Wali Kota Probolinggo Aminuddin Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga Dalam Festival Belah Jimat
Probolinggo, Radarpatroli.com
Di tengah upaya pemerintah memperkuat identitas budaya nasional sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan, berbagai daerah terus menghadirkan ruang pelestarian tradisi yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Semangat tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Festival Seni Budaya Belah Jimat (Bersih Lahir dan Jiwa Masyarakat) di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo yang kembali digelar dan semakin mendapat pengakuan luas hingga tingkat Provinsi Jawa Timur.

Festival tahunan ini tidak hanya menjadi bagian dari 160 kalender event Kota Probolinggo tahun 2026, tetapi juga resmi masuk dalam kalender event Provinsi Jawa Timur. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi daya tarik wisata sekaligus sarana memperkuat karakter masyarakat berbasis nilai budaya.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman GOR Tri Dharma pada Minggu (21/6) pagi tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin bersama Ketua TP PKK Dokter Evariani. Kehadiran keduanya disambut antusias oleh warga dan peserta yang menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya khas daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut. Menurutnya, keberhasilan Festival Belah Jimat menembus kalender event tingkat provinsi menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki daya tarik besar apabila dikelola secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat secara aktif.
“Kekompakan dalam suatu rutinitas yang kita galakkan ini, Belah Jimat masuk kalender event Provinsi Jawa Timur. Akan kita tingkatkan terus sehingga menjadi salah satu destinasi wisata yang dilirik wisatawan lokal maupun internasional,” ujar dr. Aminuddin.
Lebih lanjut, wali kota menjelaskan bahwa tema Festival Seni Budaya Belah Jimat tahun ini yakni “winangun kerta kinarya japa” mengandung makna membangun kesejahteraan yang membawa manfaat bagi masyarakat melalui usaha yang disertai doa dan kebersamaan. Tema tersebut dinilai selaras dengan arah pembangunan yang mengedepankan penguatan budaya lokal sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan warga Kelurahan Mangunharjo yang terus menjaga eksistensi festival tersebut. Menurutnya, kegiatan budaya seperti Belah Jimat tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memperkuat identitas daerah dan mempererat hubungan sosial antar warga.

“Terima kasih sudah menyelenggarakan Belah Jimat. Seluruh masyarakat khususnya warga Kelurahan Mangunharjo tentu sangat berbahagia. Mudah-mudahan apa yang direncanakan memberikan manfaat nyata untuk masyarakat,” tuturnya.
Festival Belah Jimat sendiri diselenggarakan sebagai sarana edukasi budaya sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah Kota Probolinggo, khususnya sejarah yang tumbuh dan berkembang di Kelurahan Mangunharjo. Selain menjaga warisan budaya, kegiatan ini juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal dan sektor UMKM.
Lurah Mangunharjo Ikromi Wida Utama menjelaskan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 1 Suro atau 1 Muharram. Berbagai kegiatan spiritual dan budaya dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan pelestarian nilai tradisi masyarakat setempat.
Rangkaian tersebut diawali dengan khotmil quran, dilanjutkan ziarah ke makam Bupati Djoyolelono, Bupati Joyonegoro dan para kepala desa terdahulu. Setelah itu dilaksanakan istigasah serta jamas kentongan Kiai Lembu Suro sebelum akhirnya mencapai puncak acara berupa festival budaya yang digelar pada Minggu pagi.
“Acara puncak adalah pawai budaya kesenian rakyat dan bazar UMKM Mangunharjo. Kegiatan yang dikelola Pokmas Teja Arum ini melibatkan 500 orang, menampilkan 16 pertunjukan dan menghadirkan 15 tenda UMKM dari 17 RW di Kelurahan Mangunharjo,” terang Ikromi.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan didukung melalui APBD dan swadaya masyarakat dari masing-masing RW sebagai bentuk gotong royong dan partisipasi warga dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah.
Berbagai pertunjukan turut memeriahkan puncak Festival Belah Jimat, mulai dari arakan kentongan, festival kostum, musik duk-duk, pawai Bhineka Tunggal Ika, gerakan gemar makan ikan, ogoh-ogoh, pertunjukan dancer tradisional dan kreasi modern hingga fashion show batik dari RW Rusunawa Bestari.
Pawai budaya tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Budiono Wirawan beserta istri, Kepala Dispopar Muhammad Abas, Kepala Disdikbud Setiorini Sayekti, Plh Camat Mayangan Deus Nawandi, jajaran forkopimcam serta para lurah se-Kecamatan Mayangan. Festival ini diharapkan terus berkembang menjadi agenda budaya unggulan yang memperkuat posisi Kota Probolinggo sebagai daerah yang mampu menjaga tradisi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
