Usai Pengukuhan Pengurus, Ketua DPC PKB Kota Probolinggo Abdul Mujib Langsung Panaskan Mesin PKB Menuju Pemilu 2029
Probolinggo, Radarpatroli.com
Penguatan mesin organisasi menjadi agenda utama Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Probolinggo setelah kepengurusan masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan. Di bawah kepemimpinan H. Abdul Mujib, PKB Kota Probolinggo menargetkan penyempurnaan struktur kepengurusan hingga tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan ranting, sekaligus membentuk seluruh lembaga dan badan partai sebagai langkah persiapan menghadapi Pemilu 2029. Minggu (11/10/2026).

Pengukuhan pengurus partai berlambang bola dunia tersebut berlangsung di Graha Gus Dur, Kantor DPC PKB Kota Probolinggo, kegiatan ini menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat koordinasi internal, menyusun program kerja, serta menggerakkan seluruh elemen partai hingga tingkat akar rumput.

Ketua DPC PKB Kota Probolinggo yang juga menjabat Wakil Ketua I DPRD Kota Probolinggo, H. Abdul Mujib, menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab). Forum tersebut menjadi ruang untuk merumuskan arah kebijakan dan program organisasi selama masa bakti 2026–2031.
Menurut Abdul Mujib, salah satu keputusan yang dirumuskan dalam agenda kerja tersebut adalah komitmen PKB untuk mengusung kader internal partai dalam kontestasi Pilkada 2029, dengan tetap memperhatikan perkembangan regulasi pemilu yang nantinya ditetapkan.
“Barusan sudah dirumuskan dalam agenda kerja bahwa PKB wajib hukumnya mengusung kader asli Partai Kebangkitan Bangsa untuk melenggang di Pilkada 2029. Namun, kita juga masih menunggu keputusan dari DPR terkait undang-undang pemilu,” ujar Abdul Mujib.
Ia menegaskan, kaderisasi menjadi salah satu aspek penting dalam menyiapkan calon yang akan diusung partai. PKB, lanjutnya, membuka kesempatan bagi berbagai kalangan untuk bergabung, mengikuti proses kaderisasi, dan berkontribusi dalam organisasi.
Dengan demikian, partai tidak hanya bertumpu pada kader yang sudah ada, tetapi juga memberi ruang bagi munculnya figur-figur baru yang memiliki kapasitas dan komitmen untuk membangun Kota Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mujib juga menyampaikan target politik DPC PKB Kota Probolinggo pada Pemilu 2029. Partainya membidik perolehan sembilan kursi sebagai sasaran yang ingin dicapai melalui konsolidasi organisasi dan penguatan struktur kepengurusan.
Ia menyebut target tersebut sebagai tantangan bagi seluruh jajaran partai untuk meningkatkan kerja organisasi, memperluas komunikasi dengan masyarakat, serta menyatukan langkah dari tingkat cabang hingga ranting.
“Target kita di tahun 2029 nanti ditetapkan sebanyak sembilan kursi. Itu angka yang logis, insyaallah, selama kita masih bisa mengonsolidasikan semua segmen dan seluruh pengurus serta struktur PKB. Angka itu bukan hal yang mustahil untuk kita perjuangkan,” tegasnya.
Abdul Mujib mengakui bahwa target politik perlu ditetapkan sebagai penyemangat bagi seluruh kader. Ia mengibaratkan bahwa keberanian memasang target tinggi dapat mendorong organisasi untuk bekerja lebih maksimal, meskipun pencapaiannya tetap bergantung pada proses dan kerja bersama.
Menurutnya, konsolidasi tidak cukup dilakukan hanya di tingkat pengurus cabang. Seluruh struktur, termasuk PAC dan ranting, harus memiliki arah kerja yang jelas agar program partai dapat berjalan secara berkesinambungan.
Terkait calon yang akan diusung dalam Pilkada 2029, Abdul Mujib menegaskan bahwa pihaknya belum menetapkan nama tertentu. DPC PKB Kota Probolinggo akan melihat perkembangan politik dan proses kaderisasi sebelum menentukan figur yang dinilai memenuhi kriteria partai.
Ia menjelaskan, kader yang berpotensi diusung tidak harus terbatas pada orang-orang yang saat ini berada di lingkaran kepengurusan. Kalangan profesional, akademisi, maupun masyarakat umum tetap memiliki kesempatan untuk bergabung dengan PKB dan mengikuti mekanisme kaderisasi.
“Jadi, kita lihat saja perkembangannya. Banyak kader kita, insyaallah, nanti ada saya, ada Mas Arif, dan tentunya masih banyak kader profesional lainnya dari kalangan akademisi. Kita membuka pintu seluas-luasnya bagi mereka untuk bisa berkiprah,” ungkapnya.
Abdul Mujib juga menyinggung posisi PKB Kota Probolinggo yang saat ini memiliki enam kursi. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu modal organisasi untuk mempersiapkan langkah politik ke depan, termasuk dalam penjaringan dan pengusungan calon kepala daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan mengenai figur yang akan diusung akan mengikuti perkembangan situasi politik serta mekanisme internal partai.

Setelah pengukuhan dan Muskercab, pekerjaan berikutnya bagi kepengurusan DPC PKB Kota Probolinggo adalah memastikan seluruh perangkat organisasi berjalan secara efektif. Penyempurnaan struktur hingga tingkat PAC dan ranting menjadi bagian dari agenda konsolidasi yang disiapkan untuk menyambut Pemilu 2029.
Selain itu, pembentukan lembaga dan badan partai diharapkan dapat memperjelas pembagian tugas, memperkuat koordinasi, serta mendukung pelaksanaan program kerja di setiap tingkatan.
Bagi Abdul Mujib, penguatan organisasi merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan seluruh kader. Target politik yang telah dirumuskan perlu diikuti dengan kerja nyata, pengembangan kader, dan komunikasi yang terjaga dengan masyarakat.
Dengan kepengurusan baru masa bakti 2026–2031, DPC PKB Kota Probolinggo mulai menata langkah organisasi untuk menghadapi agenda politik mendatang. Target sembilan kursi pada Pemilu 2029 dan komitmen mengusung kader internal dalam Pilkada 2029 menjadi bagian dari arah kerja yang disampaikan Abdul Mujib dalam momentum pengukuhan tersebut.
Selanjutnya, realisasi target itu akan bergantung pada konsistensi pelaksanaan program, penguatan struktur organisasi, serta proses politik dan regulasi yang berlaku.
Penulis : Sayful
Editor : Yuris
