Wabup Fahmi Dampingi Menteri Koperasi Resmikan Torasera Di Kabupaten Probolinggo

0
IMG-20260215-WA0106-1536x1024
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Semangat membangun kemandirian ekonomi masyarakat terus diperkuat melalui gerakan koperasi dan usaha rakyat. Salah satu wujud nyata langkah tersebut terlihat dalam peresmian Torasera (Toko Rakyat Serba Murah) Nurja Berkah yang berlangsung di kawasan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/2/2026).

Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi serta pemberdayaan usaha masyarakat. Torasera ini hadir sebagai toko rakyat yang menyediakan kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi pesantren dan desa.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono, didampingi Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, serta jajaran pejabat pusat dan daerah, pengurus pesantren, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan stakeholder terkait. Turut hadir pula perwakilan dari Kementerian Koperasi RI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta berbagai pihak yang mendukung penguatan koperasi di daerah.

Peresmian Torasera Nurja Berkah merupakan bagian dari penguatan ekosistem koperasi dan distribusi barang kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau. Torasera ini berada di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai wujud kemandirian ekonomi berbasis kelembagaan koperasi.

Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menyampaikan apresiasi atas terobosan yang dilakukan pesantren dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis koperasi.

“Tanpa kenekatan dan keberanian dari para penggerak pesantren, model seperti di Nurul Jadid ini tidak akan lahir. Ini akan menjadi contoh yang bisa ditiru kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Torasera di pesantren ini menjadi kebanggaan sekaligus membangkitkan optimisme kami dalam menjalankan amanah Presiden,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program penguatan koperasi desa menjadi bagian dari mandat nasional dalam mewujudkan pemerataan ekonomi.

“Hal ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat koperasi sebagai fondasi ekonomi nasional berbasis gotong royong dan kekeluargaan,” jelasnya.

Menurut Ferry, keberadaan Torasera juga akan menjadi integrator distribusi barang kebutuhan masyarakat sekaligus menyerap produk pangan dan hortikultura daerah. Pemerintah pusat juga siap mendukung penguatan sarana produksi masyarakat pesisir dan pedesaan, termasuk sektor perikanan dan perkebunan.

“Pemerintah pusat melihat Kabupaten Probolinggo memiliki potensi pesisir yang besar dengan jumlah nelayan yang cukup banyak. Kami membuka peluang dukungan pembangunan pabrik es batu dan SPBU solar untuk mendukung operasional nelayan, sehingga ke depan bisa mendorong terbentuknya kampung nelayan modern,” tegasnya.

“Namun apabila kesiapan daerah masih bertahap, kami juga siap mendukung penguatan sektor lain seperti perkebunan dan komoditas unggulan daerah agar ekonomi masyarakat tetap tumbuh berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Probolinggo belum dapat hadir akibat kondisi kesehatan. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mendukung program nasional penguatan koperasi.

“Pemerintah Kabupaten Probolinggo siap mendukung penuh program nasional. Saat ini sudah terbentuk ratusan koperasi desa dan sebagian telah beroperasi. Ini akan terus kami dorong melalui kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Ia juga menilai kehadiran Torasera menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi masyarakat sekitar.

“Ini bukan hanya kebanggaan bagi pesantren, tetapi juga bagi daerah. Torasera akan menjadi penopang koperasi desa di wilayah Paiton dan sekitarnya, sekaligus mendorong produk unggulan daerah semakin dikenal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Abd. Hamid Wahid menyampaikan bahwa pembangunan Torasera merupakan bagian dari ikhtiar pesantren dalam pemberdayaan umat.

“Pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga harus mampu menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat. Torasera ini adalah wujud nyata penguatan ekonomi kerakyatan berbasis nilai keislaman,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah memberikan kepercayaan dalam penguatan ekonomi pesantren.

Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi peresmian melalui pemotongan pita dan penandatanganan prasasti. Usai peresmian, Menteri Koperasi RI meninjau langsung fasilitas Torasera hingga ke gudang penyimpanan untuk memastikan kesiapan operasional.

Melalui kehadiran Torasera Nurja Berkah di wilayah Paiton, diharapkan mampu memperkuat perputaran ekonomi masyarakat serta mendukung pengembangan koperasi desa di Kabupaten Probolinggo. Torasera ini juga diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan pesantren di Indonesia.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!