PKBM Ki Hajar Dewantara Bekali Warga Belajar Keterampilan Usaha, Praktik Pembuatan Stik Bawang hingga Pemasaran

0
IMG-20261107-WA0005
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga belajar terus dilakukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ki Hajar Dewantara di Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan pengolahan produk makanan berupa pembuatan stik bawang yang disertai pembelajaran pengemasan hingga strategi pemasaran.

Kegiatan tersebut menyasar warga belajar program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman praktik mengolah bahan makanan, tetapi juga diperkenalkan dengan tahapan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha.

Dalam kegiatan tersebut, instruktur Wahyu Agustini memberikan materi sekaligus pendampingan secara langsung mengenai proses pembuatan stik bawang. Para peserta diajak memahami setiap tahapan produksi, mulai dari persiapan bahan, pengolahan adonan, pembentukan hingga proses menghasilkan stik bawang yang siap dikemas.

Tidak berhenti pada proses produksi, peserta juga mendapatkan materi mengenai teknik pengemasan produk agar terlihat lebih menarik dan memiliki daya tarik bagi konsumen. Selain itu, mereka dibekali pengetahuan dasar tentang tata cara pemasaran sehingga produk yang dihasilkan dapat diperkenalkan dan ditawarkan kepada masyarakat.

Rangkaian pembelajaran tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman bahwa dalam membangun sebuah usaha makanan diperlukan sejumlah tahapan. Kualitas produk, kebersihan pengolahan, kemasan yang menarik serta strategi pemasaran menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Ketua Yayasan PKBM Ki Hajar Dewantara, Badrur Rosyad, mengatakan bahwa kegiatan keterampilan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan bekal tambahan kepada warga belajar agar mempunyai kemampuan praktis yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pendidikan kesetaraan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu memberikan pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi peserta didik.

“Pendidikan kesetaraan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu memberikan pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat,” katanya.

Badrur berharap, melalui pelatihan pembuatan stik bawang tersebut, warga belajar semakin kreatif dalam mengembangkan potensi diri, mampu melihat peluang usaha di lingkungan sekitar, serta mempunyai keberanian untuk mencoba kegiatan produktif secara mandiri.

“Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan materi keterampilan yang beragam sehingga warga belajar memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan yang lebih luas setelah mengikuti pendidikan di PKBM,” harapnya.

Sementara itu, Kepala PKBM Ki Hajar Dewantara, Farid, turut mendukung pengembangan kegiatan pembelajaran yang memberikan keterampilan praktis kepada warga belajar. Menurutnya, pembelajaran berbasis keterampilan menjadi salah satu langkah untuk memperluas pengalaman peserta didik dalam mengikuti pendidikan kesetaraan.

Ia menilai, keterampilan mengolah produk makanan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi mandiri apabila didukung kreativitas, kemauan belajar, dan pemahaman mengenai pemasaran.

“Selain memperoleh pengetahuan akademik, mereka juga dapat mengenal keterampilan produktif yang berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi mandiri,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, PKBM Ki Hajar Dewantara berharap warga belajar Paket A, Paket B, dan Paket C tidak hanya memperoleh pengetahuan selama mengikuti proses pendidikan, tetapi juga mempunyai keterampilan tambahan yang dapat diterapkan setelah menyelesaikan pendidikan.

Pelatihan pembuatan stik bawang ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan bekal keterampilan mulai dari proses produksi, pengemasan hingga pemasaran, warga belajar diharapkan mampu membuka peluang usaha sederhana dan meningkatkan kemandirian ekonomi di masa mendatang.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!