Walikota Aminuddin Dorong Warga Tanam Mangga, Target Hidupkan Kembali Ikon Kota Probolinggo
Probolinggo, Radarpatroli.com
Sebanyak 1.000 bibit mangga diserahkan Perum Perhutani kepada Pemerintah Kota Probolinggo sebagai langkah nyata mendukung penghijauan sekaligus mengembalikan kejayaan daerah berjuluk Kota Mangga. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong gerakan penanaman mangga di lingkungan masyarakat, memperkuat identitas daerah, serta membuka peluang ekonomi melalui pengembangan komoditas unggulan lokal.

Bantuan bibit tersebut diserahkan melalui Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, KPH Bondowoso, KPH Probolinggo, serta KBM Komersial Kayu Wilayah Probolinggo. Bantuan diterima langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani, di Rumah Jabatan Wali Kota Probolinggo, Jumat (9/10/2026).
Wali Kota Aminuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perum Perhutani atas dukungan terhadap program penghijauan sekaligus upaya mengembalikan kejayaan mangga sebagai salah satu identitas kebanggaan Kota Probolinggo.
Menurutnya, penyerahan bibit tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut “Mango Carnival of Indonesia” yang dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Oktober 2026 di Kota Probolinggo.
“Terima kasih kepada Perum Perhutani, yang telah menyumbangkan 1.000 bibit mangga. Ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Mango Carnival of Indonesia yang akan digelar di Kota Probolinggo pada tanggal 29, 30, dan 31 Oktober,” ujar Aminuddin.
Ia menegaskan, penyelenggaraan Mango Carnival of Indonesia bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat posisi Kota Probolinggo dalam pengembangan komoditas mangga di tingkat nasional.

Melalui kegiatan tersebut, berbagai daerah penghasil mangga di Indonesia diharapkan dapat saling bertukar pengetahuan, pengalaman, serta kebijakan mengenai pengembangan dan pengelolaan komoditas unggulan tersebut.
“Kita akan terus memperbanyak pohon mangga di Kota Probolinggo. Kota ini akan mewakili wilayah-wilayah penghasil mangga di Indonesia. Kita ingin berbagi ilmu, kebijakan, dan berbagai hal tentang mangga, sehingga mangga Indonesia semakin dikenal di seluruh dunia sebagai komoditas unggulan yang menjadi kebanggaan kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Administratur KPH Perhutani Bondowoso, Misbakhul Munir, menyampaikan bahwa bantuan 1.000 bibit mangga tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program Wali Kota Probolinggo untuk menghidupkan kembali kejayaan mangga sebagai ikon daerah.
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang didorong pemerintah daerah adalah mengajak masyarakat menanam pohon mangga di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Gerakan tersebut diharapkan berkembang menjadi program satu rumah satu pohon mangga yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.
“Pak Wali Kota ingin menghidupkan kembali mangga Kota Probolinggo. Salah satu program yang dicanangkan adalah memberikan bantuan kepada masyarakat dan melakukan reboisasi melalui gerakan satu rumah satu pohon mangga. Harapannya, ikon Probolinggo sebagai Kota Mangga bisa hidup kembali,” ungkap Misbakhul.
Menurutnya, penanaman pohon mangga di pekarangan rumah maupun lingkungan permukiman dapat menjadi langkah sederhana yang memberikan manfaat jangka panjang. Selain memperluas ruang hijau, keberadaan pohon mangga juga berpotensi menghasilkan buah yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Misbakhul menyebutkan, sebanyak 1.000 bibit yang diserahkan terdiri atas varietas Arumanis dan Manalagi. Kedua varietas tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat kembali membudidayakan mangga, termasuk varietas yang dikenal sebagai bagian dari kekayaan hortikultura daerah.
“Semoga program yang dicanangkan Pak Wali Kota ini menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk kembali menanam pohon mangga, terutama mangga khas Kota Probolinggo. Selain dapat membantu perekonomian masyarakat, pohon mangga juga memberikan manfaat bagi lingkungan, termasuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan kita semua,” tuturnya.
Gerakan penanaman mangga ini diharapkan tidak berhenti pada penyerahan bibit semata. Keterlibatan masyarakat dalam menanam dan merawat pohon menjadi faktor penting agar program penghijauan tersebut dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Selain membantu menjaga kualitas lingkungan, penanaman mangga juga berpotensi membuka peluang ekonomi keluarga melalui pemanfaatan hasil panen. Jika dikembangkan secara konsisten, gerakan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat potensi pertanian perkotaan sekaligus mengenalkan komoditas mangga kepada generasi muda.
Di sisi lain, penguatan identitas Kota Mangga diharapkan mampu mendukung promosi daerah melalui Mango Carnival of Indonesia. Perpaduan antara pelestarian lingkungan, pengembangan komoditas unggulan, dan kegiatan promosi daerah menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi mangga Probolinggo kepada masyarakat yang lebih luas.
Dengan dukungan Perum Perhutani dan partisipasi warga, Pemerintah Kota Probolinggo berharap semakin banyak pohon mangga tumbuh di lingkungan permukiman maupun ruang terbuka. Gerakan ini sekaligus menjadi upaya mengembalikan kebanggaan masyarakat terhadap identitas Kota Probolinggo sebagai Kota Mangga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo Fitriawati serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agus Dwiwantoro.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
