Wali Kota Probolinggo Bahas Ketahanan Pangan Dan Penguatan Potensi Daerah Dalam Dialog Kota Tangguh APEKSI XVIII

0
WhatsApp Image 2026-07-02 at 04_57_54 (2)
Bagikan

Medan, Radarpatroli.com

Memasuki hari kedua pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), para kepala daerah mengikuti Dialog Kota Tangguh yang digelar di Hotel Grand City Hall Medan, Rabu (1/7/2026). Forum tersebut menjadi wadah strategis bagi para wali kota untuk membahas berbagai tantangan perkotaan, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan, kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga peningkatan daya saing daerah.

Dialog yang diikuti seluruh wali kota anggota APEKSI itu mengangkat tema mengenai kesiapan pemerintah kota dalam menghadapi bencana maupun pascabencana, terutama dari sisi ketahanan pangan sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Asisten Deputi Cadangan Pangan M. Saleh, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, serta 86 wali kota dari 98 kota anggota APEKSI.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyampaikan arahan secara virtual kepada seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan manusia melalui sektor kesehatan, pendidikan, pembangunan keluarga, perlindungan anak, pelayanan bagi lansia dan penyandang disabilitas, hingga penguatan karakter, seni, dan budaya.

Selain itu, Pratikno juga mengajak seluruh pemerintah kota memanfaatkan momentum tahun ajaran baru untuk mendukung Gerakan Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (RANA) yang telah diluncurkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

“Respons terhadap berbagai ancaman keselamatan anak harus diwujudkan melalui penciptaan ruang aman dan nyaman di sekolah, ruang publik hingga ruang digital. Wali kota memiliki peran yang sangat krusial di daerah masing-masing. Kolaborasi yang kuat akan mampu membangun Indonesia serta mewujudkan kota yang lebih sehat, adil dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa penguatan sistem pangan dan pengelolaan sampah perkotaan merupakan fondasi utama dalam membangun kota yang tangguh.

Menurutnya, ketahanan pangan harus dibangun melalui sistem yang terintegrasi mulai dari ketersediaan pasokan, distribusi yang lancar, keamanan pangan, cadangan pangan hingga tata kelola yang baik.

“Kota tidak bisa bekerja sendiri. Harus berkolaborasi dengan daerah penyangga. Ketahanan pangan membutuhkan kerja sama yang kuat, mulai dari menjaga pasokan, stabilisasi harga, distribusi hingga operasi pasar dan gerakan pangan murah. Kolaborasi multipihak menjadi sebuah keniscayaan,” tegas Hanif.

Ia menambahkan, APEKSI memiliki posisi strategis sebagai forum konsolidasi antarpemerintah kota untuk berbagi praktik terbaik sekaligus memperkuat implementasi kebijakan pemerintah pusat.

Menurut Hanif, isu pangan tidak mungkin diselesaikan oleh satu daerah secara mandiri. Kota sebagai pusat konsumsi membutuhkan daerah produsen dan sistem logistik yang terintegrasi sehingga jejaring antarkota menjadi sangat penting untuk terus diperkuat.

Dalam dialog tersebut, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin hadir didampingi Kepala BAPPERIDA Rey Suwigtyo, Kepala Diskominfo Lucia Aries Yulianti, Kabag Pemerintahan Rachma Nurcahyarini, serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Suciati Ningsih.

Keikutsertaan Pemerintah Kota Probolinggo dalam forum nasional itu dimanfaatkan untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan sejumlah wali kota mengenai strategi pembangunan daerah, pengelolaan pemerintahan hingga penguatan ekonomi lokal.

Usai mengikuti kegiatan, Dokter Aminuddin menjelaskan bahwa materi dialog tidak hanya membahas ketahanan pangan, tetapi juga berbagai isu strategis yang sedang dihadapi pemerintah daerah, mulai dari efisiensi anggaran, sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat, optimalisasi sumber daya manusia hingga kemampuan pemerintah kota dalam beradaptasi terhadap perkembangan sosial, politik maupun dinamika geopolitik.

“Yang terpenting adalah bagaimana setiap kota mampu berdiri secara mandiri dengan memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki. Pemerintah daerah harus mampu mengelola sumber daya yang ada agar menjadi kekuatan dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dokter Aminuddin juga menegaskan bahwa konsep “City Branding Probolinggo Kota Bersolek” merupakan langkah yang tepat dalam mengoptimalkan potensi daerah. Menurutnya, Kota Probolinggo memiliki posisi strategis sebagai kota transit dengan dukungan kawasan pelabuhan, potensi wisata, hingga konektivitas transportasi yang terus berkembang.

Ia menyebut keberadaan perusahaan daerah (Perseroda), layanan kereta komuter, serta berbagai penyelenggaraan event daerah merupakan bagian dari strategi penguatan ekonomi kota yang telah berjalan sesuai arah pembangunan.

“Dengan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki, kami berharap Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus meningkat sehingga Kota Probolinggo mampu menjadi kota yang mandiri secara finansial serta mampu memberdayakan seluruh potensi yang ada untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!