Diperta Kabupaten Probolinggo Percepat Tanam Padi, 2 Hektare Lahan Desa Pesisir Mulai Ditanami

0
IMG-20260819-WA0001
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah terus dilakukan Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo melalui percepatan tanam padi. Salah satu langkah konkret diwujudkan dengan menggelar Gerakan Tanam Padi bersama di lahan seluas 2 hektare di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan luas tanam sekaligus mendorong produktivitas pertanian. Optimalisasi lahan yang tersedia diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi padi dan penguatan ketersediaan pangan di Kabupaten Probolinggo.

Gerakan tanam padi ini dihadiri Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah, Ketua Katimker Kabupaten Probolinggo Eko Budi Santoso, Koordinator Kecamatan Sumberasih Adsan bersama para penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa Kecamatan Sumberasih serta paguyuban kelompok tani Kecamatan Sumberasih.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mendorong percepatan pertanaman. Pemerintah daerah tidak hanya mengoptimalkan lahan, tetapi juga memperkuat pendampingan kepada petani agar proses budidaya dapat berjalan secara efektif dan menghasilkan produktivitas yang maksimal.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengatakan, Gerakan Tanam Padi harus menjadi langkah nyata dalam mempercepat peningkatan luas tanam dan produktivitas padi.

“Melalui Gerakan Tanam Padi ini, kita berharap terjadi percepatan tanam, peningkatan luas dan produktivitas padi serta penguatan produksi beras di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi harus menjadi langkah nyata yang dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Menurut Arif, peningkatan produksi padi memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan. Untuk itu, sinergi antara pemerintah, petani, penyuluh, kelompok tani dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat.

“Kita ingin petani semakin produktif, lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan produksi beras daerah semakin kuat. Pada akhirnya, peningkatan produksi ini diharapkan juga berdampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan salah satu bentuk dorongan kepada petani agar percepatan tanam terus dilakukan.

“Gerakan ini merupakan bentuk dorongan kepada petani agar percepatan tanam terus dilakukan. Dengan pemanfaatan lahan yang optimal dan dukungan penyuluh di lapangan, kita berharap luas tanam dan produktivitas padi dapat terus meningkat,” ujarnya.

Faiq menambahkan, keberadaan kelompok tani dan penyuluh sangat penting dalam memastikan kegiatan tidak berhenti pada proses tanam. Pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari persiapan lahan hingga pemeliharaan tanaman.

“Penyuluh bersama kelompok tani harus terus berkoordinasi, mulai dari persiapan tanam, pemilihan benih, teknik budidaya hingga pemeliharaan tanaman. Dengan demikian, potensi produksi dapat kita maksimalkan,” terangnya.

Hal senada disampaikan Katimker Kabupaten Probolinggo Eko Budi Santoso. Menurutnya, gerakan tanam padi menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan petani dalam mendukung percepatan tanam sekaligus memastikan keberhasilan tanaman setelah ditanam.

“Kita ingin gerakan tanam ini memberikan dampak langsung di lapangan. Bukan hanya menanam, tetapi bagaimana setelah tanam tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan produktivitas yang optimal,” tegasnya.

Ia menilai keberlanjutan menjadi kunci dalam meningkatkan produksi padi. Petani tidak hanya didorong untuk memperluas areal tanam, tetapi juga menerapkan pola budidaya yang tepat agar produktivitas setiap lahan semakin meningkat.

“Ketika luas tanam meningkat dan produktivitas juga meningkat, tentu akan memberikan kontribusi terhadap penguatan produksi beras di Kabupaten Probolinggo. Karena itu, pendampingan dan sinergi semua pihak harus terus berjalan,” tambahnya.

Sementara itu, JF Pengawas Mutu Benih Tanaman Diperta Kabupaten Probolinggo Okta Purwo Ina Rany menekankan pentingnya penggunaan benih bermutu dalam mendukung keberhasilan budidaya padi.

“Benih merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan budidaya. Karena itu, penggunaan benih yang bermutu dan sesuai dengan kondisi lahan perlu diperhatikan agar pertumbuhan tanaman dan potensi hasilnya dapat lebih optimal,” ungkapnya.

Menurutnya, kualitas benih harus menjadi perhatian petani karena menjadi salah satu faktor awal yang menentukan pertumbuhan tanaman. Selain pemilihan benih, pengelolaan lahan, pemupukan dan penerapan teknologi budidaya juga perlu dilakukan sesuai anjuran teknis.

“Dengan benih yang baik, pengelolaan lahan yang tepat, pemupukan yang sesuai dan pendampingan dari penyuluh, kita berharap pertanaman padi dapat tumbuh optimal dan menghasilkan produksi yang maksimal,” tambahnya.

Gerakan Tanam Padi di Desa Pesisir diharapkan menjadi pemicu bagi percepatan tanam di wilayah lainnya. Dengan adanya gerakan bersama, petani diharapkan semakin terdorong untuk memanfaatkan lahan secara optimal dan menjaga keberlanjutan produksi pertanian.

Lebih dari sekadar kegiatan tanam bersama, program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pola kerja pertanian yang terintegrasi. Pemerintah daerah memberikan dukungan dan pendampingan, sementara petani serta kelompok tani menjadi penggerak utama produksi di lapangan.

Peningkatan luas tanam dan produktivitas padi nantinya diharapkan memberikan manfaat berantai, mulai dari bertambahnya produksi pangan, penguatan stabilisasi pangan daerah hingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Dengan sinergi pemerintah daerah, petani, kelompok tani, penyuluh, Babinsa serta berbagai stakeholder pertanian, Gerakan Tanam Padi di Kabupaten Probolinggo diharapkan mampu memperkuat produksi beras sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada pangan secara berkelanjutan.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!