Dandim 0820 Probolinggo Pantau Aktivitas Gunung Bromo, Siapkan Skenario Evakuasi dan Kesiapan Personel 24 Jam

0
IMG-20261107-WA0008
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Menyikapi perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Bromo pasca erupsi, Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono turun langsung melakukan pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Dalam kegiatan tersebut, Dandim didampingi sejumlah perwira staf serta pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi aktivitas Gunung Bromo sekaligus memastikan kesiapan jajaran dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik.

Pemantauan ini dilakukan sehari setelah Gunung Bromo mengalami erupsi pada Kamis sore (5/11), sekitar pukul 17.00 WIB. Sementara itu, hingga Jumat siang (6/11), aktivitas gunung api tersebut masih terpantau fluktuatif, meskipun kondisinya berangsur normal.

Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menyampaikan bahwa kehadiran jajaran Kodim di Pos Pengamatan Gunung Api Bromo merupakan langkah positif untuk mendapatkan informasi akurat terkait perkembangan aktivitas vulkanik. Informasi tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah antisipasi serta kesiapan personel di lapangan.

Menurutnya, perkembangan kondisi Gunung Bromo harus terus dipantau dan diperbarui agar seluruh unsur terkait dapat mengambil tindakan secara cepat dan tepat apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

“Diperlukan peningkatan koordinasi dan sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, TNBTS serta instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan dampak erupsi,” kata Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono, Sabtu (7/11).

Dandim juga mengimbau masyarakat, wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata yang beraktivitas di kawasan Gunung Bromo agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Seluruh pihak diminta mematuhi rekomendasi serta ketentuan zona aman yang telah ditetapkan oleh instansi berwenang.

“Masyarakat dan wisatawan diharapkan senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi imbauan petugas demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menegaskan bahwa kesiapan personel menjadi perhatian utama dalam menghadapi berbagai kemungkinan, terutama apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang berpotensi berdampak terhadap masyarakat maupun wisatawan.

Ia tidak ingin kesiapan petugas justru menjadi kendala ketika situasi darurat terjadi. Karena itu, setiap unsur yang terlibat harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga proses penanganan dapat berjalan cepat, terarah dan terkoordinasi.

“Jangan sampai ketika terjadi sesuatu personel justru belum siap. Karena itu seluruh unsur harus mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ungkapnya.

Perwira dengan dua melati emas di pundak tersebut menambahkan, langkah mitigasi dan penyelamatan telah dipersiapkan melalui sejumlah skenario antisipasi. Persiapan itu meliputi pengecekan jalur evakuasi, kesiapan personel di sejumlah titik strategis hingga pengaturan pembagian tugas masing-masing unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

“Kami sudah menyiapkan beberapa skenario termasuk jalur evakuasi dan kesiapan petugas. Personel juga harus selalu siap selama 24 jam sehingga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan bisa segera bergerak,” terangnya.

Melalui pemantauan tersebut, Kodim 0820/Probolinggo berharap koordinasi lintas sektor semakin solid dalam menghadapi potensi bencana erupsi Gunung Bromo. Kesiapsiagaan seluruh unsur diharapkan mampu memberikan perlindungan maksimal sekaligus memastikan keamanan masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan wisata Gunung Bromo.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Pendim 0820

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!