Bank Sampah Jadi Sarana Edukasi Lingkungan Dan Penguatan Ekonomi Keluarga Di Gending

0
IMG-20260213-WA0004
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus diperkuat di Kabupaten Probolinggo. Pemerintah Kecamatan Gending bersama PT POMI–Paiton Energy menginisiasi pelatihan bank sampah dan kewirausahaan yang digelar selama dua hari, Kamis hingga Jum’at (12-13/2/2026), bertempat di Recreation Hall POH 1, Jalan Raya Surabaya–Situbondo Km 141 Paiton. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong masyarakat lebih peduli lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi dari pengelolaan sampah.

Pelatihan bank sampah dan kewirausahaan berbasis bank sampah ini diikuti oleh 85 peserta yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari PKK Kecamatan Gending (Ketua, Sekretaris dan Ketua Pokja III), kader lingkungan dan calon pengurus bank sampah desa, perwakilan unit usaha BUMDes, Komunitas Alam Hijau, unsur Pramuka, perwakilan Puskesmas (sanitasi lingkungan dan promosi kesehatan), organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat dan Fatayat, hingga dunia usaha dari PT Sasa Inti Gending dan PT Sinergi Gula Nusantara/PG Gending. Kegiatan ini juga melibatkan unsur pendidikan dari SMAN 1 Gending, SMKN 1 Gending dan SMPN 1 Gending.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ, Manager Human Capital Facilities and Community (HCFC) PT POMI Rochman Hidayat, Facility Supervisor Erfin Budianto, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Jurianto, Camat Gending Winda Permata Erianti serta perwakilan Puskesmas Gending.

Manager HCFC PT POMI Rochman Hidayat menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun dalam momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Ia menegaskan persoalan sampah bukan hanya isu daerah, tetapi juga menjadi perhatian serius di lingkungan perusahaan.

“Kami berterima kasih karena kegiatan ini tidak kami laksanakan sendiri, tetapi didukung oleh berbagai stakeholder, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo dan para mitra,” ujarnya.

Rochman menjelaskan bahwa melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan program lingkungan lainnya, PT POMI berupaya memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai regulasi dan prinsip keberlanjutan.

“Kami diminta oleh pemerintah dan KLHK untuk melihat sampah bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi sebagai komitmen berkelanjutan. Setiap bulan kami wajib melaporkan neraca sampah, mulai dari jumlah yang diolah hingga yang dibuang ke TPA. Jika rasionya tidak seimbang, itu menjadi catatan penting bagi kami,” tegasnya.

Ia menambahkan, perusahaan kini dituntut mampu mengurangi pembuangan sampah ke TPA hingga 30–40 persen melalui pengelolaan mandiri. Berbagai inisiatif telah dijalankan, mulai dari pelatihan eco enzyme, pembuatan kompos, budidaya maggot hingga pengembangan perikanan berbasis hasil olahan sampah.

“Dulu mungkin 100 persen sampah langsung ke TPA. Sekarang tidak bisa lagi seperti itu. Kami sudah menginisiasi pengelolaan di kompleks perusahaan, termasuk di PLTU. Harapannya, kegiatan hari ini dan penguatan bank sampah bisa menjadi role model baru di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ menegaskan isu lingkungan hidup kini telah menjadi isu global yang menentukan masa depan peradaban manusia.

“Persoalan sampah, perubahan iklim, pencemaran air dan tanah serta menurunnya kualitas lingkungan hidup adalah tantangan nyata yang kita hadapi bersama,” katanya.

Menurut Ning Hani, sampah tidak selalu menjadi masalah apabila dikelola dengan baik. “Sampah sering dipandang sebagai masalah. Namun jika dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi sumber daya ekonomi. Di sinilah pentingnya bank sampah dan kewirausahaan berbasis sampah,” jelasnya.

Ning Hani menekankan bank sampah bukan sekadar tempat menabung sampah, melainkan sarana pendidikan lingkungan, penguatan ekonomi keluarga serta pemberdayaan masyarakat.

“Melalui bank sampah, kita membangun budaya memilah, mengelola dan memanfaatkan kembali sampah menjadi produk bernilai guna,” tegasnya.

Ia berharap pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, mendorong terbentuknya bank sampah yang profesional dan berkelanjutan, mengembangkan kewirausahaan berbasis ekonomi sirkular serta mengurangi beban TPA.

“Sinergi ini adalah kekuatan besar. Ketika pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan lembaga pendidikan bergerak bersama, maka perubahan akan lebih cepat terwujud,” imbuhnya.

Sedangkan Camat Gending Winda Permata Erianti menjelaskan pelaksanaan pelatihan ini didasarkan pada kebutuhan peningkatan kapasitas masyarakat desa dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pengurangan timbulan sampah, sekaligus pengembangan kewirausahaan berbasis sampah sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini dimaksudkan meningkatkan kapasitas, peran dan partisipasi aktif masyarakat Kecamatan Gending dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta pengembangan kewirausahaan yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Winda menambahkan, tujuan kegiatan ini antara lain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengelolaan bank sampah, memperkuat peran kelembagaan desa dan organisasi kemasyarakatan, mendorong terbentuknya wirausaha berbasis sampah, meningkatkan kesadaran lintas sektor serta mendukung terwujudnya ekonomi sirkular di tingkat lokal.

“Melalui pelatihan ini, kami berkomitmen untuk terus mendorong sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di setiap kecamatan dan desa dengan harapan terbangunnya kesadaran kolektif serta terciptanya inovasi ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” terangnya.

Tidak lupa, Winda menyampaikan terima kasih kepada PT POMI–Paiton Energy atas dukungan penuh dalam kegiatan pelatihan ini, serta kepada PT Sasa Inti dan PT SGN (PG Gending).

“Insya Allah setelah kegiatan ini rencana tindak lanjutnya adalah penerbitan Perdes Jalin SAE, SK Bank Sampah, SOP Bank Sampah dan SK Satgas Sampah sehingga akan muncul Bank Sampah di setiap desa,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan bank sampah tidak hanya menjadi solusi pengelolaan lingkungan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat menuju Kabupaten Probolinggo yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!