Peringati Hari Santri Nasional 2026, Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Perkuat Nasionalisme dan Militansi Kader
Probolinggo, Radarpatroli.com
Semangat perjuangan ulama dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi landasan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Melalui apel dan doa bersama di objek wisata Pantai Bahak, Desa Curahdringu, Kecamatan Tongas, Sabtu (24/10/2026), Muslimat NU berupaya memperkuat nasionalisme sekaligus meningkatkan militansi kader dalam berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 600 peserta yang terdiri dari kader Muslimat NU se-Kabupaten Probolinggo. Hadir pula Ketua TP PKK Kecamatan Tongas Rina Rochmad Widiarto, jajaran Koramil Tongas dan Polsek Tongas, serta Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tongas.
Apel dan doa bersama ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendiri NU atau muassis yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui Resolusi Jihad. Semangat perjuangan tersebut diharapkan terus diwariskan kepada generasi penerus, khususnya kader Muslimat NU, agar senantiasa menjaga persatuan dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain apel dan doa bersama, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi dampak perkawinan anak serta program Mustika Darling (Muslimat Cantik Peduli Lingkungan). Sosialisasi menghadirkan Nyai Sifak Nizar dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo dan Ahmad dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo.

Sosialisasi dampak perkawinan anak bertujuan memberikan edukasi kepada para kader mengenai pentingnya perlindungan anak serta upaya mencegah perkawinan pada usia dini. Sementara itu, program Mustika Darling mengajak kader Muslimat NU untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Hj. Nurayati, mengatakan bahwa peringatan Hari Santri Nasional merupakan kesempatan untuk mengingat, mengenang, dan menghormati perjuangan para pendiri NU yang telah melahirkan Resolusi Jihad.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengingat, mengenang dan menghormati jasa para muassis NU yang sudah mengeluarkan Resolusi Jihad,” katanya.
Menurut Nurayati, nilai-nilai perjuangan para ulama harus terus ditanamkan kepada seluruh kader Muslimat NU. Peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana membangun semangat kebangsaan dan memperkuat komitmen kader dalam menjalankan peran organisasi di tengah masyarakat.
“Selain itu untuk menanamkan rasa nasionalisme pada ibu-ibu Muslimat NU. Mudah-mudahan negara Indonesia dan Kabupaten Probolinggo menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” jelasnya.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, militansi kader Muslimat NU semakin kuat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi, agama, bangsa, dan negara. Menurutnya, semangat kebersamaan yang dibangun dalam peringatan Hari Santri harus diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Nurayati juga menekankan pentingnya menjaga semangat perjuangan para ulama dengan memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
“Semangat kebersamaan yang dibangun melalui peringatan Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga tercermin dalam peran nyata kader di tengah masyarakat,” harapnya.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini, PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk terus menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat solidaritas antarkader, serta meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
Dengan demikian, semangat Hari Santri diharapkan tidak hanya menjadi pengingat sejarah perjuangan para ulama, tetapi juga menjadi dorongan bagi kader Muslimat NU untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kemajuan Kabupaten Probolinggo.
“Peringatan ini diharapkan semakin menguatkan komitmen kader Muslimat NU untuk menjaga persatuan, mengamalkan nilai-nilai perjuangan para ulama serta mengambil bagian dalam kegiatan positif bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
