Wali Kota Probolinggo Perkuat Sinergi Dengan APPSI, Dorong Revitalisasi Pasar dan Penguatan Ekonomi Pedagang

0
WhatsApp Image 2026-07-15 at 14_55_33 (1)
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat komitmennya dalam membangun pasar tradisional yang lebih modern, nyaman, dan berdaya saing. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin saat menerima audiensi pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Probolinggo masa bakti 2026–2030 di ruang transit Kantor Wali Kota Probolinggo, Rabu (15/7/2026).

Audiensi ini merupakan silaturahmi perdana setelah M. Izzul Islam terpilih sebagai Ketua DPD APPSI Kota Probolinggo pada 6 Juni 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan para pedagang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga stabilitas pangan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (DKUMP) Agus Efendi, Kabid Perdagangan DKUMP Ferdhiansyah Donny Anggara, Kepala UPT Pasar Hendra Purnomo, Dewan Pakar APPSI Saiful Iman, tujuh koordinator pasar tradisional, serta jajaran pengurus APPSI Kota Probolinggo.

Dalam paparannya, Kepala DKUMP Agus Efendi menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo telah menyiapkan program revitalisasi lima pasar tradisional yang akan dilaksanakan secara bertahap. Salah satu prioritas utama adalah pembenahan Pasar Baru hingga tahun 2027.

Menurut Agus, revitalisasi tersebut meliputi perbaikan saluran drainase, penggantian talang yang bocor, penataan lantai, hingga peningkatan sistem penerangan agar aktivitas perdagangan berlangsung lebih aman dan nyaman.

“Program ini juga akan diiringi kegiatan kerja bakti rutin yang melibatkan petugas pasar bersama para pedagang sehingga kebersihan dan kenyamanan pasar dapat terus terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, program normalisasi pasar didukung melalui alokasi anggaran daerah serta kolaborasi aktif bersama APPSI agar pasar tradisional semakin tertata dan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja.

Sementara itu, Ketua DPD APPSI Kota Probolinggo M. Izzul Islam menyampaikan bahwa audiensi tersebut bertujuan mempererat hubungan antara organisasi pedagang dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan pasar tradisional yang semakin maju.

Menurutnya, APPSI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung penguatan ekonomi rakyat, menjaga ketahanan pangan, serta menyukseskan berbagai program nasional, termasuk pengendalian inflasi melalui distribusi komoditas pangan yang lebih baik.

“APPSI ingin menjadi jembatan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang melalui kolaborasi kebijakan yang nyata. Kami juga berharap adanya dukungan fasilitas serta koordinasi yang baik agar seluruh program organisasi dapat berjalan maksimal,” kata Izzul.

Dalam sesi dialog, sejumlah pengurus APPSI menyampaikan berbagai aspirasi mengenai kondisi pasar tradisional, mulai dari penataan ruang dagang, peningkatan keamanan infrastruktur, hingga optimalisasi tata kelola pasar.

Selain itu, APPSI juga menyatakan kesiapan menjadi mitra pemerintah dalam mengawasi operasional pasar serta membantu menjaga kelancaran distribusi bahan pangan. Organisasi pedagang tersebut juga mengusulkan pembentukan sekretariat tetap sebagai bentuk penguatan kelembagaan di tingkat daerah.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa pasar tradisional memiliki peran penting sebagai penggerak utama perekonomian daerah sehingga harus terus dibenahi secara berkelanjutan.

Ia menilai pengawasan pasar harus dilakukan secara kolaboratif bersama para koordinator pasar untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih, tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.

Selain revitalisasi fisik, Aminuddin juga mendorong pemanfaatan kios yang belum optimal sebagai pusat kuliner, sentra UMKM, maupun destinasi wisata belanja yang mampu menarik lebih banyak pengunjung.

Tak hanya itu, ia mengajak para pedagang mulai memanfaatkan teknologi digital melalui marketplace serta memperkuat peran koperasi agar pelaku UMKM lebih mudah memperoleh akses pembiayaan dan memperluas pasar.

“Pasar tradisional harus mampu bertransformasi menjadi tempat yang bersih, nyaman, modern, dan berdaya saing. Kita juga perlu mendorong digitalisasi melalui marketplace serta mengoptimalkan koperasi agar para pelaku UMKM lebih mudah mengakses pembiayaan,” tegas dr. Aminuddin.

Dengan sinergi yang semakin erat antara Pemerintah Kota Probolinggo dan APPSI, diharapkan pasar-pasar tradisional di Kota Probolinggo dapat berkembang menjadi pusat perdagangan rakyat yang lebih modern, produktif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan para pedagang sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!