Takziah ke Rumah Duka, Wali Kota Aminuddin Kenang Sefriel Ardiansyah, Atlet Panjat Tebing Berprestasi Korban Karhutla Bromo

0
IMG_20261018_033555
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Duka mendalam menyelimuti keluarga Sefriel Ardiansyah, atlet panjat tebing berprestasi asal Kota Probolinggo yang meninggal dunia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kepergiannya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, sahabat, serta insan olahraga yang selama ini mengenal sosoknya.

Kabar terakhir yang dibagikan Sefriel kepada keluarga pada Kamis (15/10/2026) menjadi kenangan yang tak terlupakan. Tak seorang pun menyangka, komunikasi tersebut menjadi salah satu momen terakhir sebelum pemuda berusia 19 tahun itu pergi untuk selamanya.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyampaikan belasungkawa secara langsung dengan bertakziah ke rumah duka di Jalan Serayu, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Sabtu (17/10/2026) siang.

Dalam kunjungan tersebut, Aminuddin didampingi Lurah Jrebeng Kulon, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Wali kota menyampaikan rasa duka kepada kedua orang tua Sefriel dan kakaknya, Indra Saefullah.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Sefriel Ardiansyah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tuturnya.

Suasana haru menyelimuti rumah duka selama kunjungan berlangsung. Di tengah kehadiran para pelayat, keluarga masih berusaha menerima kenyataan pahit kehilangan anggota keluarga yang mereka cintai.

Sefriel dikenal sebagai sosok pendiam, tetapi memiliki banyak teman dan dikenal setia kawan. Kepergiannya tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga duka mendalam bagi rekan-rekan yang pernah berlatih dan berjuang bersama di dunia panjat tebing.

Kakak Sefriel, Indra Saefullah, mengenang bahwa dirinya terakhir kali bertemu dengan sang adik pada Rabu (14/10/2026), sehari sebelum peristiwa kebakaran terjadi.

Pada Kamis (15/10/2026), ibunda Sefriel masih sempat berkomunikasi dengan putranya. Dalam percakapan tersebut, Sefriel mengabarkan bahwa dirinya ikut membantu mengantarkan air untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Lokasi tempatnya bekerja di sebuah hotel berada sekitar tiga kilometer dari area yang berkaitan dengan aktivitas penanganan kebakaran di kawasan Gunung Bromo.

“Terakhir saya bertemu dengan Sefriel hari Rabu, sehari sebelum kejadian. Pada hari Kamis, ibu juga masih sempat bertukar kabar dengannya. Saat itu, Sefriel menyampaikan bahwa dirinya ikut mengantarkan air untuk membantu penanganan kebakaran. Kami benar-benar tidak menyangka akan kehilangan dia secepat ini,” ucap Indra dengan suara bergetar menahan tangis.

Indra mengaku, keluarganya mengenal Sefriel sebagai anak yang tidak banyak bicara. Namun, banyaknya pelayat yang datang menyampaikan belasungkawa membuka gambaran betapa luasnya pertemanan sang adik.

“Kami mengenal Sefriel sebagai anak yang pendiam. Kami bahkan tidak menyangka ternyata dia punya banyak teman. Kehilangan ini tentu sangat berat bagi kami,” imbuhnya.

Kepergian Sefriel menjadi kehilangan besar bagi keluarga. Di balik sikapnya yang sederhana, tersimpan hubungan pertemanan yang kuat dan perjalanan panjang sebagai atlet panjat tebing yang telah ditekuninya sejak usia dini.

Di dunia olahraga, Sefriel bukan sosok yang asing bagi keluarga besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo. Pemuda berusia 19 tahun itu memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan dan masih aktif menjalani latihan di GOR A. Yani.

Bakat panjat tebingnya mulai berkembang sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga melanjutkan pendidikan di SMK Negeri 2 Kota Probolinggo. Kecintaan terhadap olahraga tersebut terus mengantarkannya mengikuti berbagai kejuaraan dan meraih sejumlah medali.

Sefriel bahkan diproyeksikan memperkuat Kota Probolinggo pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Setelah mencatatkan prestasi pada kompetisi sebelumnya, ia diharapkan mampu meningkatkan pencapaian dan berjuang meraih medali emas.

Sekretaris Umum FPTI Kota Probolinggo, Coach Agniz, yang turut berada di rumah duka saat Wali Kota Aminuddin bertakziah, mengungkapkan bahwa Sefriel merupakan salah satu atlet potensial yang telah menorehkan prestasi di tingkat provinsi.

“Ananda Sefriel ini termasuk atlet berprestasi. Terakhir Porprov mendapat medali perunggu. Lalu kejuaraan di Provinsi Jawa Timur pernah dapat emas dan perak. Diproyeksikan ananda Sefriel akan mengikuti Porprov 2027, harapannya bisa mendapatkan medali emas. Namun takdir berkata lain,” ungkapnya.

Harapan untuk kembali melihat Sefriel berdiri di arena pertandingan kini tinggal kenangan. Rencana mengikuti Porprov 2027 yang semula menjadi bagian dari perjalanan kariernya harus terhenti akibat peristiwa tragis tersebut.

Sepanjang mengikuti berbagai kejuaraan tingkat provinsi pada periode 2022 hingga 2025, Sefriel mencatatkan prestasi yang membanggakan. Berdasarkan catatan yang disampaikan pihak FPTI Kota Probolinggo, almarhum berhasil mengoleksi total 13 medali, terdiri atas tiga medali emas, lima perak, dan lima perunggu.

Medali tersebut diraih melalui sejumlah kategori pertandingan, antara lain lead beregu, boulder beregu, speed, speed klasik, lead tim, serta beberapa kategori kelompok umur, termasuk Youth A dan Youth B.

Catatan prestasi tersebut menjadi bukti kerja keras dan ketekunan Sefriel dalam menekuni olahraga panjat tebing. Di usianya yang masih muda, ia telah menunjukkan kemampuan bersaing sekaligus membawa nama Kota Probolinggo dalam berbagai kejuaraan.

Kepergian Sefriel bukan sekadar kehilangan seorang anggota keluarga, melainkan juga kehilangan atlet muda yang masih memiliki peluang besar untuk berkembang dan menorehkan prestasi lebih tinggi.

Kini, cita-cita untuk meraih medali emas di Porprov 2027 tidak lagi dapat diwujudkan. Namun, semangat, perjuangan, dan deretan prestasi yang telah ditorehkannya akan tetap menjadi bagian dari kenangan keluarga besar panjat tebing Kota Probolinggo.

Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga, doa dan dukungan terus mengalir bagi almarhum. Semoga Sefriel Ardiansyah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan untuk melewati masa kehilangan ini.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!