secara luas. Karena itu, penyisiran tidak hanya dilakukan di sekitar lokasi awal korban dilaporkan tenggelam, tetapi juga diperluas ke wilayah perairan lainnya.

Hingga akhirnya, pada hari kelima, informasi keberadaan korban di perairan Paiton membawa titik terang bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian.

Keberhasilan menemukan korban tidak terlepas dari kerja keras seluruh personel yang selama beberapa hari berada di lapangan. Tim gabungan terus melakukan pencarian meskipun menghadapi berbagai kondisi dan keterbatasan selama berada di wilayah perairan.

Pihak kepolisian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah membantu proses pencarian, mulai dari Basarnas, BPBD, TNI Angkatan Laut, relawan, masyarakat nelayan hingga keluarga korban yang terus memberikan informasi dan dukungan selama operasi berlangsung.

Penemuan Ismail di hari kelima menjadi bukti bahwa koordinasi dan sinergi antarlembaga serta dukungan masyarakat sangat penting dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan, khususnya dalam kejadian kecelakaan di wilayah perairan.

Kini, setelah korban berhasil ditemukan, keluarga dapat memperoleh kepastian dan segera melakukan proses pemakaman sesuai dengan ketentuan serta keinginan keluarga.

Penulis : Sayful

   Editor : Yuris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!