Seven Beaches Festival 2026, Gus Haris Angkat Potensi Wisata Bahari Kabupaten Probolinggo Lewat Harmoni Sport, Nature dan Culture Tourism
Probolinggo, Radarpatroli.com
Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus memperkuat sektor pariwisata dengan mengangkat potensi wisata bahari, alam, dan budaya melalui gelaran Seven Beaches Festival 2026, Probolinggo Paradise, Harmoni dan Pesona Wisata Bahari. Kegiatan yang dikemas dalam rangkaian 7 Beaches Days November dengan konsep Sport Tourism, Nature Tourism dan Culture Tourism tersebut berlangsung meriah di kawasan Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo. Sabtu (07/11/2026).

Festival ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Probolinggo dalam memperkenalkan kekayaan destinasi wisata pesisir sekaligus membangun daya tarik pariwisata yang mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah.

Sebelum memasuki acara inti, kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang berlangsung khidmat. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Ratu Segara yang menggambarkan keindahan budaya serta kekayaan tradisi masyarakat pesisir Kabupaten Probolinggo.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, H. Ugas Irwanto, kepada para penerima penghargaan dalam rangkaian kegiatan festival.

Pembukaan acara berlangsung meriah melalui prosesi pemukulan lesung oleh Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris, bersama sejumlah pejabat dan tamu undangan yang hadir. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian Seven Beaches Festival 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat yang turut hadir.
Gus Haris juga memberikan penghormatan kepada para petugas yang telah gugur dalam menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan. Ia mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para korban agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT. Sore ini kita diberikan keberkahan sehingga dapat melaksanakan Seven Beaches Festival dengan lancar. Cuaca cerah dan hampir seluruh tamu undangan bisa hadir bersama-sama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gus Haris menjelaskan bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki kekayaan geografis dan potensi wisata yang sangat lengkap. Dengan luas wilayah sekitar 1.696 kilometer persegi, Kabupaten Probolinggo mempunyai bentang alam mulai dari kawasan pesisir hingga pegunungan dengan ketinggian yang beragam.
Menurutnya, potensi tersebut merupakan kekuatan besar yang harus dikelola secara maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kabupaten Probolinggo tidak hanya memiliki pantai dan pulau, tetapi juga danau, air terjun, sungai, kawasan pertanian, hingga sejumlah gunung yang memiliki daya tarik wisata tersendiri.
Di antaranya Gunung Bromo, Gunung Argopuro, serta kawasan pegunungan lainnya yang menyimpan keindahan alam dan potensi wisata unggulan. Selain itu, kekayaan budaya lokal seperti Dewi Rengganis dan berbagai tradisi masyarakat juga menjadi aset penting dalam pengembangan pariwisata daerah.
“Kalau kita berbicara potensi, Kabupaten Probolinggo memiliki semuanya. Kita punya pulau, pantai, daratan, danau, air terjun, sungai, hingga gunung. Ini merupakan kekayaan yang luar biasa dan harus kita kembangkan bersama,” jelas Gus Haris.

Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu potensi yang dapat menjadi penggerak cepat bagi perputaran roda perekonomian masyarakat. Sebab, perkembangan destinasi wisata akan memberikan dampak terhadap berbagai sektor pendukung, mulai dari pelaku UMKM, perdagangan, kuliner, transportasi, penginapan hingga jasa masyarakat setempat.
Gus Haris mengungkapkan, angka tujuh yang menjadi identitas utama rangkaian festival tersebut memiliki makna tersendiri. Angka tujuh dipilih sebagai simbol yang diharapkan mampu melekat dalam ingatan masyarakat luas, khususnya wisatawan dari luar daerah, bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki kekayaan wisata yang beragam.
Ia kemudian menjelaskan bahwa angka tujuh memiliki banyak filosofi, mulai dari tujuh hari dalam satu minggu, tujuh warna pelangi, tujuh nada dalam satu oktaf musik, hingga tujuh ayat dalam Surah Al-Fatihah.
Berangkat dari filosofi tersebut, Pemkab Probolinggo berupaya membangun identitas pariwisata melalui penyelenggaraan festival yang mengangkat tujuh potensi unggulan daerah.

Setelah sebelumnya menggelar Seven Waterfalls pada 7 November tahun lalu dengan mengangkat potensi air terjun dan danau, tahun ini Pemkab Probolinggo menghadirkan Seven Beaches Festival untuk memperkenalkan tujuh destinasi pantai.
Ke depan, konsep festival tersebut akan terus dikembangkan secara bergantian. Gus Haris bahkan menyampaikan rencana untuk kembali mengangkat Seven Waterfalls pada tahun mendatang sebagai upaya memperkuat promosi wisata air terjun dan danau di Kabupaten Probolinggo.

Tidak hanya itu, Bupati juga memiliki mimpi besar agar wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Probolinggo tidak sekadar datang untuk menikmati satu destinasi, kemudian pulang pada hari yang sama.
Ia berharap ke depan wisatawan dapat tinggal lebih lama dengan menikmati berbagai pengalaman wisata yang berbeda.
“Harapan kami, wisatawan yang datang ke Probolinggo tidak hanya satu hari. Hari pertama bisa menikmati wisata gunung, hari kedua berkunjung ke pantai-pantai, dan hari ketiga menikmati danau serta destinasi wisata lainnya. Ini menjadi mimpi besar kami untuk Kabupaten Probolinggo,” tuturnya.
Menurut Gus Haris, mewujudkan mimpi tersebut membutuhkan dukungan banyak pihak, termasuk pengembangan fasilitas penginapan, infrastruktur, aksesibilitas, serta peningkatan kualitas pelayanan di kawasan wisata.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas pariwisata, dan masyarakat menjadi faktor penting agar potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Probolinggo dapat berkembang secara berkelanjutan.

Kemegahan acara semakin terasa dengan penampilan ribuan penari Glipang yang turut memeriahkan penutupan rangkaian kegiatan. Pertunjukan seni tradisional tersebut menjadi gambaran kekayaan budaya lokal sekaligus mempertegas bahwa pariwisata Kabupaten Probolinggo tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memiliki kekuatan seni dan tradisi yang patut dibanggakan.
Melalui Seven Beaches Festival 2026, Pemkab Probolinggo berharap Pantai Bentar dan enam destinasi pantai lainnya semakin dikenal luas. Lebih dari sekadar festival, kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun citra Kabupaten Probolinggo sebagai daerah tujuan wisata yang memiliki harmoni antara pesona bahari, keindahan alam, aktivitas olahraga, dan kekayaan budaya.
Dengan mengusung semangat Probolinggo Paradise, Gus Haris optimistis potensi pariwisata daerah dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Sayful
Editor : Yuris
