PKL Karang Taruna Kabupaten Probolinggo, Perkuat Kepedulian Sosial dan Peluang Ekonomi Digital

0
IMG-20261024-WA0025
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Peran pemuda dalam membangun kesejahteraan masyarakat terus diperkuat melalui Karang Taruna Kabupaten Probolinggo. Organisasi kepemudaan ini didorong tidak hanya menjadi penggerak kegiatan sosial, tetapi juga mampu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial serta mendorong tumbuhnya peluang ekonomi digital di tengah perkembangan teknologi.

Upaya tersebut menjadi fokus Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Karang Taruna Kabupaten Probolinggo bertema “Bersatu Bergerak Berdampak” yang digelar di Hotel Sukapura Permai, Kecamatan Sukapura, Sabtu–Minggu (25–26/10/2026).

Melalui kegiatan ini, para pengurus diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat kepedulian terhadap persoalan sosial, serta mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan secara nyata di lingkungan masing-masing.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo, Bekti Dinarwati. Peserta terdiri dari ketua dan sekretaris Karang Taruna tingkat kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan kepemimpinan dasar yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan sejumlah materi strategis, mulai dari transformasi perlindungan sosial oleh Dinsos Kabupaten Probolinggo, transformasi ekonomi lokal berbasis digital oleh Zainul Arifin, capacity building oleh Ridho Outbond, hingga bela negara di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang disampaikan Kodim 0820 Probolinggo.

Materi bela negara turut menekankan pentingnya etika, pembentukan karakter, kecerdasan dalam memanfaatkan teknologi, serta sikap anti kekerasan di tengah perkembangan zaman.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Probolinggo, Sigit Wida Hartono, menegaskan bahwa organisasi kepemudaan harus mampu memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, jabatan dalam kepengurusan bukan sekadar posisi formal, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian.

“Menjadi ketua dan sekretaris itu bukan hanya soal jabatan atau nama yang tercantum dalam SK kepengurusan, tetapi juga tentang tanggung jawab dan komitmen. Kita sebagai pemuda memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Sigit juga mengingatkan agar pengurus Karang Taruna di tingkat kecamatan tidak hanya terpaku pada program rutin organisasi. Kekompakan, koordinasi, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam menjalankan roda organisasi.

“Jangan sampai kita hanya bangga dengan jabatan sebagai pengurus Karang Taruna, tetapi tidak memberikan manfaat kepada masyarakat. Sekecil apa pun, kita harus berupaya melakukan sesuatu yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Salah satu peran yang ingin diperkuat melalui PKL ini adalah keterlibatan kader Karang Taruna sebagai agen perlindungan sosial atau perlinsos. Para pengurus diharapkan mampu membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat serta memberikan dukungan kepada warga yang membutuhkan, dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat.

“Saya sendiri sudah mendaftar menjadi agen perlindungan sosial. Teman-teman juga perlu memiliki komitmen yang sama. Minimal, kita bisa memberikan manfaat bagi keluarga, tetangga dan masyarakat di lingkungan terdekat,” jelas Sigit.

Selain memperkuat kepedulian sosial, penguasaan keterampilan ekonomi digital juga menjadi perhatian utama. Sigit menilai generasi muda harus mampu membaca peluang usaha, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta mendorong masyarakat agar tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi.

“Sekarang sudah eranya digital. Kita harus bisa beradaptasi dan memanfaatkan peluang yang ada. Jangan sampai kita tertinggal karena masih bertahan dengan cara-cara konvensional, padahal banyak kesempatan yang bisa dikembangkan melalui teknologi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo, Bekti Dinarwati, berharap Karang Taruna dapat menjadi mitra aktif pemerintah dalam menangani berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Ia menekankan bahwa kepedulian pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi darurat, seperti bencana alam maupun bencana sosial.

“Kalau terjadi sesuatu di masyarakat, misalnya bencana alam atau bencana sosial, kami berharap teman-teman Karang Taruna memiliki kepedulian dan langsung turun membantu. Tidak perlu menunggu diperintah ketua terlebih dahulu jika memang masyarakat membutuhkan bantuan,” katanya.

Menurut Bekti, semangat kepedulian tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan organisasi, koordinasi, dan kolaborasi bersama pihak-pihak terkait. Dengan demikian, bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Karang Taruna harus produktif dan memiliki daya saing di tengah masyarakat. Anak-anak muda ini mempunyai potensi untuk berperan aktif. Karena itu, potensi tersebut perlu dikembangkan agar keberadaan Karang Taruna benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Melalui Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan ini, Karang Taruna Kabupaten Probolinggo diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda yang lebih kompeten, responsif, dan inovatif. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut melalui program kerja nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dengan semangat “Bersatu Bergerak Berdampak”, Karang Taruna diharapkan semakin mampu mengambil peran strategis, baik dalam memperkuat perlindungan sosial maupun membuka peluang pengembangan ekonomi digital, sehingga kehadiran pemuda benar-benar menjadi kekuatan positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!