Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin Hadiri Grebek Suro 1 Muharram 1448 H, Perkuat Nilai Religi Dan Kepedulian Sosial

0
1781994651_5ac90176b8edaf11f103
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Nuansa religius dan semangat kebersamaan menyelimuti kawasan Pendopo Agung Walisongo Kalimosodo, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Sabtu (20/6) malam. Ratusan jamaah dan masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Probolinggo berkumpul mengikuti kegiatan Grebek Suro dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Momentum tahunan yang sarat makna spiritual tersebut turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi keagamaan yang memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan keharmonisan masyarakat.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB itu digelar oleh Jamiyah Sholawat Nariyah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ikhtiar bersama memanjatkan doa untuk keselamatan, keberkahan, serta kebahagiaan seluruh keluarga besar jamiyah dan masyarakat Kota Probolinggo. Tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, Grebek Suro juga menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan dan nilai religius.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab budaya berupa arak-arakan tumpeng dan gunungan sedekah bumi yang menjadi simbol rasa syukur atas nikmat dan rezeki yang telah diberikan. Tradisi tersebut juga dimaknai sebagai harapan agar tahun baru Hijriah membawa kehidupan yang lebih baik, penuh keberkahan, kesehatan, dan keselamatan bagi seluruh masyarakat.

Dalam kirab tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin didampingi Camat Kanigaran Purwanto Noviyanto serta Lurah Curahgrinting Rois Siswanto menaiki kendaraan Kelabang Songo menuju lokasi utama kegiatan di kawasan pendopo yang berada di Jalan Asahan. Kehadiran para pimpinan daerah dalam kirab tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang telah memadati sepanjang rute perjalanan.

Sepanjang prosesi berlangsung, antusiasme warga tampak begitu tinggi. Anak-anak, orang tua hingga para jamaah berdiri di sisi jalan menyaksikan arak-arakan sembari mengabadikan momen tersebut. Kehangatan suasana semakin terasa ketika rombongan kirab membawa gunungan hasil bumi dan tumpeng yang melambangkan semangat berbagi serta rasa syukur atas hasil kehidupan yang diperoleh selama ini.

Setelah prosesi kirab selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan shalawat bersama yang dipimpin oleh para tokoh agama dan pengurus Jamiyah Sholawat Nariyah. Lantunan shalawat yang menggema menciptakan suasana khusyuk dan menjadi pengingat pentingnya memperkuat nilai spiritual di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang.

Tidak hanya berfokus pada aspek ibadah, kegiatan Grebek Suro juga menghadirkan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim. Santunan tersebut menjadi simbol nyata bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya diisi dengan refleksi dan doa, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan bahwa pergantian tahun Hijriah hendaknya dimaknai sebagai momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan shalawat dan santunan anak yatim ini, kita tidak hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial kepada sesama. Semoga doa-doa yang kita panjatkan malam ini membawa keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kota Probolinggo,” ujar Dokter Amin.

Menurutnya, tradisi keagamaan seperti Grebek Suro memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat identitas masyarakat yang religius dan saling peduli. Pemerintah Kota Probolinggo, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan positif yang mampu membangun persatuan dan mempererat hubungan antar warga.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan penyerahan santunan kepada anak yatim yang berlangsung penuh haru. Ratusan masyarakat yang hadir tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi sekaligus harapan agar tahun baru Islam membawa perubahan yang lebih baik.

Salah satu jamaah yang hadir, Siti Fatimah, mengaku bersyukur dapat kembali mengikuti kegiatan Grebek Suro bersama keluarganya.

“Alhamdulillah setiap tahun kami selalu menunggu kegiatan seperti ini. Selain bisa bershalawat bersama, kami juga bisa berkumpul dengan warga dan berdoa untuk keselamatan keluarga. Semoga kegiatan seperti ini terus istiqamah dilaksanakan dan membawa keberkahan bagi Kota Probolinggo,” tuturnya.

Melalui peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah ini, diharapkan semangat kebersamaan, kepedulian, gotong royong, dan budaya berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi kekuatan sosial dalam mendukung terwujudnya Kota Probolinggo yang harmonis, religius, sejahtera, dan berdaya saing.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!